“Pegawai OJK Profesional dan Berintegritas”

NERACA

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Muliaman Darmansyah Hadad mengharapkan setiap pegawai OJK memiliki profesionalisme dan integritas untuk menjawab tantangan masyarakat dalam bidang pengawasan industri jasa keuangan.

"Para pegawai OJK diharapkan tidak hanya profesional, tapi juga memiliki integritas serta moral dan akhlak yang baik untuk menghadapi setiap tantangan dalam bidang pengawasan industri jasa keuangan," ujarnya dalam acara penyerahan surat keputusan pengangkatan pejabat dan pegawai OJK di Jakarta, Rabu.

Muliaman mengatakan, OJK merupakan organisasi yang baru terbentuk untuk meningkatkan pengawasan industri jasa keuangan melalui metodologi yang lebih baik, dan nantinya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat.

Untuk itu, dirinya meminta, para pegawai harus bekerja keras untuk mewujudkan tujuan tersebut agar menciptakan pasar keuangan yang berintegritas serta memiliki transparansi yang baik. "Tugas pokok OJK sangat jelas untuk memberikan suatu yang baru dan lebih dibandingkan kondisi di masa lalu. Mudah-mudahan kebersamaan dapat kita wujudkan untuk merespon harapan masyarakat," tutur Muliaman.

Selain itu, Muliaman juga menginginkan adanya budaya kerja dan kepempimpinan yang baik, untuk menjawab visi serta nilai-nilai OJK, dalam upaya membangun profesionalisme dan integritas tersebut. "Peningkatan profesionalisme, integritas dan melahirkan cara yang efektif inilah yang merupakan nilai-nilai OJK dalam menghadapi tantangan dan persoalan di industri jasa keuangan," tukasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

Dongkrak Penjualan - Passpod Gandeng Tokopedia dan LOKET

NERACA Jakarta - Perluas penetrasi pasar untuk mengerek pertumbuhan penjualan, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau lebih dikenal Passpod…

Isu Hukum dan HAM Jangan Hanya Jadi Dagangan

Oleh: Dyah Dwi Astuti Ada kekhawatiran bahwa debat pertama capres-cawapres tentang hukum, HAM, korupsi dan terorisme akan berlangsung normatif karena…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank BUMN Minta Pengaturan Bunga Deposito

      NERACA   Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan…

Realisasi KUR 2018 Capai Rp120 Triliun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2018…

BNI Belum Putuskan Soal Kerjasama WeChat dan Alipay

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) masih belum menentukan keberlanjutan kerja sama dengan dua perusahaan…