Prestasi Pasar Modal Gambarkan Perekonomian Negara

NERACA

Manado – Industri pasar modal alam negeri dituntut untuk meningkatkan daya saing dengan negara tetangga. Pasalnya, baik buruknya industri pasar modal menjadi cerminan suatu negara.

Analis PT BNI Securities, Akhmad Nurcahyadi mengatakan, pasar modal sangat penting bagi suatu negara karena menjadi cerminan suatu negara, “Kehadiran pasar saham merupakan cerminan suatu negara terlihat dari outlook ekonomi yang menggambarkan seberapa besar tingkat pertumbuhannya," katanya di Manado kemarin.

Menurutnya, alasan pasar modal menjadi cerminan suatu negara lantaran berbagai emiten besar dari seluruh dunia hadir di tempat itu, “Para emiten besar dan emiten lainnya nantinya juga memanfaatkan pasar modal sebagai ajang berkomunikasi karena itu peran pasar modal begitu signifikan bagi suatu negara,"ungkapnya.

Dia menilai, industri pasar modal dalam negeri tahun depan masih sangat baik. Pasalnya, Indonesia memiliki year to date(YTD) return yang menarik pada periode Januari hingga November 2012 sebesar 12,5%. Kendati bursa saham Indonesia sudah tidak murah lagi, tetapi bila dibandingkan dengan bursa regional masih dalam taraf belum terlalu mahal.

Selain itu, bursa saham Indonesia memiliki potensi karena penguatannya masih bertumbuhnya laba perusahaan(coorporate earnings) dan ekonomi nasional. Sektor-sektor yang memberi kinerja imbal hasil atau return yang lebih baik pada indeks harga saham gabungan(IHSG) dalam satu tahun terakhir, kata Nurcahyadi yakni sektor properti, perdagangan, industri dasar, konsumsi dan infrastruktur.

Sementara sektor finansial, aneka industri, perkebunan dan pertambangan memiliki kinerja yang relatif lebih rendah dari kinerja IHSG pada periode yang sama. Asal tahu saja, kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida, Kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2012 mencatatkan pertumbuhan terbaik keempat di kawasan Asia, “Pasar modal Indonesia positif, itu tercermin dari meningkatnya IHSG sebesar 14,5% sepanjang tahun ini,”ungkapnya.

Dia juga mengemukakan, kinerja IHSG sepanjang tahun ini masih di bawah tiga bursa saham lainnya yaitu Thailand, Hong Kong, dan India. Sementara porsi kepemilikan efek di pasar modal Indonesia masih dikuasai pemodal asing. Tercatat investor asing menguasai 59,4% efek di BEI. Sisanya sebesar 40,6% dimiliki pemodal lokal.

Namun, dikatakan dia, investor domestik kini sudah mulai mengimbangi transaksi perdagangan saham terhadap asing di pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, kedepan kondisi tersebut bisa diikuti dengan bertambahnya jumlah investor domestik.

Saat ini investor domestik baru mencapai 0,2% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 363.094 investor, “Meski Indonesia masuk empat negara kinerja terbaik, namun jumlah investornya belum bertumbuh signifikan. Kalau terjadi 'reversal' di asing maka itu tentunya akan mengguncang perekonomian domestik. Jadi, domestik harus ditingkatkan,"tandasnya. (bani/ant)

BERITA TERKAIT

Pelaku Pasar Modal Sudah Mengantisipasi - Dampak Kenaikan Suku Bunga

NERACA Jakarta – Buntut terus terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, memaksa Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan…

Menteri Pertahanan - Tangkal Paham Terorisme Dengan Bela Negara

Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan Tangkal Paham Terorisme Dengan Bela Negara  Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan paham terorisme dapat…

BLTZ Anggarkan Belanja Modal Rp 500 Miliar

Danai ekspansi bisnisnya, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

Sritex Bagikan Total Dividen Rp 163,6 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)  atau Sritex memutuskan untuk…

Bidik Pasar Ekspor Ke Jepang - Trias Join Venture Perusahaan Jepang

NERACA Sidoarjo – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), perusahaan yang produksi packaging…