Moderland Optimis Target Penjualan Tembus Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Modernland Realty Tbk (MDLN) optimis penjualan hingga akhir tahun bisa sesuai target sekitar Rp 1 triliun. Pasalnya, pencapaian penjualan ini didukung oleh perolehan pendapatan perseroan hingga akhir semester pertama 2012 yang mencapai Rp 510 miliar. Selain perolehan laba bersih senilai Rp 114 miliar.

Investor Relation Manager PT Modernland Realty Tbk Cuncun M Wijaya mengatakan, melihat perolehan pencapaian kinerja itu, perseroan yakin target tersebut akan tercapai,”Besarnya penyerapan permintaan pasar bakal mencapai target penjualan tahun ini,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, pada 2013, perseroan tidak akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex). Meskipun ada rencana mengakuisisi lahan seluas 1.000 hektare (ha) di daerah Cikandek untuk kawasan industri. "Memang kami berniat mengakuisisi lahan di Cikandek, namun untuk mengakuisisi lahan tersebut tidak menggunakan dana capex, dan bukan juga dari penerbitan Obligasi"ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga menyampaikan rencana penawaran umum obligasi II-2012 sebesar Rp500 juta. Book building akan dimulai pada 30 November 2012 dan 3-4 Desember 21012.

CEO Modernland Freddy Chan mengatakan, obligasi II ini terbagai menjadi dua seri, yaitu seri A dengan bunga 8,75-10,75% yang akan jatuh tempo tiga tahun dan seri B dengan bunga 9-11% yang jatuh tempo lima tahun, “Dengan tingkat bunga tetap dibayar setiap triwulan," kata Frddy.

Dia mengatakan, penerbitan instrumen utang ini merupakan bagian rencana pendanaan perusahaan dalam rangka pengembangan bisni perusahaan lebih lanjut. Dari dana obligasi ini, 60% akan digunakan untuk melakukan peningkatan penyertaan di entitas anak perusahaan PT Prisma Inti Semesta, yang selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja termasuk pembelian tanah dan infrastruktur.

Freddy menambahkan, 20% akan digunakan sebagai modal kerja perseroan termasuk untuk pembiayaan infrastruktur. Kemudian 20 persennya akan digunakan sebagai pinjaman kepada entitas anak perusahaan, “Selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja termasuk pembelian tanah dan infrastruktur,"ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…

Laba Bersih Alfamart Melesat Tajam 71,11%

NERACA Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan laba 2019 sebesar 71,11% menjadi Rp1,11 triliun dari periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…