Perluas Lahan, Tunas Baru Lampung Siapkan Capex Rp 900 Miliar - Bangun Pabrik di Lampung

NERACA

Jakarta- PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) berencana menganggarkan belanja modal sebesar Rp900 miliar pada tahun 2013 yang sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan usaha. “Sebagian besar belanja modal berasal dari pinjaman bank dan kas internal perusahaan dengan komposisi pembiayaan 65% berasal dari pinjaman bank dan dari kas internal sekitar 35%,”kata Direktur Utama TBLA, Sudarmo Tasmin di Jakarta, Senin (3/12).

Nantinya, belanja modal tahun depan akan digunakan untuk membangun pabrik kelapa sawit kelima di Lampung, desa Sukadana sekitar Rp60-70 miliar. Disamping itu, perseroan juga menambah kebun sawit sebesar Rp300 miliar dan penanaman intensif untuk kebun tebu sekitar Rp80-100 miliar.

Selain itu, lanjut Sudarmo Tasmin, perseroan juga akan menyelesaikan pembangunan industri gula rafinasi (sugar refinary) di Way Lunik, Lampung dan aktiva tetap rutin sekitar Rp100 miliar. Pabrik kelapa sawit kelima di Lampung tersebut, menurut Sudarmo diperkirakan memiliki kapasitas sekitar 45 ton per jam sehingga diharapkan dapat memberi kontribusi pada penambahan volume produksi untuk meningkatkan pendapatan perseroan.

Sementara untuk pembangunan fisik sugar refinary di Way Lunik, kata dia, telah mencapai sekitar 70% dan diperkirakan akan selesai pada akhir semester pertama 2012. Adapun kapasitas produksi yang diharapkan dari pembangunan tersebut dapat mencapai 600 ton per hari.

Dengan melakukan beberapa ekspansi usaha, lanjut Sudarmo, diharapkan perseroan dapat mencapai target produksi crude palm oil (CPO) sebesar 300 ribu ton pada tahun 2013 dari target produksi tahun 2012 yang hanya sebesar 240 ribu ton. Sementara untuk target produksi tandan buah segar (TBS) diperkirakan dapat mencapai 800 ribu ton dari tahun ini sekitar 700 ribu ton. “Kami harapkan target produksi paling tidak sama dengan tahun ini atau dapat mengalami kenaikan sekitar 15%.” ujarnya.

Kinerja Perseroan

Dari peningkatan produksi yang dilakukan, perseroan mengharapkan dapat mencatatkan penjualan mengalami peningkatan sekitar 10% pada 2013 menjadi Rp4,2 triliun dari target penjualan 2012 sekitar Rp3,8 triliun. Pencapaian tersebut, kata Sudarmo diperoleh dari peningkatan volume produksi dan penjualan sekaligus dengan harapan terjadinya peningkatan pada harga jual beberapa komoditas di tahun depan.

Menurut Sudarmo, dengan adanya pengenaan pajak ekspor yang tinggi perseroan berupaya untuk meningkatkan penjualan di ranah domestik, sedang untuk saat ini komposisi ekspor dan domestik yang dilakukan perseroan sekitar 70 : 30. “Kalau harganya adem seperti sekarang ekspor kita sekitar 70% dan domestik 30%, tapi bila pajak ekspor tinggi maka kita upayakan untuk fifty-fifty.” ucapnya.

Sudarmo menambahkan, penjualan ekspor perseroan hingga akhir September 2012 sebesar Rp1,460 juta atau mengalami penurunan sekitar 36,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,144 juta. Sementara untuk penjualan lokal senilai Rp1,401 juta dari periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp819 juta.

Hingga September 2012, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp217 miliar atau mengalami penurunan sebesar 41,2% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp370 miliar. Hal tersebut dikarenakan terdapat kerugian kurs yang belum direalisasi sebesar Rp73,9 miliar dan selisih kurs yang sudah direalisasi senilai Rp10,3 miliar serta adanya kenaikan biaya bunga sebesar Rp36,1 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Siapkan Investasi Rp 50 Triliun - Crown Kembangkan Proyek di Luar Sydney

NERACA Jakarta –Setelah sukses meluncurkan proyek baru yang ikonik di Sydney yaitu Eastlakes Live dengan nilai investasi Rp 10 triliun,…

Pasca Akuisisi Pertagas - PGAS Targetkan Bangun 10 Ribu KM Pipa Gas

NERACA Jakarta – Setelah sukses mengakuisisi 51% saham PT Pertamina Gas atau Pertagas, PT Perusahaan Gas Negara/PGN Tbk (PGAS) telah…

Pemkot Depok Targetkan Cetak 275 Wirausaha Baru

Pemkot Depok Targetkan Cetak 275 Wirausaha Baru NERACA Depok - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Jawa Barat,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…