Realisasi Dana IPO Bank Jatim Capai Rp 1,04 Triliun

Sampai dengan akhir November, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum (IPO) sebesar Rp1,04 triliun.

Direktur Utama BPD Jatim Hadi Sukrianto mengatakan, penggunaan dana tersebut telah direalisasikan untuk ekspansi kredit sebesar Rp1 triliun, untuk ekspansi jaringan kantor sebesar Rp27,07 miliar, serta untuk ekspansi teknologi Informasi sebesar Rp4,55 miliar, “Jadi sisa dana yang masih ada saat ini sebesar Rp219,43 miliar,"katanya dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Adapuun sisa dana yang masih ada saat ini ditempatkan pada Bank Mandiri, yang tidak ada hubungan afiliasi dengan perseroan. Dana ini memiliki tingkat bunga sebesar 4,45%. Pengamat pasar modal Willy Sanjaya pernah bilang, sejak Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO), harga saham BJTM selalu di bawah. “Sebab, harga IPO di Rp430 pada 30 Juli 2012 dengan earning per share (EPS) 45 per saham,”ujarnya.

Harganya Masih Murah

Menurutnya, level tertinggi di hari perdana adalah Rp480 per saham. Karena itu, saham BJTM masih murah. Begitu juga dengan BJBR. “Sayangnya, dari kedua emiten ini tidak ada aksi korporasi yang terlalu mencolok yang bisa menggerakkan harga sahamnya,”tuturnya.

Kondisi itu, lanjutnya, berbeda dengan saat harga PT Garuda Indonesia (GIAA) turun pasca-IPO. “Sebab, tidak lama kemudian ada aksi korporasi sehingga harganya kembali terdongkrak,” tandas dia.

Sedangkan BJTM, kata Willy, sampai saat ini masih diam saja dan tidak ada berita apapun yang bisa jadi pendongrak harga sahamnya. “Tapi, kalaupun turun lagi, harga saham BJTM tidak akan terlalu jauh setelah menyentuh level terendah Rp355 per saham. Sebab, sekarang pun masih di Rp360-an,”paparnya.

Karena itu, lanjut dia, harga fair value BJTM, paling tidak di harga IPO-nya itu. “Minimal BJTM harus kembali ke harga IPO itu. Sebab, IPO BJTM direalisasikan 2012 ini. Dilihat dari pergerakan hariannya pun kurang atraktif karena memang tidak ada aksi korporasi baru,” tuturnya.

Keatifan saham BJTM, kata Willy, tidak terjadi tiap hari alias selang seling. “Kalaupun ada transaksi tiap hari, jumlahnya tidak banyak. Tapi, dari kinerja fundamental emiten untuk kuartal III-2012 cukup bagus,”tegasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

Gandeng Tiga Bank Syariah - Pertamina Siapkan Payroll Bagi Karyawan

NERACA Jakarta- PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran personal karyawan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…