Wismilak Bandrol Harga IPO Rp 650 Per Saham - Targetkan Dana Rp 409,47 Miliar

NERACA

JAKARTA – Produsen rokok PT Wismilak Inti Makmur menetapkan harga saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp650 per saham. Sebelumnya, perseroan menetapkan kisaran harga saham perdananya, Rp575-Rp800.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam publikasinya di Jakarta, Rabu (5/12). PT Wismilak Inti Makmur Tbk akan melepas 629,96 juta saham atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp100 dengan harga penawaran Rp650 per saham.

Dengan melepas 30% saham ke public, nantinya perseroan diperkirakan akan meraih dana sekitar Rp409,47 miliar dari hasil penawaran saham perdana. Selain itu, perseroan mengadakan program alokasi saham karyawan sebanyak-banyaknya sebesar 10% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum.

Rencananya, dana hasil penawaran saham perdana akan digunakan untuk belanja modal sekitar 50%, sekitar 30% untuk modal kerja dan 20% untuk pelunasan utang bank. Pelaksanaan penjatahan saham akan dilakukan oleh penjamin pelaksana emisi efek dengan sistem kombinasi yaitu fixed allotment sekitar 98% dan 2% untuk pooling. Perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Jadwal penawaran saham perdana antara lain tanggal efektif pada 4 Desember 2012, masa penawaran pada 6,7,10,11, dan 12 Desember 2012, penjatahan pada 14 Desember 2012, distribusi saham secara elektronik pada 17 Desember 2012, pengembalian uang pesanan pada 17 Desember 2012, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Desember 2012.

Asal tahu saja, Wismilak akan menjadi pabrik rokok keempat yang melantai di bursa efek dengan melepas sebesar 30% saham kepada para investor di pasar modal.

Ekspansi Ke Asia

Sebelumnya, Presiden Direktur Wismilak Ronald Walla pernah bilang, perseroan menargetkan penjualan rokok 2013 tumbuh 60% dan penjualan rokok mencapai 1,8 miliar batang, “Peningkatan penjualan akan didukung dengan menambah penetrasi ke pasar rokok yang mencapai pedalaman,”katanya.

Saat ini produksi rokok Wismilak mencapai tiga miliar batang per tahun. Rata-rata dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan perseroan mencapai 30% dari segi produksi. Tahun depan, Wismilak juga menargetkan pendapatan laba bersih tumbuh 60%. Per Oktober, laba bersih perseroan mencapai Rp 60 miliar dan pendapatan menembus angka Rp 933 miliar, “Kita perkiraan pertumbuhan laba pada 2013 tumbuh 50-60% dibandingkan dengan 2012. Laba bersih Rp60 miliar,”ungkapnya.

Target tersebut diupayakan bisa terealisasi dengan cara peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan market share. Perseroan akan terus meningkatkan kapasitas produksi, market share Jawa Timur dan Jawa Tengah lima persen dan Sumatera Utara 10-11%.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan ekspansi bisnis ke tiga negara yang dinilai memiliki market share yang besar untuk rokok. Ekspansi akan dilakukan ke Malaysia, Hongkong, dan Singapura, “Ekspansi tahun ini, launch produk baru mild di semester II," tuturnya.

Perseroan melauncing produk mild jenis premium, yakni Diplomat Mild dan diharapkan dengan produk baru ini menjadi pendorong pertumbuhan perusahaan. Lanjut Ronald, dengan upaya ekspansi ke Asia akan membuat perusahaannya berkembang dan menjadi brand perusahaan. (bani)

BERITA TERKAIT

Kominfo Targetkan Kebijakan 5G Rampung Tahun Ini

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan merampungkan kebijakan 5G tahun ini. “Tahun ini harus sudah keluar kebijakannya karena kita…

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

Harga Tinggi Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kalimantan Barat, Nugroho Henray Ekasaputra, mengatakan harga tiket pesawat yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…