Tingkatkan Kualitas, BEI Buka Perdagangan Lebih Pagi

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indoensia (BEI) akan secara efektif menerapkan jam perdagangan baru pada pukul 09.00 WIB pada 2 Januari 2012. Dimajukannya jam perdagangan 30 menit lebih awal dari jam perdagangan yang berlaku saat ini tersebut terdapat dalam revisi peraturan Nomor II-A tentang perdagangan efek bersifat ekuitas.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Samsul Hidayat mengatakan, perubahan peraturan akan berlaku efektif 2 Januari 2012, “Dengan adanya perubahan tersebut mendekatkan waktu perdagangan bursa dengan bursa regional lainnya sehingga BEI tidak hanya menjadi follower, “katanya di Jakarta, Kamis (29/11).

Pemajuan jam perdagangan bursa, menurut Samsul secara tidak langsung menambah aktivitas perdagangan sekaligus mendorong partisipasi lebih besar dalam perdagangan efek di wilayah Indonesia Timur karena memberikan waktu yang lebih panjang. “Karena Indonesia memiliki tiga zona waktu. Harapannya tentu berdampak untuk menambah waktu lebih panjang, seperti di wilayah Indonesia Timur.” ujarnya.

Dia juga menilai, dengan bertambahnya waktu perdagangan tersebut tentu dapat membuat investor di wilayah bagian tengah dan timur lebih nyaman dalam bertransaksi, dan diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan investasi untuk alokasi portofolio pelaku asing.

Dalam perubahan jam perdagangan bursa, lanjut Samsul, juga akan ada penerapan sesi pra penutupan (pre- closing) dan pasca penutupan (post-trading). Sementara untuk perubahan peraturan pokok lainnya, kata dia, yaitu adanya penambahan kewajiban penyampaian laporan pesanan titipan kepada Bursa bagi Anggota Bursa (AB) yang memberi pesanan titip jual dan atau beli. “Kami juga menyediakan dasar hukum pelaksanaan koreksi Trading-ID atas transaksi bursa,” ucapnya.

Adapun perubahan waktu perdagangan yang dilakukan pihak BEI antara lain sesi pre-opening pada order entry berubah dari 09.10-09.25 menjadi 08.45-08.55. Pre-opening untuk pembentukan harga pembukaan dan alokasi transaksi pada harga pembukaan dari awalnya pukul 09.25-09.29.59 menjadi 08.55.01-08.59.99.

Sementara untuk periode sesi I (Senin-Kamis) pada seluruh pasar menjadi 09.00 hingga 12.00 dan dilanjutkan sesi II pada pukul 13.30-15.49.59. Khusus hari Jumat sesi I berlaku mulai pukul 09.00-11.30, dan sesi II 14.00-15.49.59.

Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Andre PJ Toelle mengatakan, dengan adanya penerapan sesi pra-penutupan (pre-closing) yang terjadi di perdagangan di pasar reguler diharapkan dapat meningkatkan kualitas pasar. “Dalam penerapan sesi pasca penutupan atau post-trading untuk perdagangan di pasar reguler, sehingga dapat meminimalisir marking close dan meningkatkan kualitas pasar.” jelasnya.

Selain itu, dengan adanya sesi pasca penutupan, kata Andre akan memberikan kesempatan bagi nasabah untuk menutup atau melengkapi posisi transaksinya yang belum dapat diselesaikan pada saat penutupan jam perdagangan.

Andre menambahkan, selain perubahan jam perdagangan bursa, juga terdapat penyempurnaan ketentuan saham yang dapat diperdagangkan pada sesi pre-opening. “Dari sebelumnya yang hanya berlaku pada saham-saham LQ-45, saat ini ditambah dengan saham emiten yang tengah melakukan aksi korporasi.” ujarnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Izin Berusaha Lebih Mudah Melalui OSS

Oleh: Calvin Basuki Pemerintah pada Senin (9/7) telah meluncurkan Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik atau "Online Single Submission" (OSS).Aplikasi…

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih - Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket NERACA Sukabumi -…

KPK-KY Tingkatkan Kerja Sama Cegah Korupsi Hakim

KPK-KY Tingkatkan Kerja Sama Cegah Korupsi Hakim NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Yudisial (KY) meningkatkan kerja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…