Perkembangan Bisnis Kuliner Indonesia

Sejak beberapa tahun silam, tampaknya bisnis di kota-kota besar seperti Jakarta dan kota lainnya, masih isi oleh beberapa bisnis kreatif, dimana termasuk di dalamnya adalah bisnis kuliner.Ya, segala bentuk bisnis, tentunya cepat atau lambat pasti akan menuju titik terang. Titik dimana persaingan menjadi sedemikian ketat dan buas. Dan yang tidak mampu menjawab tantangan zaman, maka dipastikan akan tersingkir.

Memang, logikanya dalam persaingan, membuat “profit margin” semakin tipis, tapi jangan salah meski kuliner telah banyak pemainnya bukan berarti bisnis ini tidak prospek untuk dijalankan. Untuki itu, dalam berbisnis kuliner membutuhkan strategi yang mumpuni agar mampu bersaing dengan pemain-pemainnya.

Alasan kebutuhan manusia akan makan menjadi dasar kenapa bisnis ini tak pernah mati. Anda hanya perlu melihat pangsa pasar apa yang Anda inginkan. Umumkah? Menu makan tradisional kah? Atau Modern?

Nah, soal ini biasanya para pengusaha kuliner jeli melihat peluang dan berusaha semakin kreatif untuk menawarkan produk andalannya. Tak heran, jika beberapa produk kuliner mendapat perhatian husus para pecintanya. Otomatis, ini membuat semakin hidup bisnis kuliner.

Meskipun menu sama, bahan baku pun sama. Namun, ketika dikemas lewat kreativitas dan inovasi, pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Perhatikan saja, sebuah restorabn menawarkan menu yang sesungguhnya tak jauh berbeda dengan restoran lainnya, hanya saja dikemas sedikit kreatif toh tetap laris.

Nah, soal pilihan rasa menu kuliner yang diminati banyak ragamnya, tinggal pilih Anda mau main di kelas yang mana. Apakah, kuliner tradisional ataupu kuliner modern khas Eropa dan lain sebagainya. Kuliner tradisional memang hingga kini masih sangat diminati, seperti nasi uduk Betawi, Soto Madura dan lain sebagainya telah mendapat citra tersendiri di lidah pecinta kuliner.

Untuk itu, menu-menu tradisional ini patut dikembangkan. Karena selain sehat, bersih, hiegenis, ada pada menu-menu tradisional ini. Selain itu, peminatnya juga sudah cukup banyak. Tinggal mengkreasikan sedikit saja menu-menu tersebut, pasti akan berjalan dengan baik bisnis yang Anda kelola.

“Yanag dicari konsumen itu kan, menu yang enak, mau tradisional ataupun modern sama saja, asalkan enak pasti diburu pecinta kuliner,” ujar Riki ketika ditemuai usai menyambangi sebuah restoran tradisional di Jakarta Selatan.

Sementara itu, banyak kalangan yang menyatakan kalau menu tradisional akan kembali mendapat tempat di hati pecinta kuliner Indonesia. Pasalnya, saat ini telah banyak yang bosan dengan menu-menu modern dan justru melirik menu tradisional.

Selain itu kabarnya, menu-menu tradisional lebih menyehatkan ketimbang menu-menu modern yang ditawarkan beberapa restoran. Maklum, menu-menu modern yang dikenal ya seperti itu, banyak yang mengakibatkan tubuh justru tidak sehat.

“kalau saya lebih senang menu tradisional, menu modern itu kan identik dengan fast food, dan menu seperti itu dikenal tidak sehat, makanya saya pikir, masyarakat seperti saya akan lebih memilih untuk mengonsumsi menu makan tradisional,” ujar Riki.

BERITA TERKAIT

Niaga Komoditas - Indonesia Berpotensi Membawa Kebijakan Sawit Uni Eropa ke WTO

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pihaknya berpotensi untuk membawa kebijakan diskriminatif terhadap minyak kelapa sawit yang dikeluarkan oleh…

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

KAMPANYE HITAM KELAPA SAWIT - Indonesia Siapkan 5 Sikap Tegas Hadapi UE

Jakarta-Pemerintah Indonesia akan menempuh segala cara untuk menentang rencana kebijakan Uni Eropa tersebut, bahkan akan membawanya ke forum WTO, jika…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…