Industri Taksi Saling “Ngebut” Cari Peluang di Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Persaingan bisnis taksi sebagai moda transportasi umum semakin gila, selain banyak datang pemain baru juga trayek yang ada mulai dibatasi, khususnya di ibu kota Jakarta. Oleh karena itu, strategi perusahaan taksi agar ungul dalam persaingan dituntut inovasi, pelayanan yang baik juga peremajaan armada yang dilakukan secara rutin.

Bicara soal peremajaan dan penambahan armada taksi, tentunya dibutuhkan dana yang tidak besar. Maka melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) menjadi salah satu yang dilakukan perusahaan taksi, selain mewujudkan good corporate government juga mengantongi dana segar.

Setidaknya langakah inilah telah dilakukan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mencatatkan harga (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 560 per lembar. Dengan melakukan penawaran tersebut, perseroan memperoleh dana segar Rp588 miliar dari 1,051 lembar jumlah saham yang dilepas.

Menyusul kesuksesan taksi Express IPO, PT Cipaganti Citra Graha juga menyampaikan niatannya untuk IPO akhir Desember, seiring menunggu pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Rencana Cipaganti IPO molor dari rencana awal pertengahan tahun 2012.

Sekretaris Perusahaan PT Cipaganti Citragraha, Cece Kadarisman mengatakan, perseroan berencan melepas sebanyak 23%-25% saham ke publik dengan target dana sekitar Rp250 miliar-Rp300 miliar, “Nantinya, dana hasil penawaran saham perdana digunakan untuk investasi sekitar 85% dan 15% untuk menambah modal kerja, yaitu penambahan aramada 1.500 unit,”tuturnya.

Niatan yang sama juga bakal dilakukan Blue Bird Group untuk IPO pada tahun depan. Meskipun, Head PR Bluebird Group, Teguh Wijayanto menegaskan, recana IPO bukan karena kesulitan modal. Namun tidak bisa ditampik, ambisi perseroan terus menguasai pasar dengan menambah armada terus digalakkan.

Vice President of Business Development Blue Bird Group Noni Purnomo mengatakan, saham yang akan ditawarkan dalam IPO sebanyak 40%, “Rencana pertengahan 2013 IPO-nya. Proses telah dilakukan, seperti memilih auditor dan kita hanya tinggal melihat keadaan pasar saja,"ceritanya.

Perkuat Armada

Menurutnya, alasan melaksanakan IPO dimaksudkan untuk mendekatkan layanan bisnis perseroan dibidang transportasi lebih dekat ke masyarakat. Termasuk, tak terkecuali para pegawai Blue Bird sendiri, “Core business kita bisa lebih dekat ke masyarakat. Jadi misalnya, pengemudi taksi juga diperbolehkan membeli sahamnya dan juga masyarakat luas," tandasnya.

Lebih jauh Noni berharap kondisi pasar cukup stabil di tahun 2013 mendatang. Dia memastikan, IPO akan berjalan jika suasana pasar tetap dalam keadaan baik. Sementara Vice President Central Operation Pusaka Group Sigit P Djokosoetono pernah bilang, perseroan berencana menambah 10 ribu unit armada tahun depan, “Penambahan armada Blue Bird dilakukan, karena demand customer yang terus meningkat,”katanya.

Lebih lanjut, Sigit menyatakan dari 10 unit armada baru ini jumlah paling besar untuk wilayah Jakarta dan sekitanya. Saat ini total armada Pusaka Group mencapai 24 ribu unit baik taksi reguler maupun taksi premium.

Selain itu, perseroan juga akan menambah wilayah baru di tanah Sumatera. Namun belum mau menyebutkan daerah mana yang akan dijelajahi Blue Bird. Kata Sigit, untuk saat ini Pusaka Group telah membuka cabang di kota-kota di provinsi Sumatera seperti Medan, Palembang, Pekanbaru, Batam. "Kita juga punya rencana untuk masuk ke Padang, tetapi belum tahun kapan pastinya,”ungkapnya.

Pasar Menjanjikan

Menurut Presiden Direktur Blue Bird Group Purnomo Prawiro, berkah pertumbuhan ekonomi kelas menengah yang mencapai 20% tiap tahunnya menjadi pasar yang menjanjikan lantaran masih banyak penumpang yang belum terlayani, “Pasar untuk bisnis jasa kendaraan seperti taksi masih akan terus tumbuh berkembang di Indonesia,”ungkapnya.

Kata Purnomo, meski perusahaan dikenal cukup lama, namun tetap berusaha untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, sembari senantiasa mengedepankan kualitas pelayanan dan kepuasaan, serta keamanan, “Kerja sama dengan Mercedes-Benz menurutnya, adalah salah satu langkah untuk itu,”ujarnya.

Menurutnya, selama ini, ada banyak perusahaan dari negara seperti Singapura, yang datang untuk melihat sistem (operasional) taksi Blue Bird. "Berarti taksi kita lebih baik daripada di Singapura, dan memang cukup banyak yang minta kita beroperasi di negara-negara tersebut,"ungkapnya.

Dikatakannya, memang sempat ada rencana untuk memperluas usaha mereka ke negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, ataupun Filipina. Tetapi Purnomo menegaskan bahwa hingga saat ini mereka masih ingin berkonsentrasi di Indonesia. "Jadi, kami utamakan stakeholders, yaitu pemerintah, masyarakat. Kami akan fokus pada negara kita di sini dulu," tegasnya.

Bahkan, Purnomo pun mengungkapkan sudah adanya banyak tantangan untuk memperluas area bisnis Blue Bird hingga ke negara-negara Eropa ataupun Asia lebih luas. "Kita sedang mengurus perizinan dan sebagainya untuk memperluas di wilayah Asia. Tahun depan kami targetkan full konsentrasi," paparnya.

Sebagai informasi, sebelumnya PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mencatatkan harga (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 560 per lembar. Dengan melakukan penawaran tersebut, perseroan diproyeksikan memperoleh dana segar Rp588 miliar dari 1,051 lembar jumlah saham yang dilepas.

Direktur Keuangan PT Express Transindo, David Santoso pernah bilang, dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi regular dan penambahan modal kerja, “Rencananya, sebesar 63% dari dana yang diraih akan digunakan untuk pengembangan taksi regular, pembayaran pokok utang BCA sebesar 20% dan pembayaran penalti pembayaran utang yang dipercepat kepada BCA sebesar 0,75%, serta penambahan modal kerja sebesar 1%,”tuturnya.

Sementara sebesar 16%, lanjut David akan digunakan untuk akuisisi 100% kepemilikan di PT Express Mulia Kencana. “Nilai investasi akuisisi perusahaan taksi PT Ekspress Mulia Kencana (EMK) diperkirakan Rp67,001 miliar untuk 2.000 unit kendaraan, dan proses akuisisi kemingkinan bisa selesai pada selesai semester I 2013,” jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Komoditas Rempah Sasar Peluang Pasar Ekspor Baru

NERACA Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebutkan komoditas rempah menjadi peluang Indonesia untuk menyasar pasar ekspor baru yang bukan…

ESDM Cari Cara Kejar Target PNBP Migas

      NERACA   Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa faktor harga…

PRODUK UKM TERKENDALA MODAL DAN PEMASARAN

Perajin menyelesaikan proses pengecatan guci hias berbahan baku semen di salah satu tempat produk kerajinan usaha kecil menengah (UKM) Desa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…