8 Rencana Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Global di 2013 Disiapkan

NERACA

Jakarta - Menghadapai ketidakpastian ekonomi global di 2013, Menteri Keuangan Agus Martowardojo telah menyiapkan 8 rencana untuk mengantisipasi risiko yang dapat memperburuk kondisi perekonomian Indonesia. Dampak dari perlambatan permintaan dunia tentunya berimbas terhadap kinerja ekspor. Oleh sebab itu, rencana pertama yang menjadi perhatian untuk mempertahankan pergerakan pertumbuhan ekonomi adalah fokus pada investasi dan konsumsi domestik untuk menggantikan perlambatan dalam kegiatan perdagangan.

Infrastruktur yang masih belum memadai di beberapa daerah menjadi sorotan kedua. Agus mengatakan, dalam anggaran pemerintah 2013, alokasi untuk belanja modal mencapai Rp216,05 triliun atau meningkat 28,04% dari tahun sebelumnya. “Anggaran tersebut untuk meningkatkan alokasi belanja modal dan pembangunan infrastruktur,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang dibacakan saat memberikan sambutan pada acara The International Seminar onFinancial Stability through Effective Crisis Management and Inter-Agency Coordination di Bali, Kamis (6/10).

Ketiga, lanjut Agus, untuk membangun fleksibilitas pada 2013 UU APBN untuk mitigasi krisis, sehingga parlemen harus menyetujui langkah-langkah tambahan anggaran dalam 24 jam ke depan dalam mengantisipasi ketidakpastian ekonomi. “Selain itu, anggaran yang dialokasikan Rp 5,5 triliun uang saku untuk mengakomodasi risiko dari variabel makroekonomi dan volatilitas harga pangan,” tambahnya,

Keempat, untuk lebih meningkatkan mekanisme penyerapan anggaran melalui debottlenecking proses dari perencanaan hingga realisasi. Pemerintah telah menugasi Tim Evaluasi Dan Percepatan Penyerapan Anggaran (TEPPA) atau Tim Evaluasi dan Percepatan Penyerapan Anggaran untuk Pengeluaran untuk mempercepat proses pengeluaran pemerintah.

Mulai tahun depan Kementerian Keuangan telah memasuki masa transisi bersama Bank Sentral (BI), Indonesia Financial Services Authority (OJK) dan Indonesia Penjamin Simpanan (LPS) untuk bekerja sama dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (Forum Koordinasi Stabilitas Keuangan Koordinasi/FKSSK). “Rencana kelima ini ditujukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. FKSSK, sebagaimana diamanatkan oleh UU OJK, memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.” kata Agus.

Untuk mengintegrasikan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) analisis di FKSSK dalam hal melengkapi Crisis Management Protocol (CMP) baik di tingkat nasional dan lembaga dalam mengurangi krisis yang masuk akal, menjadi rencana yang keenam dari Kementerian Keuangan. Sementara rencana ketujuh, memperpanjang kerangka obligasi stabilisasi pada tahun 2013. “Rencana tersebut untuk mengkoordinasikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai standby pembeli harus ada tebusan obligasi,” jelas Agus.

Terakhir, Pemerintah Indonesia secara aktif mengamankan lini pertahanan kedua pada neraca pembayaran perbatasan. Perbatasan pertama membuat US$5 miliar Drawdown Option ditangguhkan fasilitas dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, Pemerintah Australia dan Jepang.

Perbatasan kedua terdiri dari Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM), yang merupakan swap arrangement mata uang multilateral antara sepuluh anggota ASEAN, China, Jepang, dan Korea Selatan. “Ini akan menarik cadangan devisa dari senilai US$120 miliar dan diluncurkan pada tanggal 24 Maret 2010. Cadangan devisa tersebut telah diperluas sampai US$240 miliar pada 2012,” pungkas Agus.

BERITA TERKAIT

Niaga Pangan - Impor Bawang Putih Dibuka untuk Swasta, Perlu Langkah Antisipasi

NERACA Jakarta – Pemerintah akhirnya menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk bawang putih sebesar 100 ribu ton kepada tujuh perusahaan…

PLTA Batang Toru Tanam Pohon Langka, Bagian Antisipasi Climate Change

PLTA Batang Toru Tanam Pohon Langka, Bagian Antisipasi Climate Change NERACA Sipirok, Sumatera Utara - Pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air…

Bank Dunia Proyeksikan Perlambatan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik

      NERACA   Jakarta - Laporan terbaru Bank Dunia memproyeksikan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Avnos Pindahkan Kantor Pusatnya Ke Indonesia - Jadikan Pasar Prioritas

      NERACA   Jakarta - Startup cybersecurity, Avnos memindahkan kantor pusatnya dari Singapura ke Indonesia. Menurut CEO dan…

Hiip Asia Ekspansi ke Indonesia

    NERACA   Jakarta - Untuk memperluas pasar global, Hiip Asia melakukan ekspansi dengan merambah pasar Indonesia. Hiip Asia…

Enam Masalah Pemicu Krisis Penyelenggaraan Haji

      NERACA   Jakarta - Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Informasi Kementerian Agama (Kemenag) Hadi Rahman…