Genjot Kapasitas Produksi, Budi Acid Bangun Pabrik Baru - Siapkan Capex Rp 200 Miliar

NERACA

Jakarta-PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) optimistis dapat meningkatkan kinerja perseroan dengan melakukan pengembangan usaha melalui pembangunan pabrik dan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG). “PLTBG kesembilan akan jadi bulan Maret pada tahun 2013, kemudian akan diikuti dengan dua pabrik lagi,”kata Direktur Budi, Sudarmo Tasmin di Jakarta, Senin (3/12).

Rencana pembangunan pabrik tersebut, nantinya perseroan akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp200 miliar. Sementara untuk anggaran belanja modal rutin sekitar Rp70 miliar sampai Rp80 miliar.

Anggaran belanja modal tersebut menurut Sudarmo akan digunakan untuk penyelesaian pabrik tapioka di Madiun dengan nilai investasi sekira Rp10 miliar dari anggaran investasi sekitar Rp50 miliar.

Proyek lain yang sedang dilakukan perseroan, lanjut Sudarmo adalah pembangunan dua proyek pembangkit listrik tenaga bio gas (PLTBG) senilai Rp30 miliar, penambahan kapasitas di anak usaha sekitar Rp10 miliar, dan pembangunan pembangkit listrik batu bara di Lampung Tengah sekitar Rp70 miliar. Dana belanja modal itu akan berasal dari kas internal dan pinjaman bank, terutama untuk proyek pembangunan pembangkit listrik batu bara di Lampung.

Sudarmo mengatakan, sejauh ini untuk pembangunan pabrik glukosa yang berada di Solo diperkirakan akan berproduksi pada bulan Oktober. Sementara untuk pembangunan pabrik di Madiun, pihaknya sedang mempersiapkan beberapa mesin yang akan digunakan untuk operasional produksi. “Perseroan berharap pabrik glukosa itu dapat beroperasi pada kuartal ketiga 2012 dengan kapasitas produksi 30 ribu ton per tahun.” ujarnya.

Dari pembangunan PLTBG di delapan lokasi pabrik di Lampung, lanjut dia, perseroan dapat memenuuhi kebutuhan listrik sekitar 87% dari total produksi yang dibutuhkan untuk memproduksi tapioka. Karena itu, pihaknya berharap juga bisa membangun PLTBG di dua wilayah pabrik perseroan di Solo dan Madiun. “Listrik yang kami pakai untuk operasional pabrik berasal dari PLTBG tersebut walaupun beberapa masih ada yang pakai solar,” jelasnya.

Penjualan Tumbuh 6,9%

Sepanjang tahun 2012 pihaknya mencatat penjualan konsolidasi yang dapat dicapai perseroan sebesar Rp1.761 miliar atau mengalami penurunan sebesar 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp1.892 miliar. Hal tersebut dikarenakan turunnya volume penjualan dan produksi, yaitu produk tepung tapioka dan asam sitrat.

Penurunan volume penjualan tersebut seiring dengan penurunan laba bersih yang diperoleh perseroan pada kuartal ketiga tahun 2012, yaitu dari Rp 74,4 miliar pada kuartal ketiga 2011 menjadi Rp3,1 miliar pada tahun ini. Penurunan laba bersih, kata dia, juga dikarenakan adanya selisih kurs yang belum terealisasi sebesar Rp26 miliar.

Sementara, untuk margin laba kotor sampai dengan kuartal ketiga 2012 sebesar 8,3%, dari periode yang sama tahun lalu sebesar 13,7%. Penurunan margin laba kotor disebabkan peningkatan harga pokok penjualan yang diakibatkan dari meningkatnya harga singkong.

Hal ini menjadikan laba kotor mengalami penurunan dari Rp259,2 miliar pada tahun 2011 menjadi Rp145,4 miliar pada tahun ini sehingga mengerek penurunan laba usaha dari Rp166,1 miliar pada kuartal ketiga 2011 menjadi Rp67,4 miliar pada kuartal ketiga 2012. (lia)

BERITA TERKAIT

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…

Laba Bersih Alfamart Melesat Tajam 71,11%

NERACA Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan laba 2019 sebesar 71,11% menjadi Rp1,11 triliun dari periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…