DPR Ingatkan Soal Kegagalan Garuda Dan Krakatau Steel - IPO SEMEN BATURAJA

NERACA

Jakarta – Rencana PT Semen Baturaja untuk menarwakan saham perdana di pasar modal melalui IPO sudah disetujui oleh DPR. Namun, perusahaan semen plat merah ini kembali di ingatkan untuk meningkatkan performance kinerja keuangan dan produksi dan bukan sebaliknya melempem apalagi harga sahamnya merugi.

Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto mengatakan, pelaksanaan IPO diminta untuk tidak mengulangi kesalahan pada IPO PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dua tahun lalu. "Jangan sampai ketiga BUMN sekuritas tersebut harus mengalami kondisi yang sama waktu menangani IPO KS dan Garuda," katanya di Jakarta, Selasa (4/12).

Menurutnya, gagalnya IPO Krakatau Steel disebabkan sahamnya di jual terlalu murah dan sebaliknya saham Garuda di jual terlalu murah disamping pelaksanaan IPO sendiri dinilai tidak tepat dengan kondisi pasar yang sedang tidak baik.

Oleh karena itu, lanjut Airlangga, ketiga BUMN sekuritas mengalami kerugian karena harus menyerap kelebihan saham Garuda Indonesia disebabkan harga saham yang kemahalan. “Ketiga BUMN tersebut adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas,” ujarnya.

Sementara anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ferrari Roemawi, menambahkan, kedua harga saham tersebut dipandang negatif oleh masyarakat sehingga berdampak pada kepercayaan publik terhadap DPR sebagai pemberi izin IPO. “Oleh sebab itu, persetujuan DPR tidak pernah menyangkut harga IPO saham perusahaan. Penentuan harga saham BUMN sepenuhnya merupakan tanggung jawab Menteri BUMN,” tegasnya.

Tingkatkan Market Share

Sementara Direktur Utama Semen Baturaja, Pamudji Rahardjo mengungkapkan, pihaknya menargetkan dana senilai Rp 1 triliun melalui Initial Public Offering (IPO). Dana ini yang didapatkan ini akan digunakan sebagai tambahan modal pembangunan pabrik yang menargetkan produksi 1,5 juta ton per tahun dari produksi saat ini 750 ribu ton pertahun. “Perusahaan membutuhkan dana sebesar 2,5 triliun untuk membangun pabrik baru dengan target produksi 1,5 juta ton semen per tahun,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, dana dari IPO diharapkan sebesar Rp 1 triliun dan dari pinjaman sebesar Rp 500 miliar. Sisanya, dana sendiri sebesar Rp 1 triliun. Pamudji mengungkapkan bahwa rencana IPO Semen Baturaja tidak terlepas dari upaya perusahaan yang akan kembali meningkatkan market share sebesar 60% di Sumatera Selatan.

Menurut Pamudji, pada tahun 2007 Semen Baturaja mampu meraih market share di Sumsel sebesar 60% dan pada saat ini menurun menjadi 51,32%. "Sekarang ini kompetitor kami Semen Padang, Indocement, Holcim, Bosowa dan Semen Merah Putih dari Vietnam," ungkapnya.

Lebih lanjut lagi, dia menjelaskan bahwa sejauh ini pasar utama Semen Baturaja ada di Sumsel sebesar 51,32% dan Lampung dengan market share 29,7%. Sedangkan pasar skundernya di wilayah Jambi 3,92%, Bengkulu 9,52% dan Bangka Belitung masih di bawah 1%. Dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya menargetkan bisa listing di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 27 Februari 2013 yang akan datang. "Kami berharap bisa mendapatkan persetujuan Komisi XI DPR paling lambat 10 Desember 2012. Kami sudah mendapatkan persetujuan dari Komisi VI DPR pada 15 Oktober 2012," katanya. (mohar)

BERITA TERKAIT

Surya Fajar Capital Serap Dana IPO 67,33%

NERACA Jakarta - PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) telah menyerap dana hasil initial public offering senilai Rp26,9 miliar atau…

Ekonom Ingatkan Investasi dan Permintaan Melandai

NERACA Jakarta- Meski Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia bulan Juni 2019 surplus sebesar US$200 juta, surplus neraca…

Bisnis Semen Masih Lesu - Semester Satu, Penjualan SMGR Turun 4,86%

NERACA Jakarta- Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Acting in Concert Pemicu Jababeka Default

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai US$ 300 juta karena terjadinya perubahan pengendali sebagaimana…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…