AUTO 2000 Rencanakan Tambah Outlet Penjualan

NERACA

Jakarta - PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation atau Auto 2000 berencana akan menambah outlet penjualan. Namun penambahan outlet tersebut akan berlangsung jika pasar kendaraan bermotor pada 2013 tidak terkena dampak dari penyetaraan aturan uang muka pembiayaan syariah dan dampak dari krisis ekonomi global yang melanda Eropa dan Amerika Serikat (AS).

"Kondisi pasar roda empat pada tahun depan mempengaruhi rencana penambahan outlet penjualan. Apabila penyetaraan aturan uang muka pembiayaan syariah dan dampak krisis global sangat kecil, kami akan berinvestasi Rp1,5 triliun untuk penambahan outlet penjualan," kata Chief Executive Officer Auto 2000, Jodjana Jody di Jakarta, Senin (3/12).

Penambahan satu outlet, menurut Jodjana, membutuhkan investasi hingga Rp50 miliar dan hingga akhir tahun ini, jumlah outlet penjualan Auto 2000 sebanyak sekitar 80 unit. "Apabila tahun depan pasar roda empat sangat bagus, maka jumlah outlet bisa kami tambah menjadi 30 outlet. Namun, penerapan uang muka pembiayaan syariah yang rencananya diberlakukan pada April 2013, dikhawatirkan berpengaruh terhadap penjualan," paparnya.

Sejak uang muka kredit kendaraan bermotor konvensional menjadi 30%, lanjut Jodjana, skema pembiayaan uang muka syariah menjadi alternatif yang dipakai oleh konsumen. "Saat ini, kebutuhan kendaraan bermotor di Indonesia terus bertambah, namun rasio per satu kendaraan dengan penduduk masih rendah dan jauh tertinggal dengan negara lain seperti Malaysia dan Thailand," ujarnya.

Auto 2000 menargetkan penjualan mobil Toyota yang didistribusikan pada 2013 mencapai 300.000 unit atau sama dengan target penjualan tahun ini. Pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar khususnya produk Multi Purpose Vehicle (MPV). PT Toyota Astra Motor (TAM), melaporkan, penjualannya pada Oktober lalu mencapai 35.855 unit atau naik 6,4% dibandingkan September 2012 (33.075 unit). Dengan ini pula, 10 bulan 2012 berjalan,Toyota telah berhasil menjual 333.991 unit, kombinasi antara kendaraan penumpang dan komersial (termasuk truk dan mikrobus).

Dilaporkan pula, di tengah persaingan Multi Purpose Vehicle (MPV) yang semakin ketat, penjualan Avanza naik lagi menjadi 16.983 unit atau 47% dari total penjualan Toyota pada Oktober lalu. Rekor tersebut mendekat penjualan tertinggi Avanza pada Maret 2012, yaitu 17.000 unit. Sejak kebijakan uang pangkal (DP) minimal 30% diberlakukan pada pertengahan Juni lalu, penjualan Avanza sedikit turun. Menurut Jodjana penyebabnya adalah DP 30%. "Kendati sempat mengalami penurunan, penjualan Toyota Avanza terus membaik dalam dua bulan terakhir, khususnya September dan Oktober. Ini membuktikan Avanza masih dipercaya oleh konsumen," jelasnya.

Sekedar informasi, komposisi penjualan Toyota Oktober lalu adalah, mobil penumpang 32.037 unit atau naik 5,6% dari September 30.335 unit. Untuk komersial terdiri dari Hi-Ace:144 unit dan Dyna 2-ton 2.665 unit, tumbuh 17,7% dari sebelumnya 2.265 unit. Selama 2012, Toyota telah berhasil menjual Dyna 17.170 unit.

Pasar Stabil

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto memperkirakan, pasar kendaraan roda empat pada 2013 relatif stabil. "Targertnya hampir sama dengan tahun ini, sekitar satu juta unit," katanya.

Menurut dia, inflasi dan fluktuasi rupiah juga berpengaruh buruk terhadap penjualan. Sedangkan dari luar negeri, krisis lobal yang masih berlanjut akan mempengaruhi fluktuasi harga jual. "Skenario pesimistisnya penjualan akan turun," ujarnya. Namun Joko mengatakan tren ini tidak perlu dikhawatirkan. Menurut dia, hal yang terpenting bagi produsen adalah dengan meningkatkan produktivitas serta meluncurkan varian baru yang menarik minat konsumen.

BERITA TERKAIT

Lion Air Rencanakan IPO - BEI Pastikan Belum Terima Dokumen Resmi

NERACA Jakarta – Wacana Lion Air bakal menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek…

Bukukan Penjualan Rp 106,74 Triliun - Porelahan Margin HM Sampoerna Makin Tebal

NERACA Jakarta – Di tahun 2018, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan penjualan bersih Rp106,74 triliun atau naik 7,72% pada…

Disarankan Tambah Insentif untuk Dorong Ekspor Perhiasan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyatakan saat ini masih diperlukan beragam insentif…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

Dunia Usaha Dimintai Dukungan Hadapi Diskriminasi Sawit UE

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia menggandeng dunia usaha asal Uni Eropa untuk ikut membantu proses negosiasi dan diplomasi kepada UE…

Dunia Usaha - Perang Dagang AS-China Disebut Beri Peluang Bagi Manufaktur RI

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian tengah fokus menggenjot investasi di lima sektor yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yaitu…