Jual Klaster Baru, Agung Podomoro Bidik Penjualan Rp 500 Miliar

NERACA

Jakarta- Pembangunan proyek Vimala Hills Villa & Resort yang dilakukan oleh PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui anak usahanya PT Putra Adhi Prima ditargetkan dapat meraup penjualan senilai Rp500 miliar pada akhir tahun 2012 melalui jualan kluster Krakatau yang merupakan klaster keenam, “Dengan penambahan kluster Krakatau, kita targetkan penjualan Rp500 miliar pada akhir tahun,”kata General Manajer Marketing, Zaldy Wihardja di Jakarta, Rabu (5/12).

Dia mengatakan, sejauh ini penjualan unit hunian dengan bentuk resort yang ditawarkan perusahaan di luar prediksi. Dari kluster keenam yang baru diluncurkan saja misalnya, sebanyak 13 unit dari 43 unit yang dibangun telah terjual. Sementara untuk lima kluster yang telah dipasarkan, yaitu Bromo, Pangrango, Semeru, Argapuro, dan Rinjani menurut dia telah terjual sekitar 90%.

Sebagian besar penjualan vila, lanjut Zaldy didominasi oleh keluarga atau individu yang mencari kenyamanan dan ketenangan sekaligus investasi. Pihaknya mencatat, sekitar 60% dari 13 unit kamar yang terjual tersebut merupakan tipe hunian dengan dua kamar, dan 30% untuk tipe tiga kamar, sedang sisanya merupakan tipe tiga kamar. Adapun harga yang ditawarkan untuk kluster Krakatau menurut dia berada di kisaran Rp1,8- 2 miliar.

Menurut Zaldy hunian dalam bentuk resort mendapat sambutan yang cukup positif, khususnya dari masyarakat ibukota. Pasalnya, sekitar 85% dari pembeli unit kamar yang ditawarkan oleh Vimala Hills berasal dari Jakarta, sedang sisanya berasal dari luar kota, seperti Palembang, Riau, dan kota lainnya. Karena itu, pihaknya menilai proyek pembangunan hunian resort memiliki potensi market yang masih cukup besar.

Di samping klaster Krakatau, kata dia, Vimala Hills menghadirkan unit khusus yang berada di lokasi tebing sebagai lokasi istimewa dengan lima kamar. “Unit khusus lima kamar di samping Vimala Hills memiliki view lembah spektakuler dengan luas tanah mulai 1000 meter persegi.” jelas Zaldy.

Zaldy menambahkan, pada tahap kedua dan ketiga pihaknya akan membangun kembali 300 unit vila dan juga hotel bintang lima yang akan dioperasikan oleh Pullman. Rencananya, hotel Pullman akan dirancang dengan 400 kamar dan 40 unit vila, dan mulai dibangun pada pertengahan atau akhir tahun depan.

Untuk informasi, Vimala Hills & Resort merupakan proyek yang dikembangkan oleh Agung Podomoro di atas lahan seluas 85 hektar yang berlokasi di Jalan Raya Puncak, Simpang Gadog Bagor, Jawa Barat. Adapun total keseluruhan investasi dari proyek tersebut diperkirakan menelan dana sekitar Rp1,7-2 triliun.

Agung Podomoro memperkirakan penjualan unit properti (marketing sales) tahun ini bisa mencapai Rp5,3 triliun atau bahkan melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp4,6-5triliun. Sementara hingga semester pertama 2012, Agung Podomoro telah membukukan marketing sales sebesar Rp 2,6 triliun. Dari jumlah tersebut, proyek Superblok Green Bay kontribusi sebesar 53%. Adapun kontribusi proyek Metro Park Residence, Vimala Hills, dan Podomoro City Extension mencapai 17%. (lia)

BERITA TERKAIT

Bangun Pabrik di Kalimantan - Waskita Beton Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –Danai pengembangan bisnis, yakni membangun pabrik di daerah Kalimantan,PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melakukan periode penawaran awal…

Jual Tanobel Sehat Nutrisi - CLEO Raup Dana Segar Rp 11 Miliar

NERACA Jakarta - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengantungi dana segar senilai Rp11 miliar dari penjualan saham perseroan di PT…

Perbesar Pasar Ekspor - Sritex Bidik Pendapatan US$ 1,19 Miliar

NERACA Jakarta – Seiring dengan upaya memperbesar pasar ekspor, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex tahun ini mengincar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…