2013, Kemenpera Salurkan Dana FLPP 350.000 Rumah

NERACA

Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat menargetkan dapat menyalurkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk 350.00 unit rumah dengan total anggaran Rp2,7 triliun pada 2013.

"Saat ini sudah enam bank swasta nasional dan 14 bank pembangunan daerah (BPD) yang telah bekerja sama dengan Kemenpera untuk penyaluran FLPP," kata Asisten Deputi Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kemenpera Iwan Nurwanto di Jakarta, Kamis (29/11), seperti dilansir Antara.

Untuk itu, Kemenpera juga terus mengutarakan harapannya agar ada partisipasi aktif dari sejumlah perbankan untuk menyalurkan dana FLPP tersebut.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah melalui Kemenpera juga telah meminta para pengembang untuk meningkatkan jumlah pasokan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.

"Selain bekerjasama dengan perbankan, kami juga menggandeng asosiasi pengembang untuk ikut meningkatkan pasokan rumah untuk masyarakat," kata Iwan.

Ia juga mengemukakan, keenam bank swasta nasional yang telah bekerja sama dengan Kemenpera adalah Bank BTN, Bank BTN Syariah, BNI, BRI, BRI Syariah, dan Bank Mandiri. Sedangkan 14 bank pembangunan daerah yang bekerja sama dengan Kemenpera antara lain BPD Jawa Tengah, BPD NTT, BPD Jawa Timur Syariah, BPD Kalimantan Tengah, dan BPD Sulawesi Tenggara.

Bank pembangunan daerah lainnya adalah BPD Papua, BPD Riau Kepri, BPD Sumatera Utara Konvensional, BPD Sumatera Utara Syariah, BPD Kalimantan Selatan, BPD Sumsel Babel, BPD Jawa Timur, BPD DIY, Bank Nagari, dan Bank Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Kemenpera, Bank BTN (syariah dan konvensional) memiliki kontribusi yang signifikan sampai dengan 99,2% dari penyerapan FLPP.

"Kami harap, bank-bank lainnya juga bisa meningkatkan penyerapan FLPP sehingga lebih banyak lagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki rumah yang layak huni," katanya.

Sekadar diketahui, kinerja penyaluran FLPP yang telah dilaksanakan Kemenpera bersama sejumlah bank penyalur dari 2010 hingga 2012 telah mencapai angka 152.885 unit rumah dengan nilai dana FLPP Rp5,24 triliun.

Sedangkan hingga pertengahan November 2012, Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan Kemenpera telah menyalurkan dana FLPP untuk 35.340 unit senilai Rp1,03 triliun.

"Kami targetkan hingga akhir 2012 setidaknya bisa tersalurkan dana FLPP untuk sekitar 80.000 unit. Hal itu dikarenakan masih ada sekitar 20.000 hingga 22.000 unit rumah hasil konversi KPR FLPP dari Bank BTN," katanya. (doko)

BERITA TERKAIT

Fintech Bantu Penyaluran Dana Ke Mikro

    NERACA   Jakarta - Pengamat ekonomi Indef Nailul Huda menilai industri teknologi finansial (tekfin) telah efektif dalam menyalurkan…

Super Energy Bidik Dana IPO Rp 38 Miliar

PT Super Energy Tbk (Persero) akan melakukan penawaran umum perdana saham sebesar 240 juta lembar saham atau sebesar 16,03% dari…

Intikeramik Bidik Dana Segar Rp 436 Miliar - Gelar Rights Issue

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) akan menggelar rights issue atau…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif JORR Naik Mulai Akhir September 2018

    NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan berbagai perubahan tarif terkait…

Jasa Raharja Berikan Santunan Korban Kapal KM Fungka Permata V

  NERACA   Sulteng – PT Jasa Raharja (Persero) bergerak cepat dengan memberikan santunan kepada korban terbakarnya Kapal KM Fungka…

Syngenta Dukung Pertanian Berkelanjutan Di Indonesia

      NERACA   Jakarta - Perusahaan agribisnis global Syngenta menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan (sustainable…