Hatta: Jadikan Indonesia Basis Produksi di ASEAN - Hadapi AEC 2015

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, Indonesia harus jadi basis produksi di ASEAN. Hal ini terkait rencana menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015. Menurut Hatta, kuncinya adalah pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang dilakukan secepatnya agar daya saing Indonesia tidak kalah dengan negara-negara ASEAN lainnya.

"Kita inginkan Indonesia sebagai basis produksi, bukan (hanya) menjadi pasar pada AEC 2015. Kata kunci kita adalah daya saing dan infrastruktur serta konektivitas. Dalam 3 tahun ini kita habis-habisan membangun infrastruktur dan konektivitas. Ini harus dijalankan agar kompetitif," jelasnya, akhir pekan kemarin.

Hatta menilai ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Indonesia sehingga lebih cocok untuk dijadikan basis produksi. Keunggulan itu antara lain jumlah Sumber Daya Alam (SDA) yang banyak, Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif dan tumbuhnya golongan kelas menengah baru di Indonesia.

"Ada 3 keunggulan kita yaitu pertama pda 2030 jumlah penduduk Indonesia mencapai 280 juta. Ini berarti asumsi pertumbuhan kelas menengah baru meningkat 90 juta orang menjadi 135 juta orang, apabila pertumbuhan ekonominya hanya 6%. Jika pertumbuhan ekonomi di atas 6%, akan ada 190 juta orang kelas menengah baru pada 2030. Selain itu SDM kita banyak yang produktif dan SDA kita tak tertandingi oleh manapun," paparnya.

Karena itu, upaya bersama dari negara-negara ASEAN untuk meningkatkan pembinaan SDM yang antara lain melalui pelatihan dan kompetisi, dapat menjadi barometer kemajuan kerjasama di AEC dan memiliki kompetensi berstandar internasional.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa Indonesia siap menyambut implementasi AEC, meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum itu. "Proses persiapan masih terus berjalan, dan dalam kaitannya dengan AEC, persiapan kita sudah 75% dan saya yakin kita mampu untuk menjalankan AEC," katanya.

Bayu mengatakan bahwa dua tahun menjelang pelaksanaan AEC, dia yakin semua persiapan terkait poin-poin penting segera terselesaikan. Selain itu, pemberlakuan AEC juga membuka kesempatan bagi dunia usaha Indonesia untuk berkarya di negera-negara ASEAN.

"Indonesia harus lebih sering untuk keluar, dan AEC merupakan kesempatan yang baik untuk melakukan hal itu. Selain itu, produk dari Indonesia juga bisa dibawa ke negara lain," ujarnya.

Untuk saat ini, lanjut Bayu, arus investasi antara negara-negara ASEAN berada dalam kondisi yang cukup baik dan menjanjikan, namun untuk ketenagakerjaan masih dibicarakan meski mengarah ke arah yang baik.

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden - Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik

Jusuf Kalla Wakil Presiden Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Lagi Perang Fisik  Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tantangan yang…

Menakar Mobil Listrik di Indonesia

Oleh: Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi UGM Setelah beberapa lama dinantikan, Presiden Joko Widodo akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang…

PERAGAAN BUSANA HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Model mengenakan busana kebaya bertema kemerdekaan saat peragaan busana di tanggul Lapindo Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (13/8). Peragaan busana…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Badan Riset Dorong Prioritas Riset dan Inovasi Lebih Terarah

    NERACA   Jakarta - Wakil Direktur Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI)…

LG Catatkan 1.000 Unit Penjualan Mesin Cuci Laundry

    NERACA   Jakarta - PT LG Electronics Indonesia berhasil mencatatkan penjualan 1.000 unit mesin cuci laundry sejak dimulai…

Pemerintah Siap Bangun Infrastruktur di 3 KEK

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar sidang dewan nasional untuk membahas terkait pengembangan…