Bayar Obligasi, Malindo Siapkan Dana Rp 150 Miliar

Tahun depan akan ramai jatuh tempo kupon obligasi dan salah satunya obligasi punya PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Perusahaan pakan ternak ini berencana menggunakan dana internal untuk pembayaran obligasi I-2008 senilai Rp300 miliar yang akan jatuh tempo Maret 2013.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis 6/12). Disebutkan, untuk pembayaran obligasi tersebut, perseroan telah menyiapkan cadangan untuk pembayaran obligasi senilai Rp 150 miliar.

Selain itu PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat AAA kepada obligasi MAIN tersebut karena mencerminkan peringkat PT CIMB Niaga Tbk, yang bertindak sebagai penjamin emisi.

Disamping itu, peringkat juga diberikan kepada perseroan karena mencerminkan posisi bisnis yang stabil daan marjin keuntungan yang membaik, potensi arus kas yang kuat dan prospek industri unggas yang potensial di Indonesia.

Namun hal ini dibatasi oleh ekspansi agresif perseroan yang berefek negatif pada struktur permodaalan, resiko yang timbul akibat penetrasi pasar baru dan volatilitaas biaya bahan baku.

Sebagai informasi, MAIN bergerak dalam bidang produksi unggas, pembibitan dan perdagangan anak ayam, ayam pedaging dan juga bergerak dalam bidang makanan olahan. Per 30 September 2012, pemegang saham MAIN terdiri dari Draagon Amity Ltd, Mauritius sebesar 59,1 persen, OSK Investment Bank Bhd sebesar 5% dan masyarakat 35,9%. Pemilik utama MAIN adalah Lau Family yang juga menjalankan bisnis perunggasan di Malaysia. (bani)

BERITA TERKAIT

KAMPANYE HITAM KELAPA SAWIT - Indonesia Siapkan 5 Sikap Tegas Hadapi UE

Jakarta-Pemerintah Indonesia akan menempuh segala cara untuk menentang rencana kebijakan Uni Eropa tersebut, bahkan akan membawanya ke forum WTO, jika…

Lippo Karawaci Raup Dana Segar US$ 280 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan rights issue dan divesatasi aset.…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…