Mundulang Untung Dari Gaya Hidup Konsumen - PT Trikomsel Oke Tbk

NERACA

Jakarta – Menyambut natal dan tahun baru, biasanya penjualan handpone atau seluler mengalami peningkatan. Pasalnya, sebagian orang bakal mendapatkan dana tunjangan hari raya yang kemudian akan digunakan untuk mengganti handphone baru. Hal ini sangat beralasan,karena handphone sudah menjadi lifestyle masyarakat Indonesia.

Setidaknya momentum inilah yang dimanfaatkan, PT Trikomsel Oke Tbk sebagai distributor handphone untuk menggenjot penjualan. Bahkan, kedepan perseroan akan mengubah strategi perusahaan dalam penjualan produk aksesoris handset untuk 2013 karena permintaan yang terus meningkat.

Direktur Komersial Trikomsel Oke, Evy Soenarjo mengatakan, permintaan handset bakal meningkat dan bisnis inilah yang akan ditingkatkan, “Strategi dengan menjual produk aksesoris handset pada tahun depan akan meningkatkan penjualan. Untuk aksesoris handset, kontribusi penjualannya masih rendah terhadap pendapatan usaha,” katanya di Jakarta, Kamis (6/12).

Menurutnya, bisnis aksesoris handset lebih cepat dibandingkan dengan bisnis handset karena berkaitan dengan gaya hidup konsumen, “Untuk meningkatkan penjualan handset, kami telah mengisi jaringan ritel perusahaan dengan produk-produk aksesoris yang sedang tren di pasar. Hingga akhir tahun ini perusahaan menargetkan 950 toko di seluruh Indonesia,” paparnya.

Kemudian pada tahun depan, lanjut Evy, ruang-ruang display OkeShop akan terisi dengan berbagai macam produk-produk aksesoris, “Kami akan menjual aksesoris dengan menyasar segmen konsumen kelas menengah ke atas. Segmen tersebut mempunyai daya beli yang tinggi terhadap produk aksesoris handset," ujarnya.

Dia menambahkan, strategi ulang terhadap bisnis aksesoris ini tidak menambah biaya operasional perusahaan, “Perusahaan tidak membeli atau impor produk aksesoris secara langsung, tetapi bekerja sama dengan vendor-vendor produk aksesoris,” tandasnya.

Targetkan Rp 1,5 Miliar

Asal tahu saja, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) menargetkan pendapatan hingga Rp1,5 miliar pada tahun ini. Oleh karena itu, perseroan terus menambah gerai baru dan rencananya, pendapatan tersebut diperoleh dari toko Samsung Experiental Shop yang telah membuka gerai ke empatnya di tahun ini.

Kata Evy Soenarjo mengatakan, pendapatan Rp1,5 miliar yang diperoleh dari nilai transaksi Samsung Experiental Shop, “Samsung memberikan kontribusi terbesar dari pendapatan Trikomsel, dengan pertumbuhan mencapai 30% dan diharapkan mampu meningkatkan penjualan saat ini,"ungkapnya.

Dia menambahkan hingga akhir tahun ini penjualan ponsel mengalami peningkatan hingga 20% dibandingkan bulan sebelumnya, “Pada November dan Desember ini kita mengalami peningkatan hingga 20%, apalagi ini akhir tahun kan orang-orang dapat bonus, biasanya dibeliin handphone,”ungkapnya.

Hingga akhir tahun ini perseroan bakal membuka kurang dari 10 gerai dan jumlah gerai TRIO sendiri hingga saat ini mencapai 1.100 gerai. Pembukaan gerai sendiri lambat karena serah terima dari mal sendiri yang telat, sehingga pembukaan gerai juga mengalami keterlambatan.

Tahun depan, perseroan berencana membuka 150 gerai. Pembukaan gerai tersebut untuk Trikomsel dan Global. Evy menuturkan, untuk pembukaan satu gerai toko mengeluarkan biaya hingga Rp1 miliar. Namun pembukaan gerai tersebut tergantung dari lokasi dan principal partner,”Setiap pembukaan gerai nilai investasi sekira Rp500 juta hingga Rp1 triliun, namun hal tersebut tergantung dari kriteria, seperti lokasi yang strategis atau dari partner kita," ungkapnya.

Ekspansi Ke Asia

Selain itu, perusahaan penjual dan distributor seluler ini juga berencana ekspansi bisnisnya hingga Asia. Pemilihan kawasan tersebut karena memiliki tipe pelanggan yang tidak berbeda dengan Indonesia.

Hingga saat ini perseroan telah mempertimbangkan rencana ekspansi tersebut, selain itu perseroan telah melakukan penjajakan tidak saja dari segi branding, tetapi memastikan keunggulannya."Kalau rencana ke luar negeri kita ke Asia dulu, mungkin sekitar Asean, karena kan tipe customer-nya juga tidak berbeda dengan di Indonesia," kata Evy Soenarjo.

Dia menuturkan, namun hingga kini perseroan lebih fokus di Indonesia, selain itu meliat dari pertumbuhan GDP Indonesia yang baik, ditambah dengan kebutuhan handphone di Indonesia juga penting, “Kita fokus dulu sama yang di Indonesia, apalagi bila kita pertumbuhan GDP Indonesia juga semakin bagus, sekarang kan handphone sudah jadi kebutuhan penting, ibaratnya seperti beras,"jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

Baru 11 Persen Sawah Terima Air dari Bendungan

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan terus membangun bendungan untuk pengairan, mengingat baru 11 persen atau sekitar…

Sektor Otomotif - Realisasi Kendaraan Listrik Hemat Rp798 Triliun dari Impor BBM

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan regulasi terkait penggunaan kendaraan motor listrik yang dapat menghemat sekitar Rp798 triliun dari impor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…