Raup Untung dari Lezatnya Bisnis Kuliner

Bisnis kuliner dapat senantiasa tumbuh dari waktu ke waktu. Pemain lama, umumnya berkembang semakin besar dan terus merentangkan sayapnya menjadi berskala nasional bahkan internasional. Sementara para pemain baru, tetap mendapat tempat di hati pecinta kuliner Indonesia.

NERACA

Ya, memang bisnis kuliner dipercaya tidak akan pernah mati, alasannya perkembangan jumlah penduduk dan gaya hidup membiuat biosnios ini tak pernah “mati angin”. Setuju atau tidak, yang jelas dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak maka semakin banyak pula kebutuhan pangan yang harus disediakan.

Akibatnya, usaha kuliner mampu memberikan keuntungan (profit margin) yang cukup tinggi, bahkan ada yang mengatakan keuntungannya di atas 50% dari hasil penjualan kotor. Tak heran jika tiap bulan selalu ada saja usaha kuliner (gerai/tresto) yang baru buka.

Bisnis makanan adalah bisnis yang menjanjikan dengan tingkat perputaran uang yang sangat cepat juga denagn break event point yang juga cepat. Namun perlu diingat bahwa pada dasarnya bisnis restoran adalah mengenai makanan, jadi pengaturan tempat dan suasana adalah nilai tambah bagi sebuah usaha tempat kuliner.

Terdapat berbagai alasan kenapa bisnis kuliner (rumah makan) sering dijadikan pilihan dalam memulai usaha, antara lain dari sisi konsumennya, saat ini makan tidak hanya sekedar menjadi kebutuhan pokok saja, tetapi lebih dari itu makan sudah menjadi kegiatan wisata yang cukup menyenangkan.

Perhatikan saja, beberapa wisatawan dalam mengunjungi lokasi serasa belum “afdhal” rekreasinya kalau belum menikmati hidangan istimewakhas daerah tersebut. Nah, hal-hal seperti inilah yang menjadikan perputaran roda bisnis kuliner terus berlangsung.

Beberapa tahun belakangan, perkembangan usaha makan meningkat drastis, mulai dari pedagang kaki lima hingga pedagang makanan modern (restoran). Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata pendapatan pengusaha makanan dan minuman kaki lima dan rumahan berada diatas rata-rata upah minimum regional.

Jadi intinya, fakta tersebut mampu memberikan keuntungan bagi siapa saja pelakunya. Coba bayangkan, itu baru usaha kuliner kaki lima, lantas bagaimana dengan usaha kuliner yang sudah besar? Dapat dipastikan, hasilnya akan lebih banyak dari itu. Namun, tetap saja pemilik harus kreatif melihat perkembangan pasar. Kalau tidak, mungkin tidak akan berttahan lama.

Selain itu, kelebihan usaha ini tidak akan mengganggu kegiatan Anda yang lainnya. Umpamanya, Anda seorang karyawan. Anda tetap bisa menjalankan usaha kuliner ini sambil tetap bekerja di perusahaan dimana Anda bekerja sekarang

Apalagi bagi ibu-ibu rumah tangga, bagi mereka bisnis ini mungkin bisa lebih enak lagi. Ibu-ibu rumah tangga dapat merintis usaha mereka sendiri sebagai tambahan penghasilan dari suami misalnya. Selain itu, dengan membuka bisnis ini Anda juga akanmampu membantu program pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.

Sebut saja, sebuah gerai memiliki 5 orang karyawan, kalau sepuluh gerai berapa jumlahnya, dan kalau lebih dari itu, dapat dibayangkan berapa banyakl penyerapan tenaga kerja yang bisa Anda lakukan.

Inovasi Kuliner

Berbisnis kuliner mengharuskan Anda pintar membaca situasi dan kondisi yang sedang “in” saat ini. Seperti soal bumbu masakan, atau segala bentuk perlengkapan lainnya. Itu harus diperhatikan kalau ingin sukses mengelola bisnis ini.

Seperti misalnya, saat bulan Ramadhan menu apa saja yang harus dikreasikan agar mampu menarik pelanggan. Begitu juga saat Natal dan Tahun Baru, inovasi di segala bidang harus dilakukan. Selain itu, inovasi juga membuat restoran Anda berbeda dengan yang lainnya.

Dengan demikian, moment tersebut (Ramadhan, natal, dan Tahun Baru) dapat menjadi lahan emas bagi pengusaha kuliner. Tinggal bagaimana si empunya usaha mengemas dan memanfaatkan moment yang ada. Jika tidak, usaha yang dijalankan akan gagal.

BERITA TERKAIT

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…

Berkat Strategi Bisnis Tepat - ABM Investama Raup Laba US$ 65,49 Juta

NERACA Jakarta - PT ABM Investama Tbk (ABMM), perusahaan energi terintegrasi nasional membukukan laba bersih sebesar US$ 65,49 juta di…

Dari Jambi Hingga Gorontalo, Dikembangkan IKM Kelapa Terpadu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin giat memacu hilirisasi komoditas kelapa agar menjadi produk industri dalam negeri yang bernilai tambah…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…