Gelar Rights Issue, CNKO Bandrol Harga Rp 500 Per Saham

NERACA

Jakarta – Rencana PT Eksploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) menerbitkan rights issue atau penawaran umum terbatas II akan berjalan mulus. Pasalnya, aksi korporasi ini sudah mengantongi izin dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa.

Direktur CNKO Danar Wihandoyo mengatakan, penerbitan rights issue akan ditawarkan harga Rp 500 per saham, “Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka penerbitan HMETD untuk membeli saham seri B maksimal sejumlah 4,709 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan penawaran Rp500 per saham,”katanya di Jakarta, Kamis (6/12).

Dia menambahkan, dana right issue yang ditawarkan berjumlah Rp2,35 triliun yang akan digunakan untuk akuisisi 99,97% saham PT Energi Batubara Indonesia. Selain itu, dana right issue juga akan digunakan untuk membangun infrastruktur dan logistik, mengembangkan coal terminal dan holding road yang mengacu ke coal terminal.

Setiap pemegang 110 saham saham lama yang namanya tercatat dalam saftar pemegang saham perseroan berhak atas 122 saham baru HMETD, dimana disetiap satu HMETD berhak membeli sebanyak satu saham baru yang ditawarkan. Saham yang ditawarkan dengan cara penerbitan HMETD ini adalah saham yang seluruhnya akan dikeluarkan dari portepel.

Disebutkan, saham yang berasal dari pelaksanaan HMETD atau 52,59% dari total junlah saham setelah dilaksanakaannya right issue akan dicatatkaan di BEI. Sebagai informasi, dalam RUPS-LB diagendakan pula pengurangan dan penambahan dewan komisaris dan direksi antara lain Presiden Komisaris dijabat oleh Kusno Harjianto, Komisaris Independen dijabat oleh AL Hilal Hamdi dan Djoko Sumaryono, Komisaris dijabat oleh Pudjianto Gondosasmito dan Edwin Situmorang.

Sedangkan posisi dewan direksi antara lain Presiden Direktur dijabat oleh Henry Sitanggang, Wakil Presiden Direktur dijabat oleh Henry Setiadi, posisi Direktur dijabat oleh Danar W, Novriaty Sibuea, dan Zulfian Mirza.

Selain itu, perseroan juga menganggarkan belanja modal 2013 sebesar Rp2,3 triliun. Adapun belanja modal tersebut akan digunakan untuk pengembangan coal terminal, infrastruktur dan tambang batu bara, “Belanja modal kami anggarkan Rp2,3 triliun yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur berupa pengembangan coal terminal, sedangkan dana belanja modal tersebut dana berasal dari right issue dan sisanya bank," kata Presiden Direktur CNKO Henry Halomoan Sitanggang.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 2 triliun yang berasal dari penjualan batu bara dan pembangkit listrik. Sementara untuk target penjualan batu bara hingga akhir tahun perseroan menargetkan adalah sekira 1,5 juta metrik ton. (bani)

BERITA TERKAIT

Sektor Riil - Industri Keramik Minta Harga Jual Gas Sama Rata di Indonesia

NERACA Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) minta agar harga jual gas sebagai bahan bakar industri tersebut bisa…

Memberikan Kepastian Hukum - Kajian Regulasi Zakat Saham Tengah Digodok

NERACA Jakarta – Berinvestasi memburu cuan sambil bersedekah, saat ini tengah menjadi tren di industri keuangan dan termasuk di pasar…

Miliki Investor Baru - Bank Yudha Bhakti Agendakan Rights Issue

NERACA Jakarta – Berambisi naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) dua, PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) terus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kedawung Bukukan Laba Rp 76,76 Miliar

PT Kedawung Setia Industri Tbk (KDSI) pada akhir  Desember  2018 mencatatkan laba bersih Rp76,76 miliar  atau naik 11,32% dibanding periode yang sama…

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…