Perkuat Aset, MNC Land Buyback 335,69 Juta Saham

NERACA

Jakarta- PT MNC Land Tbk (KPIG) akan melakukan penjualan hasil pembelian kembali (buy back) sebanyak 335,69 juta lembar saham. Pelaksanaan buyback tersebut akan dilakukan sejak 19 Desember 2012. “Penjualan saham buyback sebanyak 335,69 juta lembar saham akan dilakukan dalam 18 bulan sejak 19 Desember 2012.” jelas Direktur PT MNC Land Tbk Dipa Simatupang di Jakarta, Rabu (5/12).

Dipa mengatakan, dalam pelaksanaan buyback tersebut perseroan telah menunjuk PT MNC Securities. Sementara pada perdagangan saham kemarin, volume perdagangan saham perseroan telah mencapai 12,89 juta saham. Tercatat, saham MNC Land mengalami peningkatan sebesar 4,96% ke level Rp1.480 per saham.

Sementara pada kuartal ketiga 2012, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp85,54 miliar atau Rp24,26 per saham. Angka tersebut menunjukkan terjadinya peningkatan sekitar 209,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,62 miliar atau Rp8,56 per saham.

Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya bagian laba entitas asosiasi dari Rp17,36 miliar menjadi Rp58,39 miliar. Perseroan mencatat, pada kuartal ketiga 2012 memperoleh keuntungan penjualan investasi saham sebesar Rp20,71 miliar, sedang pada tahun sebelumnya hanya berhasil mendapatkan keuntungan senilai Rp940 juta.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan peningkatan pada pendapatan pokok, yaitu dari Rp58,66 miliar di kuartal ketiga 2011 menjadi Rp74,05 miliar pada tahun ini. Sedang untuk beban pokok perseroan tercatat mengalami peningkatan dari Rp40,15 miliar menjadi Rp50,70 miliar.

Ekspansi Bisnis Hiburan

CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT) sebelumnya mengatakan, pihaknya berencana membangun taman hiburan (theme park) sekelas Disneyland di Lido, Sukabumi, Jawa Barat melalui PT MNC Land Tbk. Untuk pembangunan taman hiburan tersebut perseroan telah membeli lahan berukuran 1.000 hektare lebih di kawasan tersebut. “Saya akan buat theme park yang menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya.

Menurut Hary, taman hiburan sekelas Disneyland yang akan dibangun tersebut dapat menjadi tempat alternatif rekreasi bagi keluarga Indonesia yang menginginkan taman hiburan yang luas sekaligus menyenangkan. Pihaknya berencana akan membuat taman hiburan tersebut secara integratif sehingga seluruh keluarga dapat menikmati hiburan di satu tempat tersebut.

Hary menilai, sejauh ini keluarga mencari hiburan dengan memilih mengunjungi Universal Studio Singapura, Disneyland Hong Kong, Disneyland Tokyo ataupun Orlando di Amerika. Jadi dengan skema tersebut, Harry optimistis tidak hanya dapat menarik wisatawan lokal, tetapi juga menjadi tempat tujuan para wisatawan luar negeri.

Sebagai informasi, selain pembelian lahan yang diperuntukkan sebagai taman hiburan, baru-baru ini perseroan telah membeli lima ruas tol dari enam ruas yang ditawarkan PT Bakrie Toll Road, antara lain Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang (Jawa Tengah), Pasuruan-Probolinggo (Jawa Timur), Batang-Semarang (Jawa Tengah), Cimanggis-Cibitung (Jawa Barat), dan Ciawi-Sukabumi (Jawa Barat). (lia)

BERITA TERKAIT

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…