Jual Saham US$ 36 Juta, Puma Medco Petroleum Beroperasi

NERACA

Jakarta - PT Medco Sarana Kalibaru memperoleh kucuran dana segar senilai US$36 juta dari hasil penjualan saham sebesar 63,88% kepada Puma Energy LLC. Dengan pembelian saham Medco Sarana Kalibaru oleh Puma Energy, selanjutnya perusahaan ini akan bernama PT Puma Medco Petroleum dan akan concern terhadap pendistribusian produk bahan bakar berkualitas untuk seluruh Indonesia.

“Hasil penjualan saham ini akan diinvestasikan kembali di PT Puma Medco Petroleum untuk menumbuhkan bisnisnya serta membangun distribusi yang lebih luas di seluruh Indonesia.” jelas Lukman Mahfoedz, Direktur Utama Medco Energi di Jakarta, Selasa (4/12).

Lukman mengatakan, perusahaan ini memiliki kemampuan distribusi di Sumatra dan Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan, dan telah memulai usahanya dengan jumlah karyawan sekitar 60 orang.

Sementara aset utama perusahaan, kata dia, meliputi fasilitas penyimpanan di pelabuhan internasional Tanjung Priok, Jakarta Utara.“PT Puma Medco Petroleum akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam usaha bisnis penyimpanan dan distribusi bahan bakar di Indonesia, di samping juga memberikan keuntungan bagi pelanggan, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.

Menurut Lukman, pihaknya menunjuk Direktur Operasi Ketenagalistrikan, Pertambangan, dan Industri Hilir MedcoEnergi, Budi Basuki sebagai Presiden Komisaris PT Puma Medco Petroleum.

Ekspansi Bisnis

Rencananya, PT Medco Energy International Tbk (MEDC) akan menggarap 18 proyek sumur minyak di Libya dengan target produksi 50.000 barel minyak per hari. Dalam proyek tersebut, Medco membentuk perusahaan patungan (joint operation company/JOC) dengan pemerintah Libya dan kontraktor setempat.

Proyek sumur di Libya tersebut, menurut Lukman diperkirakan membutuhkan dana sedikitnya US$800 juta. “JOC yang akan melaksanakan proyek itu. Pemerintah Libya akan mendanai 50% dan yang lain kontraktor. Sebenarnya Medco minat 50%, tapi kami hanya dapat 25%,” jelasnya.

Dari total biaya investasi US$800 juta, lanjut Lukman, Medco hanya menanggung sekitar US$200 juta. Pembiayaan itu dipenuhi perseroan melalui obligasi dan dana internal. Namun, pihaknya baru akan memberikan keterangan tersebut apabila semua persyaratan dengan pihak otoritas sudah selesai.

Lukman menambahkan, pihaknya akan mulai menggarap proyek sumur minyak Libya tersebut pada 2015 melalui pembentukan perusahaan bersama. Perusahaan bersama tersebut selanjutnya akan menggarap lahan migas di Libya selama 3 hingga 4 tahun ke depan. (lia)

BERITA TERKAIT

Ekspor Tenun dan Batik Ditargetkan US$58,6 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor produk tenun dan batik pada tahun 2019 mampu menembus angka USD58,6 juta atau…

Lippo Karawaci Raup Dana Segar US$ 280 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan rights issue dan divesatasi aset.…

Bintraco Dharma Stock Split Saham 1:10

Jakarta - Tingkatkan likuiditas harga saham di pasar, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) akan melakukan stock split …

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…