Data Inflasi Rendah, IHSG Pertahankan Penguatan

NERACA

Jakarta – Awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak positif sejak awal perdagangan hingga penutupan pasar. Diakhir perdagangan, indeks BEI ditutup menguat 26,303 poin (0,62%) ke level 4.302,444. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,859 poin (0,94%) ke level 733,669.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, menguatnya indeks BEI pada awal pekan dipicu dari data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan kalangan pelaku pasar, “IHSG BEI bergerak cukup fluktuasi, di pertengahan sesi, indeks BEI berada dalam area negatif seiring data ekspor domestik yang turun, namun menjelang penutupan IHSG bergerak terus menguat,”katanya di Jakarta, Senin (3/12).

Dia juga menambahkan, bursa Eropa yang dibuka menguat menambah sentimen positif bagi indeks BEI pada Senin ini. Menguatnya bursa Eropa itu dipicu dari pemberian "bailout" Yunani yang disepakati.

Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menuturkan, IHSG ditutup menguat setelah sepanjang perdagangan bergerak cenderung sangat "volatile", “Kami melihat kenaikan indeks didorong oleh data produksi manufaktur China yang menguat. Kenaikan itu dipandang sebagai sinyal akan 'recovery' ekonomi di Asia Timur,”paparnya.

Disisi lain, lanjut dia, pergerakan indeks BEI masih dibatasi oleh sikap tunggu investor akan pembicaraan anggaran di AS. Isu "fiscal cliff" AS juga tampaknya masih akan menjadi fokus investor untuk beberapa waktu mendatang. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak menguat dan berada di level 4.302-4.310.

Sebagaimana diketahui, aksi beli yang terjadi di penghujung perdagangan mampu membawa indeks rebound. Disamping itu, data inflasi yang cukup menggembirakan mampu mengangkat indeks terus naik di zona hijau. Tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di November 2012 mencapai 0,07%.

Inflasi ini jauh lebih rendah dari inflasi Oktober 2012 yang mencapai 0,16%. Secara tahunan inflasi November 2012 mencapai 4,32%, sementara inflasi tahun berjalan (Januari-Oktober 2012) mencapai 3,73%.

Saham-saham bank yang sudah terkoreksi tajam akhir pekan lalu mulai diburu kembali sehingga menguat dan memimpin penguatan. Empat sektor masih terkena aksi ambil untung dan terkoreksi. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 209.145 kali pada volume 6,473 miliar lembar saham senilai Rp 7,338 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi naik cukup tinggi berkat beberapa transaksi saham-saham bluechip di pasar negosiasi. Tiga broker mencatat transaksi yang tinggi senilai lebih dari Rp 1 triliun siang ini, yaitu Kim Eng Securities (ZP), Indo Premier Securities (PD) dan Sinarmas Sekuritas (DH).

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixed cenderung melemah, padahal diawal perdagangan masih bisa menguat. Bursa lain yang masih bisa menguat adalah pasar saham Jepang.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 53.750, BCA (BBCA) naik Rp 700 ke Rp 9.500, Indosat (ISAT) naik Rp 600 ke Rp 6.150, dan XL Axiata (EXCL) naik Rp 500 ke Rp 5.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 38.800, Bayan (BYAN) turun Rp 300 ke Rp 9.650, Atlas (ARII) turun Rp 270 ke Rp 910, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 250 ke Rp 2.450.

Sebaliknya menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 6,131 poin (0,14%) ke level 4.270,010. Sementara Indeks LQ45 turun 0,980 poin (0,13%) ke level 725,830. Volume dan nilai transaksi hari ini naik cukup tinggi berkat beberapa transaksi saham-saham bluechip di pasar negosiasi.

Dua broker mencatat transaksi yang tinggi senilai lebih dari Rp 1 triliun, yaitu Kim Eng Securities (ZP) dan Sinarmas Sekuritas (DH). Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 116.096 kali pada volume 3,855 miliar lembar saham senilai Rp 3,803 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 119 saham turun, dan 79 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 53.750, Indosat (ISAT) naik Rp 600 ke Rp 6.150, XL Axiata (EXCL) naik Rp 500 ke Rp 5.640, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 7.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayapada (MAYA) turun Rp 600 ke Rp 2.100, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 20.550, Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 26.100, dan Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke Rp 8.750.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 1,05 poin atau 0,02% ke posisi 4.277,19, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,27 poin (0,04%) ke level 727,08, “Mayoritas bursa Asia dibuka menguat seiring sentimen positif dari rilis data manufaktur China yang kembali naik di bulan November," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, pernyataan pemimpin baru China yang mengatakan pertumbuhan ekonomi minimal 7,5 persen di 2013 menambah sentimen positif bagi bursa saham Asia. Beberapa sektor saham yang mengkontribusi pelemahan indeks BEI pada akhir pekan lalu, seperti perbankan, telekomunikas, "crude palm oil" (CPO) dan grup Astra berpotensi mengalami teknikal "rebound".

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 48,52 poin (0,22%) ke level 22.078,91, indeks Nikkei-225 naik 70,58 poin (0,75%) ke level 9.516,59, dan Straits Times menguat 10,88 poin (0,35%) ke level 3.080,83. (bani)

BERITA TERKAIT

IHSG MENGUAT JELANG PEMILU

Sejumlah pekerja beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019).Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019…

KERJASAMA PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN

Direktur Jenderal Dukcapil Kementrian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh (kanan) menandatangani kerja sama pemanfaatan nomor induk kependudukan, data kependudukan dan…

Pefindo Pertahankan Peringkat Indofood AA+

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, mempertahankan peringkat idAA+ untuk PT Indofood Sukses Makmur…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…