Mobil Bekas Kuasai Total Pembiayaan BFI Finance

NERACA

Jakarta - PT BFI Finance Indonesia Tbk mencatatkan total pembiayaan baru sebesar Rp5,2 triliun pada September 2012, meningkat dari Rp4,2 triliun di periode sama tahun lalu. Dilihat dari porsi pembiayaan baru, maka mobil bekas ada di posisi teratas dari total pembiayaan, yaitu 48%. Lalu sisanya sewa pembiayaan (26%), mobil baru (16%), dan motor bekas (10%).

“Untuk ke depannya, kita tetap fokus ke (pembiayaan) mobil bekas, walaupun memang ada tantangan dari mobil baru harga murah. Tapi kita yakin mobil bekas juga akan tetap ada yang mengincar,” tutur Cornellius Henry, Direktur BFI Finance, di Jakarta, Kamis (29/11).

Cornellius tetap yakin bahwa mobil bekas masih mempunyai pasar di tahun-tahun ke depan. Karena menurutnya kalau pembiayaan mobil baru, perusahaannya akan susah bersaing. “Karena banyak penjualan mobil itu bunganya rendah sekali, lewat harga yang dinaikkan atau apa. Sedangkan kita tidak punya induk kayak Astra atau apa. Jadi mau ga mau kita harus fokus ke mobil bekas. Dan pertumbuhan dari mobil bekas juga ada, kalau populasi middle class kita meningkat, yang mana akan ada peningkatan dari motor ke mobil bekas,” paparnya.

Cornellius mengatakan bahwa pembiayaan mobil baru berharga murah memang bisa menjadi lahan bisnis yang menarik bagi perusahaannya, namun mereka tidak berani memprediksi lebih jauh kemungkinan keberhasilannya.

“Karena kita tidak punya keterkaitan dengan (perusahaan) induk yang memproduksi mobil baru. Sedangkan kalau Astra Credit Company, kan dia ada link kepada Astra. Jadi langsung dia bisa membiayai mobil baru,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa pihaknya lebih suka membiayai pembelian mobil bekas untuk dipakai di sektor produktif. “(Bisnis mobil bekas) ini juga termasuk truk, pick up, karena kita lebih suka dengan orang yang pakai untuk cari duit,” imbuhnya.

Untuk tahun ini, kata Cornellius, BFI Finance lebih fokus ke pembiayaan alat berat. “Tapi tahun depan (sektor) industrinya tidak akan terkonsentrasi lebih banyak lagi ke pertambangan batu bara. Dulu 45% (pembiayaan kita) ada di batu bara, tapi di tahun depan kita kurangi, karena harganya masih belum bagus,” ungkapnya. Dia juga bilang, itu akan dialihkan sektor industri manufaktur dan pembangunan infrastruktur.

Mengenai aturan-aturan baru dalam perusahaan pembiayaan, seperti minimal uang muka (DP) dan fidusia, tentu saja juga mempengaruhi operasional BFI Finance.

“Pengaruh dari fidusia lebih banyak kepada persoalan teknis di lapangan, karena infrastruktur dari Kemenkumham sendiri kan belum siap. Kan ada di beberapa kota, kita tidak bisa mendaftarkan, jadi mesti ke kota lain. Kalau batasan kita 30 hari, itu kan makan waktu untuk kirim daftar, bikin akte atau sertifikat, itu yang jadi masalah. Kalau konsumen tinggal di kota pinggiran, contohnya seperti di Sorong, dia harus ke Manokwari. Soal notaris itu ada, tapi harganya sangat mahal,” katanya.

Sedangkan, untuk aturan DP, lebih pengaruh ke pembiayaan sepeda motor. Penurunannya, kata Cornellius, cukup signifikan, dari yang tadinya 9% di tahun lalu menjadi 7% dari total portofolio yang dikelola per September 2012. “Ya intinya kita ga bertumbuh. Tadinya kita targetkan sekian, tapi ga bisa kita capai, karena faktor DP 30% itu,” ujarnya.

Tapi, dia masih optimis target pembiayaan motor masih bisa tercapai di akhir tahun. “Target (total) pembiayaan tahun depan bertumbuh 10%-15% dari pencapaian di akhir tahun ini. Kalau sekarang di akhir tahun bisa Rp7 triliun, maka tahun depan bisa Rp8 triliun lebih sedikit lah,” pungkasnya. [ria]

BERITA TERKAIT

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan Sektor Non Formal

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memacu pembiayaan perumahan di sektor non formal dengan memfasilitasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR)…

Ford Rencanakan Teknologi Nirkabel Baru Untuk Mobil

Ford Motor Co mengatakan pada Senin (7/1) bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan teknologi nirkabel untuk model kendaraan baru di Amerika…

PoliticaWave : Jokowi Kuasai Medsos Pada Debat Pertama

PoliticaWave : Jokowi Kuasai Medsos Pada Debat Pertama NERACA Jakarta - Survei media sosial PoliticaWave menyebut bahwa pasangan capres dan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…