Awal Pekan, IHSG Masih Cenderung Melemah

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Jum’at akhir pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 42,945 poin (0,99%) ke level 4.276,141. Sementara Indeks LQ45 anjlok 726,810 poin (1,58%) ke level 726,810. Aksi ambil untung pelaku pasar memicu indeks BEI terkoreksi melemah di Asia. Saham-saham bank dan perkebunan terkena koreksi paling dalam.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, indeks BEI ditutup melemah dipicu aksi jual investor dalam negeri, “IHSG BEI melemah di tengah bursa saham regional yang berada dalam area positif. Indeks BEI dilanda 'profit taking' didorong beberapa pelaku pasar asing masih mengambil posisi jual,”katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, pelaku pasar asing yang masih mengambil posisi jual itu mempengaruhi transaksi pemodal domestik secara psikologis. Meski demikian, dengan positifnya bursa regional akan membuat IHSG BEI pada perdagangan saham berikutnya diperkirakan kembali naik.

Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, IHSG pada perdagangan akhir pekan ditutup melemah. Penurunan IHSG akhir pekan ini didorong oleh turunnya saham perkebunan dan perbankan.

Menurut dia, saham perbankan turun karena Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan tahun depan dari 25% menjadi 23%. Berikutnya, dia memproyeksikan indeks BEI awal pekan diperkirakan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah pada kisaran 4.250-4.320 poin.

Sebagai informasi, pada perdagangan akhir pekan, saham-saham bank dan perkebunan bluechip serta saham lapis dua di sektor infrastruktur menjadi bulan-bulanan investor atas aksi ambil untung yang dilakukannya sejak awal perdagangan. Ketiga sektor tersebut menjadi pemberat bursa dengan koreksi paling tajam.

Tiga sektor masih berhasil menguat, yaitu industri dasar, konstruksi dan perdagangan. Sayangnya, penguatan mereka belum cukup tinggi dan masih kalah dibandingkan koreksi di tujuh sektor lainnya.

Aksi jual saham ini banyak dilakukan investor lokal. Sementara pemodal asing hingga tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 534,03 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 177.752 kali pada volume 8,787 miliar lembar saham senilai Rp 8,808 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 123 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi di lantai bursa naik cukup tinggi akibat transaksi di pasar negosiasi terhadap saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) senilai Rp 1,1 triliun yang dilakukan oleh dua broker. Sementara bursa-bursa di Asia berhasil mempertahankan momentum penguatan hingga menutup akhir pekan di teritori positif. Pasar saham Singapura memimpin penguatan di regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.050 ke Rp 20.950, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 23.250, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 250 ke Rp 4.400, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 57.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 39.250, Indosat (ISAT) turun Rp 750 ke Rp 5.550, XL Axiata (EXCL) turun Rp 750 ke Rp 5.150, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 18.000.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga melemah 28,206 poin (0,65%) ke level 4.290,880. Sementara Indeks LQ45 jatuh 7,462 poin (1,01%) ke level 730,992. Aksi ambil untung banyak dilakukan investor domestik, sedangkan pemodal asing melakukan pembelian bersih dengan nilai cukup besar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 86.758 kali pada volume 4,432 miliar lembar saham senilai Rp 3,504 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 800 ke Rp 20.700, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 225 ke Rp 4.375, Toba Bara (TOBA) naik Rp 180 ke Rp 1.300, dan MNC (MNCN) naik Rp 125 ke Rp 2.625.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 39.050, Adira Finance (ADMF) turun Rp 800 ke Rp 11.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 18.000, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 550 ke Rp 7.450.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 4,09 poin atau 0,09% ke posisi 4.315,12. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,17 poin (0,16%) ke level 737,28, “IHSG bergerak melemah melawan arah bursa regional yang berada dalam area positif memfaktorkan optimisme solusi 'fiscal cliff' di AS," kata Reza Priyambada.

Dia menambahkan, pergerakan IHSG masih bervariasi dengan kecenderungan mencoba menguat, kondisi saat ini sentimennya belum mendukung untuk mendorong kembali indeks BEI.

Hal senada juga pernah disampaikan Purwoko Sartono, IHSG masih bergerak "volatile" seiring pelaku pasar masih menanti bagaimana AS terhindar dari "fiscal cliff, “Sebagaimana diketahui pasar finansial global dipastikan akan bergejolak jika kenaikan pajak di AS otomatis diberlakukan seiring dengan pemotongan anggaran, jika kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran," kata Purwoko.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Jum’at dibuka menguat 137,77 poin (0,63%) ke level 22.060,66, indeks Nikkei-225 naik 82,61 poin (0,88%) ke level 9.483,49, dan Straits Times menguat 29,23 poin (0,96%) ke level 3.075,13. (bani)

BERITA TERKAIT

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

YLK Sumsel Masih Temukan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil

YLK Sumsel Masih Temukan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil NERACA Palembang - Yayasan Lembaga Konsumen Sumatera Selatan (Sumsel) masih menemukan jajanan…

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah - Wakil Walikota Sukabumi

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah Wakil Walikota Sukabumi NERACA Sukabumi - Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami mengatakan, tingkat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…