Pajak Ekspor Zircon Belum Kondusif Buat Investasi

NERACA

Jakarta - Harga penetapan ekspor (HPE) zirconium atau zircon untuk Desember 2012 yang dirilis Kementerian Perdagangan, pekan lalu, lebih rendah dibandingkan dengan HPE sebulan sebelumnya. Namun, nilai HPE resmi itu dinilai tidak jauh berbeda dari informasi “bocoran” yang diperoleh pedagang di China beberapa waktu lalu.

Asosiasi Pertambangan Zirconium Indonesia (APZI) memang sebelumnya menyesalkan beredarnya “bocoran” HPE itu menyambut baik penurunan tarif pajak ekspor untuk Desember 2012. Akan tetapi demi menciptakan iklim investasi yang kondusif dan fair, mereka meminta pemerintah menyederhanakan klasifikasi HPE zircon yang saat ini masih tiga lapis menjadi satu lapis (layer).

“Kami bersyukur dan berterima kasih pemerintah telah menurunkan tarif pajak itu. Namun, demi kelangsungan usaha selanjutnya, kami tetap terus memperjuangkan agar HPE bisa menjadi satu layer,” ujar Ketua Umum APZI, Ferry Alfiand ketika dihubungi, akhir pekan lalu di Jakarta.

Berdasarkan Permendag Nomor 73/M-DAG/PER/11/2012 tentang penetapan harga patokan ekspor (HPE) atas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar, HPE zirconium untuk Desember 2012 dibagi empat lapis, atau sama seperti HPE November.

Dalam lampiran Permendag itu disebutkan, HPE untuk bijih zirconium dengan kadar di bawah 50% (ZrO2 <50%) sebesar US$ 1.135,05 per ton basah (WMT) atau turun dari HPE November sebesar US$ 1.277,79 per WMT. Untuk bijih zirconium dengan kadar 50% hingga di bawah 60% (≤50% ZrO2 <60%) sebesar US$ 1.365,40 atau turun dari HPE November sebesar US$ 1.538,57 per WMT.

Sedangkan HPE Desember untuk bijih zirconium dengan kadar ≥60% (ZrO2 ≥60%) sebesar US$ 1.517,06 per WMT atau turun dari HPE November sebesar US$ 1.708,07 per WMT.

Sementara itu, HPE Desember untuk zirconium silikat dari jenis yang dipakai sebagai opasitas sebesar US$ 1.515,46 per ton kering (DWT) atau turun dari HPE November sebesar US$ 1.708,70 per DWT.

Sebelumnya dikabarkan, APZI memprotes beredarnya “bocoran” HPE di kalangan trader dari China. Pasalnya, bila “bocoran” itu benar seperti rilis resmi pemerintah maka dikhawatirkan terjadi praktik perdagangan curang karena memanfaatkan informasi orang dalam. pasar modal, praktik semacam ini termasuk pelanggaran dan bisa ditindak secara pidana.

Ferry mengemukakan pihaknya memperoleh informasi dari China bahwa HPE Desember 2012 sudah ditetapkan, yakni tetap 3 lapis (layer) seperti pada November, namun ada sedikit penurunan.

Bocoran informasi HPE dari China menyebutkan, HPE zirconium kadar di bawah 50% adalah US$1.133,7 per ton, kadar 50-60% sebesar US$1.365,07 per ton, dan kadar di atas 60% mencapai US$1.515,46 per ton. Sedangkan beban pajak ekspor yang disetorkan ke kas negara sebesar 20% dari HPE.

Rugikan Investor

Ferry mengungkapkan dengan HPE tetap tiga lapis, dan penetapan harga yang semakin rendah untuk kadar yang makin kecil, hal itu berarti malah menguntungkan pengusaha yang tidak bangun pabrik atau tidak melakukan pemurnian (hilirisasi). Padahal, saat ini pemerintah mengharapkan investasi swasta dari sektor pertambangan sebesar mungkin agar bisa menyerap tenaga kerja. “Jika yang investasi malah dirugikan maka HPE tidak selaras dengan program pemerintah.”

Dengan HPE saat ini, menurut Ferry, pengusaha yang tidak berinvestasi akan diuntungkan karena kadar zircon yang ditambang dari alam, umumnya di bawah 50%. Adanya ketentuan HPE kadar di bawah 50% memungkinkan barang langsung diangkut dari lokasi tambang ke pelabuhan, dimuat ke kontainer untuk diekspor, tanpa investasi apapun.

Sedangkan untuk memperoleh kadar zircon di atas 60%, barang dari lapangan harus diolah lagi dalam beberapa tahapan. “Jadi anggota kami yang membiayai pemurnian sehingga memperoleh zircon kadar di atas 60% malah dirugikan oleh kebijakan HPE yang lebih tinggi. Jadi pengusaha yang mau investasi malah dirugikan,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal…

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal… NERACA Jakarta - Sejumlah pengamat meyakini pilpres 2019 sangat membawa pengaruh pada kondisi…

Pabrik di Pati Dilalap Api - Garudafood Belum Taksir Nilai Kerugian

NERACA Jakarta – Musibah kebakaran yang terjadi di area gudang bahan kemasan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) di…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Komoditas - Penyerapan Biodiesel Strategi Hadapi Diskriminasi Sawit Eropa

NERACA Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri…

Kemendag Pastikan Izin Impor Bawang Putih 7 Perusahaan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memastikan izin impor bawang putih bagi tujuh perusahaan…

CIPS Sebut Distribusi Minol Lewat PLB Rentan Tambah Korban

NERACA Jakarta – Distribusi minuman beralkohol (minol) lewat Pusat Logistik Berikat (PLB) rentan menambah korban luka dan korban jiwa akibat…