Menkeu Minta OJK Awasi LKM

NERACA

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyerahkan segala sesuatunya yang dibutuhkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan pengawasan dan pengaturan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Apalagi LKM yang ada berjumlah sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk meyakinkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dari ujung timur hingga ujung barat tertata dengan baik, dan tidak terjadi sebuah risiko di Indonesia, maka pengawasan di lakukan oleh OJK”, kata Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo, di Jakarta, Jumat (30/11) pekan lalu.

Untuk mekanisme pengawasan yang dilakukan, kata Agus, Kemenkeu menyerahkan langsung kepada OJK, untuk bagaimana mekanisme pengawasan dan pengaturan, mengingat jumlah LKM sangat banyak, dan penyebarannya sangat luas diseluruh wilayah Indonesia.

“Pengawasan nanti dilakukan oleh OJK (pengawasan LKM). Nanti bagaimana OJK. Apakah OJK melalui OJK sendiri, atau dengan cara melalui Pemerintah Daerah. Itu bagaimana melakukan supervisi kepada LKM. Dan, ini saya sudah ingatkan di Kemenkeu untuk dibicarakan dengan DK-OJK”, jelas Agus.

Sementara itu, ditemui dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Muliaman Darmansyah Hadad, mengaku tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengawasi LKM-LKM yang ada di seluruh Indonesia. OJK berupaya mencari strategi yang seefisien mungkin mengingat jumlah LKM sangat besar dan tersebar.

“Bagaimana pengawasan LKM itu harus di cari strategi yang memadai, karena LKM jumlahnya banyak sekali dari Barat sampai Timur. Nanti bisa saja melalui Pemerintah Daerah atau universitas-universitas yang ada,” jelasnya.

Meski belum jelas apakah LKM akan diawasi OJK atau tidak, namun Muliaman meyakini bahwa pembahasan mengenai siapa yang mengawasi LKM, akan jatuh ke tangan OJK. Saat ini, pembahasan lebih mendalam mengenai pengawasan LKM tengah berada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Kita masih menunggu kepastian, karena masih dibahas secara mendalam di Dewan Perwakilan Rakyat. Nampaknya, ada kecendrungan bahwa OJK yang nanti mengawasi LKM. Saya belum tahu juga. Kita tunggu saja”, jelas Muliaman.

Bahkan, Muliaman beserta jajaran Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) tengah menyiapkan segala sesuatunya untuk melakukan strategi mengawasi LKM yang jumlahanya sangat banyak, dan berada diseluruh wilayah. Indonesia.

“Mengenai peranan OJK dalam pengawasannya sudah hampir pasti. Kita tinggal menyiapkan saja. Karena, OJK harus mencari cara agar sefisien mungkin mengawasi lembaga keuangan yang sangat banyak. Apakah kita harus bekerjasama dengan Pemerintah Daerah atau universitas-universitas didaerah. Saya rasa itu opsi-opsi yang akan dibuka,” tandasnya.

Sebelumnya, OJK menilai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) akan tergantung Undang-Undang untuk siapa yang akan mengawasinya. Bila OJK ditunjuk, maka OJK tengah membuat standar pengawasan untuk LKM. “Itu tergantung UU. Tapi, LKM memang perlu pengawasan. Tapi, apakah diawasi OJK itu kita lihat nanti”, kata anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) Firdaus Djaelani, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, bila OJK ditunjuk untuk mengawasi LKM, maka OJK akan membuat standar pengawasan, sementara pengawasan yang berada di daerah akan OJK serahkan kepada Pemerintah Daerah setempat. “Dilimpahkan. Wong jumlahnya banyak. Kita harus berdayakan dinas-dinas di daerah. Ini akan membantu kita dalam melakukan pengawasan kepada LKM-LKM yang ada,” tuturnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…

Asuransi Generali Buka Kantor Agen di Jambi

  NERACA Jakarta - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meresmikan kantor keagenan baru di Kota Jambi dengan nama AG- Jambi All Star yang…