Kejar Proyek Tol, Citra Marga Anggarkan Capex Rp1,9 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Citra Marga Nusapala Tbk memproyeksikan anggaran belanja modal (capital expenditure) perseroan pada tahun 2013 sebesar Rp 1,9 triliun. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan adanya beberapa proyek dan pengembangan usaha yang akan dilakukan perseroan.

Direktur PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, Indrawan Sumantri mengatakan, anggaran belanja modal berasal dari kas internal dan penerbitan obligasi, “Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan jalan tol Depok-Antasari, perawatan reguler, dan akuisisi satu ruas tol,”katanya di Jakarta, Kamis (29/11).

Hindrawan mengatakan, pihaknya akan melakukan penawaran umum obligasi senilai Rp1,2 triliun pada Maret 2012. Dalam penerbitan obligasi tersebut akan dilakukan dengan mekanisme berkelanjutan. “Kami memakai laporan keuangan September 2012 untuk penerbitan obligasi yang saat ini sedang diaudit,” ujarnya.

Dari total penawaran obligasi tersebut, pihaknya akan mengalokasikan sebesar Rp 600 miliar untuk penerbitan sukuk, dan diharapkan dapat direalisasikan di tahun depan. Adapun tenor obligasi tersebut diperkirakan berjangka waktu lima tahun, “Dengan melihat ekspansi yang cukup aktif sehingga dapat direalisasikan pada tahun 2013.” ujarnya.

Untuk penjamin pelaksana obligasi, kata dia, perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Securities, PT Sucorinvest, PT Ciptadana Securities, dan PT Equator Securities sebagai penjamin pelaksana obligasi.

Target Laba

Lebih lanjut Indrawan mengatakan, pada tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sekitar Rp334 miliar dan pendapatan sekitar Rp863,5 miliar. Sementara pada tahun 2013, diharapkan dapat mencapai laba bersih sebesar Rp262,4 miliar dan pendapatan sekitar Rp915 miliar, dan di tahun 2014 diperkirakan akan memperoleh laba bersih senilai Rp320,5 miliar. “Tahun depan ada kebutuhan-kebutuhan equity yang merupakan sebagai komitmen untuk masuk ke proyek-proyek itu. Selain itu, tahun 2013 ada penambahan beban biaya pinjaman sehingga laba bersih menjadi turun,” jelasnya.

Untuk laba bersih pada 2012, lanjut dia, diperkirakan mengalami penurunan sebesar 6,44% atau menjadi Rp334 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp357,4 miliar. Hal tersebut karena adanya beban pinjaman obligasi, selain itu pihaknya mencatat beban perseroan juga meningkat terutama karena naiknya biaya pemeliharaan jalan tol.

Pada akhir tahun 2012, perseroan juga berencana mengakuisisi 30% saham Jasa Sarana di PT Marga Sarana Jabar yang sebelumnya kepemilikan saham tersebut sekitar 45% adalah PT Jasa Sarana dan 55% adalah JM. Dalam hal ini, PT Marga Sarana Jabar bertindak sebagai Badan Usaha Jalan Tol.

Untuk perkembangan proyek pengembangan Depok-Antasari, menurut Indrawan, pihaknya masih melakukan pembebasan lahan hingga ruas krukut pada kuartal pertama 2013. “Konstruksinya diperkirakan akan dimulai pada 2013, dan diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu 1,5 tahun, sedang untuk Depok-Antasari diharapkan selesai pada kuartal keempat 2014.” paparnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Mengembalikan Fungsi Sosial - Tinggal di Apartemen Jangan Hanya Haus Privasi

NERACA Jakarta – Bunga (25) keluarga muda yang baru menikah dua tahun lalu, mengungkapkan kenyamanannya pilih tinggal di apartemen Permata…

Menanti Gerak Cepat OJK Tangani Kisruh BRAU

NERACA Jakarta – Konflik kepanjangan antar pemegang saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) membuat investor semakin resah lantaran tidak…

Bidik Kelas Menengah - Menuai Prospek Emas RS Omni Lewat Pasar Modal

NERACA Jakarta – Bicara kesehatan adalah bagian penting untuk di jaga. Terlebih tiap tahunnya, biaya kesehatan selalu naik. Sejatinya, bisnis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Produk Perikanan Indonesia Unjuk Gigi - Internasional Seafood Show of Asia Dibuka

Memperkenalkan produk perikanan dalam negeri yang tidak kalah dengan negara lainnya, Pameran Internasional Seafood Show of Asia resmi dibuka pada…

Lippo Cikarang Tunjuk CEO Baru - Bawa Kinerja Keuangan Ciamik Jadi Tantangan

NERACA Jakarta –Menyelamatkan kinerja keuangan untuk tumbuh sehat dan terus berinovasi dalam menghadirkan produk properti yang mampu diserap pasar, menjadi…

Lagi, Bikin Anak Usaha Baru - Geliat Bisnis Obat Kalbe Farma Makin Menggurita

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan dan ekspansi bisnis, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) bersama dengan PT Enseval Putera Megatrading Tbk.…