Genjot Produksi, Sugih Energy Rampungkan Blok Lemang

NERACA

Jakarta - PT Sugih Energy Tbk (SUGI) bakal mengumumkan hasil pengeboran di blok minyak dan gas Lemang PSC. Hingga 21 November 2012, PT Hexindo Gemilang Jaya selaku operator telah mengebor sedalam 6.430 feet di sumur eksplorasi Selong I di blok tersebut.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya atas pertanyaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, kemarin. Kata Direktur SUGI, Fachmi Zarkasi, berdasarkan informasi dari operator blok Lemang, telah dilakukan pengeboran tambahan 300 feet mulai 2 Desember yang ditujukan untuk menembus lapisan crystalline basement.

Menurutnya, pengeboran tambahan akan memakan waktu selama tujuh hari sejak dimulainya pengeboran pada 2 Desember. Dengan asumsi demikian, kegiatan tersebut akan selesai pada 9 Desember 2012.

Fachmi mengungkapkan, setelah pengeboran tambahan selesai, perseroan akan melakukan pengujian sumur (testing) yang akan selesai dalam waktu 20 hari ke depan atau sekitar tanggal 30 Desember 2012.“Setelah itu kami akan segera menyampaikan hasil pengeboran secara menyeluruh kepada publik dan orotitas,” tuturnya.

Analis saham dari PT Trust Securities, Reza Priyambada, memandang pengeboran yang dilakukan perseroan bakal membawa positif untuk kinerja perseroan ke depan, “Diharapkan dengan adanya kegiatan produksi dari blok migas ini dapat mendorong peningkatan laba dan menekan kerugian. Seharusnya, dengan pengeboran itu pula bisa membawa dorongan positif pada kinerja sahamnya,” ujarnya.

Nilai Investasi US$ 30 Juta

Sebagai informasi, Presiden Direktur Sugih Energy, Andhika Anindyaguna pernah bilang, kebutuhan dana keseluruhan yang dibutuhkan sampai dengan pengeboran blok Lemag diperkirakan sebesar US$ 30 juta.

Dia menjelaskan, dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan jalan, membangun well site, membangun camp site, kegiatan pengeboran, dan kegiatan seismic. Kontrak PSC untuk Blok Lemang telah diberikan Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) pada 2007 dan berlaku hingga 2037.

Sementara Direktur Utama PT Hexindo Gemilang Jaya Franciscus Dewana Darmapuspita mengatakan, pihaknya sudah secara intensif selama sepekan ini melakukan persiapan dan uji coba, untuk program tersebut.

Menurut Frans, sejauh ini telah dibangun infrastruktur untuk mendukung kegiatan pengeboran di Blok Lemang. Dana yang antara lain berasal dari Sugih Energy untuk kegiatan awal pengeboran perdana Blok Lemang ini adalah sebesar US$ 12 juta. Asal tahu saja, PT Hexindo Gemilang Jaya adalah perusahaan yang menjadi operator pada blok Migas Lemang. (bani)

BERITA TERKAIT

SHELL LIVEWIRE ENERGY SOLUTIONSN2019

Presiden Direktur & Country Chairman PT Shell Indonesia Darwin Silalahi (kiri) didampingi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi…

Ford Hentikan Produksi Varian C-MAX untuk Efisiensi

Ford memutuskan untuk menghentikan produksi hatchback C-Max dan minivan C-Max Mav di Jerman sebagai bagian dari efisiensi dan pengurangan biaya…

Petani Gula Minta HPP Naik - CIPS: Pemerintah Sebaiknya Bantu Petani Kurangi Biaya Produksi

NERACA Jakarta – Petani gula kembali menuntut kenaikan HPP setelah sebelumnya juga sudah menuntut hal serupa. Namun kali ini, angka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…