Pariwisata Bisa Imbangi Defisit Perdagangan

NERACA

Jakarta – Defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2012 yang mencapai US$ 1,55 miliar perlu ditindaklanjuti dengan meningkatkan sektor pariwisata.

“Pariwisata ini kan semacam ekspor, tetapi di dalam negeri,” kata guru besar IPMI Business School Roy Sambel kepada Neraca di Jakarta, Rabu (5/11).

Dia mengatakan bahwa adanya bisnis-bisnis yang membantu penjualan hotel seperti Agoda dan Happy Holiday adalah salah satu bentuk pancingan wisatawan mancanegara untuk berplesir ke Indonesia.

Sektor pariwisata Indonesia begitu menggiurkan untuk dunia industri. Indonesia mempunyai 17.508 pulau dan terumbu karang terkaya di dunia. Tidak kurang dari 3.000 spesies ikan hidup di Indonesia. Dan masih banyak lagi kekayaan alam Indonesia yang dapat menjadi nilai jual industri pariwisata Indonesia.

Jumlah wisatawan mancanegara setiap bulannya sepanjang 2012 sampai September selalu meningkat dari bulan yang sama satu tahun sebelumnya. Hanya pada Juli saja yang jumlah wisatawan mancanegaranya berkurang. Pada Juli 2011, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 745.451 orang, sementara pada Juli 2012 hanya 701.200 wisatawan. Selama bulan-bulan yang lain, angka wisatawan mancanegara 2012 lebih tinggi dari 2011.

Jika dilakukan perbandingan tahun per tahun, jumlah wisatawan mancanegara tiap tahunnya selalu meningkat. Pada 2010, wisatawan mancanegara sebanyak 7.002.944 orang, meningkat menjadi 7.649.731 pada 2011. Jumlah pengeluaran per wisatawan per kunjungan juga meningkat, dari US$ 1.086 pada tahun 2010 menjadi US$ 1.118 pada 2011.

Data-data tersebut membuktikan bahwa industri pariwisata Indonesia berkembang cukup baik. Krisis yang terjadi di Eropa terbukti tidak memadamkan industri pariwisata Indonesia.

Meskipun demikian, kata Roy, Indonesia masih mempunyai banyak pekerjaan rumah. “Malaysia yang jumlah penduduknya 25 juta saja turisnya 2 juta. Indonesia dengan jumlah penduduk yang 9 kali lipat Malaysia, turisnya baru 8 juta kan,” kata Roy.

Beberapa alasan wisatawan enggan ke Indonesia, kata Roy, adalah transportasinya yang masih sulit dan pengurusan dokumen yang rumit.

Meski dengan kondisi yang menurut Roy belum maksimal ini saja, Indonesia sudah dapat memancing investor. Sebut saja Happy Holiday, sebuah perusahaan penjualan tiket hotel. Pemiliknya adalah salah satu konseptor Toko Bagus, yaitu Arnold Sebastian Egg, pemuda asal Belanda.

Arnold merasa optimis dengan pasar pariwisata di Indonesia. “Domestic travel sedang booming dan orang mulai terbiasa memesan tiket online,” kata dia.

“Berikutnya, setelah terbiasa mencari hotel lewat internet, orang akan mencari yang paling murah. Mereka akan menemukan bahwa Happy Holiday memberikan harga paling murah, seperti yang mereka harapkan,” ujar Arnold

Pada kenyataannya memang sudah banyak yang menjadi pesaing Happy Holiday. “Justru menurut saya, itu menjadi bukti bahwa ini adalah waktu yang benar untuk memulai usaha seperti ini di Indonesia. Yang penting eksekusi kita lebih baik daripada mereka,” jelas Arnold.

BERITA TERKAIT

Pariwisata, Pencetak Devisa Cepat

Selain Tanjung Kelayang, pemerintah akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kawasan yang…

Ajang MotoGP: Manfaat Bagi Pariwisata Dan Olahraga

Presiden Jokowi menyebut ajang balap motor bergengsi MotoGP akan membawa dua kemanfaatan bagi Indonesia dari sisi olahraga dan pariwisata. "Kita…

BRI Online Travel Fair Dorong Pertumbuhan Pariwisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung program BRI Online Travel Fair ke-22 yang diinisiasi oleh online travel agen terkemuka Traveloka dengan Bank…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Cara PLN Dorong Ekonomi Indonesia Jadi Top Ten Dunia

  NERACA Jakarta - Konsumsi listrik yang besar selama ini dianggap sebagai pemborosan. Namun rupanya, data yang ada memperlihatkan, semakin…

Itang Yunasz Yakin Indonesia Jadi Kiblat Fasyen Muslim Dunia

  NERACA Tangerang – Salah satu desainer senior Indonesia, Itang Yunasz merasa yakin bahwa Indonesia bakal jadi kiblat fesyen muslim…

Pendataan Luas Lahan Sawit Harus Dipertajam Agar Valid

  NERACA Jakarta - Persoalan pendataan yang akurat terhadap luas lahan kelapa sawit yang terdapat di seluruh Nusantara masih dipermasalahkan berbagai pihak sehingga…