Kaligrafi, Hiasan Dinding yang Menyejukkan

Sejatinya, tuan rumah tidak akan membiarkan ruang tamunya kosong, masif, dingin, dan tak bersahabat bagi para tamu. Karenanya, ruang tamu harus disulap agar hangat tapi menyejukkan, nyaman, dan terlihat luas. Khususnya di bagian dinding.

NERACA

Bagian dinding, biasanya dihiasi dengan lukisan. Bagi keluarga muslim, lukisan pemandangan dapat diganti dengan kaligrafi ayat-ayat Alquran. Tak hanya tuan rumah, tamu yang melihat dan membaca ayat-ayat itu akan merasa sejuk hatinya, karena diyakini Tuhan akan dekat dengan hambaNya jika mereka membaca ayat-ayatNya dengan harapan, memahami, dan mengamalkannya. Ada rasa damai di ruang tamu.

Biasanya, jenis kaligrafi yang lazim dipajang di ruang tamu adalah ayat Kursi, yaitu Quran Surat Al-Baqarah ayat 255. Orang menyebutnya sebagai ayat pengusir setan dan iblis yang mengganggu kita. Jika yang ada di ruang tamu itu membacanya, diharapkan terlindung dan godaan setan.

Selain ayat Kursi, kaligrafi lainnya bertulisan Surat Al-Fatihah, surat pembuka Alquran. Ayat-ayatnya selain menjadi hiasan ruangan, juga akan menjadi hiasan jiwa raga kita, karena mengandung doa keselamatan umat manusia di dunia dan di akherat kelak.

Kaligrafi lainnya adalah tulisan Allah dan Muhammad. Biasanya dipasang berdampingan. Allah di kanan dan Muhammad di kiri. Tapi,kaligrafi ini biasanya berukuran lebih kecil dan untuk mengisi ruang atau dinding yang ukurannya lebih kecil, tapi berada di kawasan utama, baik ruang tamu, ruang antara, ruang keluarga, maupun ruang tidur.

Tulisan huruf Arab Asmaul Husna, 99 sebutan atau nama indah dari Tuhan Allah. Karena jumlahnya banyak, susunan nama-nama itu dibuat berderet-deret. Mengingat tempatnya, terkadang Asmaul Husna ditulis sebagian saja, yaitu yang paling sering diucapkan dalam keseharian, seperti Arrahman (Maha Pengasih) , Arrahiim (Maha Penyayang), Al-Muhaimin (Maha Memelihara), Al-Aziis (Maha Perkasa), Al-Ghaffar (Maha Pengampun).

Ada sejumlah keutamaan bagi yang membacanya. Misalnya, Al-Ghaffar, ada kisahnya. Suatu ketika, datanglah seorang perempuan kepada Nabi Musa AS. Ia meminta didoakan agar Allah SWT mengampuni dosa dan menerima taubatnya. Dia mengaku telah berbuat zina hingga mengandung dan akhirnya melahirkan, lalu sang anak dibunuhnya. Zaman sekarang ada istilah aborsi.

Mendengar pengakuan itu, Musa justru marah dan mengusirnya sambil berteriak, “enyahlah kau pelacur hina.” Tentu sirnalah harapan perempuan itu untuk kembali ke jalan yang benar, setelah bertobat dan mohon ampun.

Saat itulah turun Malaikat Jibril menemui Musa untuk menyampaikan Firman Allah, “Wahai Musa, Allah telah menyampaikan teguran kepadamu, mengapa engkau tolak perempuan yang telah berbuat dosa dan dating untuk bertobat. Padahal, ketahuilah, Allah telah mengampuninya.” Jadi, “Mohon ampunlah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa: 106).

Bahkan ada literatur lainnya yang menyebutkan, barang siapa mengucapkan Al-Ghaffar sebanyak 100 kali setelah salat Jumat, diyakini akan datang rezeki dari sumber yang tak disangka-sangka.

Itu sebabnya, begitu utamanya ayat-ayat Alquran yang dirangkai dalam bentuk kaligrafi, cocok dipajang di seluruh ruang dalam rumah kecuali toilet dan dapur. Mengapa dapur tak lazim dihiasi kalimat-kalimat suci, karena biasanya di san juga terdapat sampah dan kotoran bekas makanan. Padahal kita dianjurkan menempatkannya di kawasan yang bersih dan suci.

Bahan Kaligrafi

Ada aneka macam bentuk kaligrafi dilihat dari bahanya. Bisa berbentuk lukisan di atas kanvas, lukisan kaca, cat timbul. Atau ukiran kayu jati. Bisa juga sulaman tradisional dari Nusa Tenggara atau Minang. Sulam Karawo dari Gorontalo. Model khas dan tradisional tentu lebih hidup dibandingkan dengan model lukisan biasa. Bahkan ada kaligrafi berupa ukiran dari bahan plat kuningan dan tembaga. Ada seniman yang membuatnya dari kulit telor. Semua tergantung dari selera masing-masing penguasa ruangan. (saksono)

BERITA TERKAIT

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik - Polemik Saksi Ahli WN Asing

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik Polemik Saksi Ahli WN Asing NERACA Medan – Penunjukan saksi ahli dari kalangan…

Hanya 46% Perusahaan Pembiayaan Yang Dapat Manfaatkan DP0%

NERACA Jakarta - Sebanyak 102 perusahaan pembiayaan (multifinance) dinyatakan tidak dapat memanfaatkan pelonggaran uang muka (down payment/DP) menjadi nol persen…

Gandeng Jamdatun, PII Terapkan Prinsip Tata Kelola Yang Baik

      NERACA   Jakarta - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (persero) dan Kejaksaan Agung RI menandatangani kesepakatan bersama terkait…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Banten Jadi Pilihan Bagi Penglaju Mencari Rumah

Banten Jadi Pilihan Bagi Penglaju Mencari Rumah NERACA Jakarta - Riset Indonesia Property Watch (IPW) mengungkapkan sebagai daerah yang berbatasan…

SouthCity Bangun Apartemen Berkonsep

SouthCity Bangun Apartemen Berkonsep "Coliving" Jaring Milenial NERACA Tangerang Selatan - SouthCity pengembang superblok di kawasan Pondok Cabe Tangerang Selatan…

Pollux Properti Gelar Topping Off Apartemen Meisterstadt Batam

Pollux Properti Gelar Topping Off Apartemen Meisterstadt Batam NERACA Batam - Pengembang properti PT Pollux Barelang Megasuperblok– perusahaan kolaborasi antara…