Asbisindo: Bank Syariah Hadapi 10 Tantangan di 2013

NERACA

Jakarta - Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menilai bahwa ada 10 tantangan yang akan dihadapi oleh perbankan syariah di tahun depan. "Ada sejumlah tantangan yang akan dihadapi perbankan syariah meski kami yakin masih memiliki peluang besar karena produk kami yang sudah dikenal masyarakat," kata anggota Asbisindo, Beny Witjaksono di Jakarta, Senin (3/12).

Beberapa tantangan yang dimaksud Beny di antaranya adalah pertumbuhan pembiayaan yang masih bisa dipacu di tahun 2013, dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding tahun ini. Kedua, pembiayaan segmen konsumer akan lebih tinggi pertumbuhannya dibanding segmen non konsumer. Hal itu merupakan dampak pertumbuhan perekonomian Indonesia yang didukung oleh konsumsi dalam negeri.

"Lalu, pertumbuhan pendanaan akan lebih ketat dibanding pembiayaan, terutama untuk dana murah," ujarnya. Selanjutnya, penambahan sumberdaya manusia (SDM) yang kompeten dengan jumlah yang cukup menjadi tuntutan yang tidak terhindarkan pada tahun depan.

"Tahun 2013 adalah tahun berat. Tahun ini kami serius membangun pusat pelatihan di sejumlah perbankan syariah untuk persiapan tahun depan," jelasnya. Direktur Utama Bank Mega Syariah itu juga menuturkan harus ada perbaikan kualitas pelayanan perbankan syariah agar bisa mencapai tingkat "excellence". Selain itu juga harus didorong pemanfaatan teknologi IT untuk mendukung layanan dan terciptanya produk baru.

"Seperti misalnya Bank Sayriah Mandiri dan Bank Muamalat yang kini sedang mengganti platform. Hal itu dilakukan seiring perkembangan teknologi saat ini," ujarnya. Adapun tantangan selanjutnya perbankan syariah harus meluncurkan produk baru, baik funding maupun lending untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pembukaan outlet baru untuk mendukung peningkatan daya jangkau dan perbaikan kualitas pelayanan juga penting untuk dilakukan.

"Kebijakan BI tentang branchless banking adalah sangat kondusif bagi pertumbuhan outlet perbankan syariah," katanya. Sosialisasi, menjadi tantangan selanjutnya guna meningkatkan pemahaman masyarakat akan adanya perbankan syairah.

Tantangan terakhir, yakni mengenai penyediaan modal yang harus disiapkan untuk memenuhi ketentuan BI tentang izin berjenjang (multiple license) serta ketentuan manajemen risiko. "Khususnya aturan 'multiple license yang menetapkan bahwa hampir di setiap izin harus ada permodalan yang mencukupi. Akan sangat keras usaha untuk itu tahun depan," tandasnya.

Tumbuh 40%

Sementara Deputi Direktur-Kepala Divisi Riset Departemen Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), Nasirwan Ilyas memproyeksi pertumbuhan perbankan syariah akan berada pada kisaran angka moderat sebesar 40% pada 2013.

"Angka pesimistis asumsi pertumbuhan perbankan syariah sekitar di bawah 35%, angka moderat 40%, dan angka optimistis di atas 40% pada 2013," kata dia. Nasirwan menilai pertumbuhan perbankan syariah pada 2012 cenderung melambat, yang bisa dilihat dari pertumbuhan aset perbankan nasional yang tahun ini mencapai sekitar 20,2% (per minggu ketiga November).

"Padahal pada 2011 pertumbuhan aset mencapai sekitar 49%," ujarnya. Nasirwan mengungkapkan hingga saat ini pangsa pasar perbankan syariah mencapai angka 4,32%. Dia berharap target sebesar lima persen bisa dicapai pada awal tahun depan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha Dimintai Dukungan Hadapi Diskriminasi Sawit UE

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia menggandeng dunia usaha asal Uni Eropa untuk ikut membantu proses negosiasi dan diplomasi kepada UE…

KAMPANYE HITAM KELAPA SAWIT - Indonesia Siapkan 5 Sikap Tegas Hadapi UE

Jakarta-Pemerintah Indonesia akan menempuh segala cara untuk menentang rencana kebijakan Uni Eropa tersebut, bahkan akan membawanya ke forum WTO, jika…

BRI Syariah Terima Pelunasan Biaya Haji dari 9.642 Jamaah

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 9.642 calon jamaah haji melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di BRI…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate…

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…