Divestasi Saham, Siasat Bakrie Lunasi Utang - Lepas 80% Bakrie Pipe Industries

NERACA

Jakarta- Tutupi utang menjadi fokus utama PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) setelah kinerja perseroan terus melorot. Oleh karena itu, perusahaaan berencana menurunkan nilai utang secara progressif pada tahun 2013. Salah satu langkah yang dimungkinkan yaitu melakukan penjualan terhadap saham anak usaha sekitar 40-80%. “Saat ini sedang dilakukan due dilligence dengan tiga pihak. Mereka akan masuk dengan skema partner,”kata Direktur Utama PT Bakrie and Brothers Tbk, Bobby Gafur di Jakarta, Senin (3/12)

Menurut Bobby, rencana pelepasan saham tersebut diharapkan selesai pada kuartal pertama 2013. Untuk saat ini, kata dia, pihaknya fokus untuk mengembangkan industri manufaktur dan anak usaha non publik. Pasalnya, anak usahanya PT Bakrie Pipe Industries juga memiliki kesempatan besar untuk penetrasi lebih dalam pada pasar non migas dengan ledakan sektor infrastruktur.

Bobby mengatakan, pihaknya akan menambah nilai tambah untuk anak usaha di komponen otomotif. Apalagi perseroan menghasilkan produksi yang cocok untuk pasar Asia Timur dan Asia Tenggara. Bobby menuturkan, pihaknya menargetkan penjualan dapat mencapai US$1 miliar dalam lima tahun mendatang.

Perseroan memasok OEM untuk komponen otomotif seperti drum rem, roda gila, rem cakram hub, rumah kopling. Pelanggan perseroan meliputi Mitsubishi dan Hino. Volume penjualan bertumbuh dengan CAGR 19% selama 2008-2011. EBITDA naik dengan CAGR 26% untuk periode sama. Marjin EBITDA sekitar 15,6% untuk dua tahun belakangan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Keuangan PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), Eddy Soeparno. Dia mengatakan porsi utang jangka pendek dengan biaya tinggi dan jaminan besar cukup banyak sehingga harus ada upaya yang dilakukan perseroan untuk dapat mengurangi utang secara progresif. Salah satunya yaitu dengan melakukan penjualan aset.

Penjualan aset dimaksud, lanjut Eddy merupakan aset noncore yang direncanakan dapat dijual pada 2013. Namun sejauh ini, dia belum dapat menjelaskan secara detail terkait nilai utang yang akan dilunasi tersebut. Selain pengurangan utang yang akan dilakukan perseroan pada tahun depan, perseroan juga berencana akan mengurangi utang pada kuartal keempat 2012 sesuai dengan skema yang telah direncanakan perseroan.

Garap Bisnis Otomotif

Sebagai informasi, BNBR menjajaki ekspansi usaha ke sektor otomotif, sebagai salah satu rencana strategis perseroan untuk fokus ke aset non publik terlebih dahulu. Perusahaan melalui anak usaha PT Bakrie Tosanjaya akan berekspansi ke bisnis penyedia suku cadang untuk kendaraan komersial jenis light truck. Perseroan akan bekerja sama dengan salah satu dari tiga calon partner perusahaan komponen otomotif dari Korea Selatan.

Disebutkan, kebutuhan dana untuk Bakrie Tosanjaya dalam lima tahun ke depan US$150 juta. Realisasi dari dana tersebut akan didapatkan baik dari partner asal Korea Selatan tersebut, ataupun dari pinjaman modal kepada pihak lain.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun satu pabrik. Saat ini perseroan sedang dalam proses persiapan lahan di daerah Cikarang, Tangerang, ataupun menggunakan lahan yang telah dimiliki BNBR di wilayah Bekasi.

Hingga kuartal ketiga 2012, perseroan mencatat jumlah utang yang dimiliki mencapai Rp6,30 triliun. Sementara hingga September 2012, perseroan mencatat mengurangi utang sebanyak 34,1% hingga 30 September 2012 atau setara Rp3,3 triliun. (lia)

BERITA TERKAIT

Menata Utang Negara

Persoalan utang luar negeri Indonesia tidak terlepas dari perjalanan siklus kepemimpinan dari masa ke masa. Pemerintahan Jokowi-JK akhirnya kini menanggung…

Bayar Utang Rp 1,14 Triliun - Golden Plantation Jual Aset Kebun di Jambi

NERACA Jakarta – Danai pelunasan utang senilai Rp 1,14 triliun, PT Golden Plantation Tbk (GOLL) akan mendivestasikan aset yang dimiliki.”Di…

Bayar Utang Anak Usaha - VIVA Cari Dana Lewat Private Placement

NERACA Jakarta — Tambah modal untuk mendanai ekspansi bisins dan juga melunasi utang, PT Visi Media Asia Tbk akan melakukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar Ritel Modern - CSAP Resmikan Mitra10 Ke-30 di Cirebon

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun ini, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) sukses membuka gerai bari Mitra10 ke-30…

PSAB Bukukan Laba Bersih US$ 15,29 Juta

Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar US$15,29 juta atau naik…

Saham IPO Wahana Interfood Oversubscribed

NERACA Jakarta - Debut perdana di pasar modal, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dibuka naik 69,7% ke level…