Kinerja Positif, Manulife Syariah Spin Off di 2014

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) membukukan premi syariah sebesar Rp25 miliar pada kuartal III-2012. "Premi hingga September 2012 ini meningkat 52,34% dari periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp16,4 miliar," ujar Vice President Director and Head Of Employee Benefit and Sharia Business Manulife Indonesia, Nelly Husnayati di Jakarta, pekan lalu.

Sementara pendapatan premi baru di unit bisnis syariah mencapai Rp11 miliar. Premi baru ini meningkat sekitar 40% bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sejauh ini, kata Nelly, perusahaan baru menjual satu produk syariah, yaitu Berkah Savelink. Namun Nelly mengungkapkan, ke depan perusahaan akan terus mendorong pertumbuhan dan penambahan produk syariah. Hal ini menjadi salah satu persiapan perusahaan jelang spin off (lepas dari induk usaha) pada 2014 mendatang.

Selain penambahan produk syariah, perusahaan juga akan mendorong penjualan produk syariah melalui perbankan. Saat ini produk yang ada baru dijual melalui agen. Namun Nelly enggan mengatakan bank yang akan menjalin kerja sama dengan Manulife Syariah karena seluruhnya masih dalam proses penyelesaian.

Terkait spin off, dalam dua tahun ke depan perusahaan akan menambah modal untuk memenuhi ketentuan regulator, yaitu Rp50 miliar. Modal perseroan saat ini Rp25 miliar, tapi perseroan yakin akan sampai ke Rp50 miliar dalam dua tahun.

Sedangkan Direktur Utama Manulife Indonesia, Chris Bendl mengungkapkan, pihaknya akan memaksimalkan kerja sama dengan Bank Danamon tahun depan. "Sukses dengan Bank Danamon akan dilanjutkan dengan kemitraan strategis untuk tahun depan. Kita akan mengoptimalkan lagi kerjasama bisnis dengan Danamon di masa mendatang," terangnya.

Bisnis bancassurance di Manulife Indonesia naik menjadi 40% atau sebesar Rp2,25 triliun dari pendapatan premi senilai Rp5,6 triliun. Angka ini naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 35%. Peningkatan kontribusi tersebut, diakui karena kerja sama bancassurance dengan Bank Danamon membuahkan hasil di atas ekspektasi.

Chris Bendl mengatakan kemitraan eksklusif dengan Danamon selama sepuluh tahun sejak Oktober 2011 lalu ini memang ditujukan untuk memperluas jaringan pemasaran untuk produk-produk perseroan. "Dengan kemitraan tersebut kita didukung lebih dari 250 financial specialist dengan 526 cabang ritel Danamon," katanya. Dia juga menjelaskan, alasan kerja sama dengan Danamon adalah karena bank tersebut merupakan salah satu bank lokal terbesar.

Sementara Nelly Husnayati menerangkan, 30% premi disumbangkan oleh keagenan dan sisanya oleh employee benefit dan mutual fund. "Manulife Syariah belum masuk ke bank, sehingga pangsa pasar yang ada baru berasal dari agen," kata Nelly. Seluruh agen Manulife memang diizinkan seluruh menjual produk syariah. Sampai September agen Manulife mencapai 8.920 agen. Perusahaan menargetkan di akhir tahun ini agen bisa mencapai angka 10 ribu orang. [ardi]

BERITA TERKAIT

Komposisi Besaran Iuran Pensiun Dibawa Ke Meja Presiden

NERACA   Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mengadakan pertemuan dengan lembaga-lembaga seperti Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Koordinator…

Premi Asuransi Generali Tumbuh 9,5%

  NERACA   Jakarta - Di tengah pelambatan ekonomi kuartal pertama ini, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) masih mencatat…

Lotte Mart - Equity Life Luncurkan Program Lotte Sehat

NERACA Jakarta - Program Lotte Sehat adalah program kerja sama antara PT Equity Life Indonesia dengan salah satu perusahaan retail terbesar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kena Dampak Covid 19, AAJI Minta Diizinkan Jual PAYDI Secara Online

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi…

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…