Utamakan Kerjakeras dan Team Work - Rachmad Wiriantoro, Owner Berakar Komunikasi

Perkembangan industri kreatif di Indonesia belakangan ini begitu pesat, seiring dengan perkembangan teknologi digital industri kreatif pun makin terdongkrak. Salah seorang penggiat industri kreatif nasional adalah Rachmad Wiriantoro, Pria kelahiran 30 Maret 1975 ini adalah seorang Account Director di Berakar Komunikasi, Perusahaan yang dibangun bersama beberapa temannya ini merupakan perusahaan yang cukup memiliki nama di dunia advertising industry.

Perjalanan Roy sapaan akrab Rachmad, berawal dari karirnya sebagai marketing di salah satu radio swasta di Jakarta, saat itu menurutnya cukup menyedihkan meniti karir. "Ya, awal-awal berkarir sempat susah-susah dahulu, kemudian Alhamdulillah kini bisa berkembang," ucap dia.

Saat itu, dalam perjalanannya menghadapi konsumen, segala bentuk penolakan sudah sering diterimanya, jangankan penolakan makian dari konsumennya pun sering diterimanya, namun semua itu merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi.

Untuk itu, penggila motor gede ini pun menuturkan bahwa baginya, hidup itu akan lebih baik bila kita sering dihadapkan oleh tantangan, hal itulah membuatnya lebih kuat dan tentunya dari situ dia mampu belajar memperbaiki diri dan berkarya.

Berakar Komunikasi, perusahaan binaanya ini merupakan salah satu dari sekian banyak target yang telah dicanangkan dalam hidupnya, dulu dia selalalu berharap bisa memiliki usaha sendiri karena melihat peluang bisnis pada industry kreatif ini sangat luas dan sangat menguntungkan. "Atas dasar itulah saya termotivasi untuk terus mengembakan diri hingga akhirnya saya bersama teman teman bisa membangun dan merintis pendirian Berakar Komunikasi ini," tegasnya.

Mengenai modal awal kala mendirikan sebuah usaha, Roy mengatakan modal awal boleh dibilang pas-pasan, namun dengan tekad dan kesolidan, tim Berakar bisa survive, bahkan dalam waktu kurang dari satu tahun berakar sudah berhasil break event point. "Ini karena kesolidan tim, hingga kita bisa bertahan hingga sekarang," sebut dia.

Ya, dengan kerja keras dan teamwork yang baik perlahan tapi pasti perusahaannya bisa meraih kepercayaan konsumen, karena yang terpenting adalah bagaimana menjaga kepuasan dan kepercayaan konsumen. "Itu merupakan aset yang sangat berharga, hal tersebut menjadi penting karena setiap perusahaan yang bergerak dibidang jasa harus bisa membuat konsumen terpuaskan agar kerjasama kita bisa langgeng," tukas Roy.

Walaupun dari segi usia perusahaan, Berakar Komunikasi masih terbilang muda di industri advertising, namun mereka yang tergabung di dalmnya merupakan orang-orang lama dan pernah tergabung di perusahaan periklanan Multinasional.

Sebut saja, dulu Roy yang selama perjalanan karirnya pernah bebarapa kali dibajak oleh perusahaan asing seperti mcCan-Erickson, JWT, dan beberapa perusahaan Multinasional lainnya. Makanya, meski masih mudaRoy banyak memiliki pengalaman, karena sudah malang melintang di dunia advertising. "Ini membuat kita percaya diri, dan selalu siap menghadapi persaingan di pasar industry kreatif yang saat ini semakin meningkat," ujarnya.

Lulusan salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini berharap dengan berdirinya Berakar Komunikasi agar ia bisa menggali potensi dirinya lebih dalam lagi, hal ini merupakan tuntutan buatnya, selain target yang harus dipenuhi, ia juga harus sadar, bahwa sebagai salah satu pemilik usaha dirinya harus berfikir lebih keras demi karyawan dan kemajuan perusahaan.

Dengan kerja keras dan team yang solid, selama ini apa yang dia usahakan telah membuahkan hasil, bahkan dengan hasil yang cukup memuaskan. Namun, seperti diutarakan Roy dirinya tidak mau cepat puas karena masih banyak yang harus kita tempuh dan kita mau dapat terus berkembang. Hal ini tentunya sesuai dengan filosofi Berakar, yaitu kita lahir, tumbuhdan mengakar disana. Secara harfiahnya Roy menjelaskan apapun yang dibuat dalam konteks advertising dapat mengakar dan mengena di hati konsumen.

Akibatnya, sederet usaha yang dilakukannya, Roy mampu menyabet bebrapa penghargaan. Namun, dari sederet penghargaan yang ada, menurut Roy yang paling berharga baginya adalah pada saat konsumen kita merasa terpuaskan dengan karyanya.

Kedepannya Roy menargetkan untuk dapat membangun bisnis ini menjadi suatu bisnis yang berkelanjutan, sehingga dapat terus mengakar di industry kreatif. Pasalnya, bagi dia industri kreatif masih akan terus berkembang, dan persaingan pun akan semakin ketat, dan yang tidak mampu mengikuti alurnya maka akan tersingkir. "Nah, kini tinggal bagaimana kita bisa menciptakan ide-ide yang kreatif , inovatif dan berani mengekspresikan diri", tutup Roy.

BERITA TERKAIT

Harga Tiket Tetap Utamakan Keselamatan

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menyampaikan bahwa penurunan tiket…

Hadir Dalam Tiga Tipe, All New Camry Lebih Mewah dan Agresif

PT Toyota Astra Motor (TAM) membuka tahun 2019 dengan menghadirkan All New Camry yang diklaim memiliki tampilan lebih mewah dan…

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…