Kemenperin Minta Industri Mesin Diperkokoh

NERACA

Jakarta - Staf Ahli Menteri Perindustrian bidang Pemasaran dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Ferry Yahya meminta agar industri mesin di dalam negeri perlu diperkokoh supaya bisa bersaing dengan produk-produk impor. Ferry melihat industri permesinan di Indonesia masih sangat ketergantungan terhadap bahan baku dan teknologi impor.

"Struktur industri mesin dalam negeri perlu diperkokoh. Karena industri mesin Indonesia masih sangat ketergantungan terhadap bahan baku dan teknologi impor," ungkap Ferry saat ditemui pada acara pembukaan pameran International Manufacturing, Equipment, Materials & Service Exhibition di Jakarta, Rabu (5/12).

Akibat ketergantungan dengan produk impor, lanjut dia, hal itu bisa menyebabkan produk-produk mesin dalam negeri kalah bersaing. Hal ini bisa dilihat dari sisi harga produk-produk mesin impor yang cenderung lebih murah.

"Seharusnya kita harus bisa mampu mendesain serta melakukan inovasi teknologi, caranya adalah bermitra dengan perusahaan mancanegara untuk bisa mendapatkan alih teknologi dari mereka sehingga pada masa yang akan datang, Indonesia tidak ketergantungan dengan produk impor khususnya di industri mesin," ujarnya.

Ia berharap kedepannya setiap proyek-proyek pemerintah diminta untuk menggunakan mesin-mesin, peralatan yang dibuat di dalam negeri. "Dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Penggunaan produk dalam negeri juga dijelaskan bahwa dalam pengadaan barang atau jasa pemerintah dimintya untuk menggunakan produk dalam negeri. Itu adalah amanat yang harus dikerjakan," ucapnya.

Menurut dia, industri permesinan di Indonesia tumbuh luar biasa hal itu bisa dilihat dari antusiasme peserta pameran industri mesin dan mesin perkakas yang mencapai 2.400 perusahaan. "Ini menunjukan sinyal positif bagi perkembangan industri permesinan di Indonesia. Kami juga mengharapkan para exhibitors asing tidak hanya menjual produknya tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai basis produk-produknya dan mau menerapkan alih teknologi," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Ferry, industri mesin merupakan hal yang penting dalam struktur perindustrian di Indonesia. Karena menjadi salah satu sektor fundamental untuk memasok mesin-mesin dan dan peralatannya bagi sektor manufaktur, konstruksi, pertambangan, energi, pertanian, transportasi dan sektor lainnya. Untuk negara-negara pemasok mesin, lanjut dia, seperti Jerman, China, Jepang, Itali, Korea Selatan, Taiwan dan Amerika yang masih menguasai pasar industri mesin global.

Tren Pasar

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Alex S.W. Retraubun mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengarahkan pengembangan industri permesinan nasional pada sektor teknologi yang sesuai dengan tren pasar dan mengutamakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

"Pengembangan industri permesinan harus ke arah teknologi yang mendukung transportasi, mesin berbasis agro, dan industri telematika sesuai dengan tren permintaan pasar. Pada industri permesinan akan diarahkan memproduksi mesin dengan tingkat TKDN yang tinggi," kata Alex.

Untuk industri mesin berbasis agro, menurut Alex, akan memproduksi mesin bertenaga uap (boiler). "Saat ini, industri permesinan di dalam negeri masih lebih banyak memproduksi mesin-mesin dan peralatan yang statis. Sedangkan produk mesin dinamis masih mengadopsi teknologi dengan presisi yang sederhana," paparnya.

Untuk jangka pendek dan menengah, lanjut Alex, industri permesinan masih diarahkan pada industri berbasis manufaktur, seperti, industri logam, pertekstilan, dan alas kaki. "Selain pengembangan industri, penguatan dan ketersediaan jasa pemeliharaan mesin juga menjadi perhatian serius pemerintah. Regulasinya akan mengikuti dengan kebijakan menggunakan produk lokal," ujarnya.

Alex menambahkan, dengan penguatan industri dalam negeri, akan mengurangi impor alat-alat mesin dari luar dan menekan biaya produksi. "Penggunaan mesin dari dalam negeri membuat biaya menjadi efisien dan nilai jual produk tidak melambung tinggi," tutupnya.

Sekedar informasi, Pameran Manufacturing Indonesia 2012 dan Machine Tool Indonesia telah kembali digelar dengan menghadirkan produk teknologi dan jasa manufaktur, mesin perkakas dan logam. Senior Project Manager PT Pamerindo Indonesia, pengelola pameran, Maysia Stephanie menuturkan kombinasi kedua pameran itu menjadi kesempatan yang sangat baik bagi komunitas manufaktur dari seluruh penjuru Indonesia untuk menemukan teknologi dan inovasi terbaik serta solusi pengolahan dan mesin-mesin tercanggih. "Pameran ini ditargetkan untuk bisa menghadirkan lebih dari 2.400 peserta dari 40 negara dan 25.000 pengunjung," katanya.

Menurutnya, RI telah berkembang menjadi pusat manufaktur yang cukup menonjol secara global. Industri manufaktur dalam negeri terus melakukan tranformasi pesat untuk melayani beragam sektor industri. "Pertumbuhan ekonomi RI diperkirakan sebesar 6,3% dengan investasi asing diharapkan bisa menembus angka US$21,7 milliar. Ini merupakan peluang bagus bagi industri manufaktur," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Empat Prioritas Kemenperin di 2019 - Pembangunan Kualitas SDM Industri Menjadi Fokus Pemerintah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian siap mengejar empat program kerja prioritas di tahun 2019. Keempat program tersebut merupakan langkah strategis…

Songsong Era Digital, Kemenperin Beri Pengarahan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menyambut kehadiran 375 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil rekrutmen tahun 2018. Jumlah tersebut terdiri…

SAAT INI ADA 11 MASKAPAI NASIONAL MEGAP-MEGAP - INACA Minta Pemerintah Proteksi Maskapai Domestik

Jakarta-Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang juga menjabat Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara, meminta pemerintah memproteksi maskapai nasional…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pendidikan Vokasi Industri Wilayah Sulawesi Diluncurkan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan…

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…