Citibank Mengaku Tak Keberatan Jadi PT

NERACA

Jakarta - Citibank Indonesia mengaku tidak masalah mengenai adanya wacana kantor cabang asing harus berbentuk perseroan terbatas (PT) di tahun depan. Bahkan, Citi mengklaim siap dan akan mematuhi peraturan Bank Indonesia (BI) itu yang akan diterapkan bagi bank asing.

Citi Country Officer Indonesia, Tigor M Siahaan mengungkapkan, pihaknya tidak keberatan bila kantor cabang bank asing diharuskan berbentuk PT, sesuai dengan ketentuan yang akan diterapkan oleh otoritas terkait. “Ya, kalau membuat PT kenapa? Tidak ada masalah bagi kami. Kalau memang harus ada penyertaan modal, maka modal kita sudah Rp12 triliun. Kita punya dana itu”, jelas Tigor di Jakarta, Jumat, pekan lalu.

Menurut Tigor, ketentuan otoritas terkait yang akan menerapkan kantor cabang bank asing harus berbentuk PT akan diikuti dengan baik. Bahkan, Tigor tidak berkebaratan dengan adanya kebijakan tersebut. “Jadi, kita tidak masalah. Kalau arahnya memang kesana, maka akan kita ikuti,” tegasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Mirza Adityaswara menuturkan bahwa kantor cabang bank asing menjadi PT memang perlu untuk memberikan perlindungan kepada nasabah dan pemerintah. “Pembentukan kantor cabang asing menjadi PT itu penting. Soalnya, dengan PT itu akan memberikan perlindungan kepada nasabah dan pemerintah”, kata Mirza.

Dia menerangkan, dengan kantor cabang bank asing menjadi PT, maka ketika Indonesia mengalami krisis, dana yang berasal dari nasabah kantor cabang bank asing tersebut tidak akan keluar, dan masuk ke bank sentral bank asing tersebut, yang berada di luar negeri. “Kalau ada krisis, maka kantor cabang bank asing yang ada di Indonesia akan mudah menyalurkan dividen kepada bank sentral-nya yang ada diluar negeri. Karenanya harus menjadi PT. Itu untuk melindungi kepentingan masyarakat dan pemerintah,” ujar Mirza.

Hal senada juga disampaikan Chief Economist PT Bank Negara Indonesia Tbk, Ryan Kiryanto. Dia menilai memang perlu kantor cabang bank asing berbentuk PT. Dengan berbentuk PT, akan lebih mudah bagi pemerintah melindungi nasabah yang ada di Indonesia. “Tapi, dalam hal ini isu yang ditekankan adalah kita tidak anti asing. Hal ini menjadi isu yang diperuntukkan kepada kepentingan nasional. Namun, bukan berarti anti-asing,” jelas dia. [ardi]

BERITA TERKAIT

Tak Lagi Suram, Museum Pusaka Cirebon Bernuansa Mal

Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, terus melakukan pengembangan demi meningkatkan jumlah kunjungan turis, salah satunya dengan mengoperasikan Museum Pusaka dengan…

RI Suarakan Keberatan Atas Diskriminasi Sawit di Uni Eropa

NERACA Jakarta – Delegasi Indonesia bersama perwakilan negara-negara produsen sawit yang tergabung dalam wadah CPOPC terus menyuarakan keberatan atas diskriminasi…

The Fed Prediksi Tak Ada Kenaikan Suku Bunga

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau The Fed kemungkinan akan membiarkan suku bunga tidak berubah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…