Toshiba Fokus Garap Pasar Mesin Cuci di Indonesia

NERACA

Jakarta - Pabrikan elektronik asal Jepang, Toshiba, fokus menggarap pasar mesin cuci karena penggunaan produk tersebut yang masih minim di dalam negeri. Jun Nishioka, Direktur Utama PT Toshiba Visual Media Network Indonesia, mengatakan saat ini pengguna produk mesin cuci mencapai 2,4 juta atau berkisar 10% dari total penduduk Indonesia.

"Dengan demikian, pasar mesin cuci masih luas dan potensial untuk dikembangkan," ujarnya di Jakarta, Kamis (29/11).

Menurut dia, penguatan pasar produk mesin cuci tersebut direalisasikan dengan pengoperasian pabrik baru mesin cuci di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dengan total investasi US$36 juta atau setara dengan Rp350 miliar.

Investasi tersebut digunakan untuk membangun gedung dan fasilitas pabrik lainnya. Pabrik yang mulai beroperasi awal bulan ini diproyeksikan menjadi basis produksi di Asia Tenggara, selain Thailand. Produk mesin cuci yang diproduksi di pabrik tersebut akan didistribusikan ke sejumlah negara di kawasan itu.

Dia menjelaskan, pabrik baru itu memiliki luas bangunan sekitar 18.000 meter persegi dan menyerap sekitar 350 karyawan. Rencananya, pabrik tersebut diprediksi bisa mulai berproduksi pada Desember mendatang.

Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri East Jakarta Industrial Park (EJIP), Cikarang, Bekasi itu siap memproduksi produk mesin cuci dua tabung. "Permintaan mesin cuci dua tabung ini semakin meningkat di Asia Tenggara," katanya.

Dia mengungkapkan konsumsi produk mesin cuci di Kawasan Asia Tenggara mencapai 7 juta unit per tahun. Sementara itu, Indonesia menyumbang setidaknya 3 juta unit atau lebih dari 40% dari total konsumsi mesin cuci di kawasan itu.

Adapun permintaan mesin cuci dua tabung di Indonesia mencapai 2,1 juta unit atau 70% dari total konsumsi dalam negeri. "Kami memilih memproduksi mesin cuci dua tabung karena konsumsinya sangat tinggi di pasar domestik," ujarnya.

Menurut dia, pabrik tersebut baru memiliki satu line produksi dengan kapasitas 50.000 unit per bulan. Pada tahun depan, Toshiba berencana menambah line produksi sehingga diharapkan mampu menggenjot produksi mesin cuci.

Saat ini, pangsa pasar produk mesin cuci Toshiba di dalam negeri masih mencapai sekitar 3% terhadap total pasar nasional. Pihaknya mengakui pangsa pasar yang masih kecil itu karena selama ini terkendala harga jual produk yang mahal kepada konsumen akibat impor barang yang masih dilakukan dari pabrik di Thailand. Dengan pengoperasian pabrik tersebut, Toshiba berharap bisa mengurangi ketergantungan impor dan biaya operasional sehingga diharapkan bisa menurunkan harga jual produk mesin cuci di pasar.

Peluncuran Produk Baru

Toshiba meluncurkan dua produk barunya yaitu TV LED 29 inchi dan seri mesin cuci pabrikan Indonesia pertamanya yang diberi nama Laundrina. TV LED tipe 29PB201 itu merupakan produk perdana perusahaan yang berdimensi 29 inchi. "(Alasan lain peluncuran )supaya semakin banyak masyarakat Indonesia dapat menikmati inovasi teknologi Toshiba dengan harga terjangkau," ujarnya.

Fitur yang ditawarkan tabung gambar itu adalah alarm adzan, auto clean, auto view, auto signal booster, power bass booster, dan contrast booster. Fitur auto view diklaim mampu menampilkan gambar terbaik dari ppenyesuaian latar cahaya dan parameter tampilan gambar sehingga memberikan layanan menonton pada mata.

Di sisi lain, lima seri mesin cuci Laundrina diklaim memiliki teknologi yang mampu mengolah dan memperbaiki kualitas air sehingga bebas bakteri. Peluncuran kedua produk itu dibarengi dengan program social-marketing sepanjang Oktober-November dalam bentuk donasi ke beberapa lembaga pelayanan berbasis komunitas di lima kota besar. Kelima kota itu adalah Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan.

BERITA TERKAIT

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil NERACA Jakarta - Perusahaan fintech peer to peer lending (P2P…

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…

Perbedaan Sebagai Kunci Toleransi Indonesia

Oleh : Grace Septiana, Mahasiswa FISIP Universitas Dharma Agung               Belakangan, spanduk penolakan gereja di Jagakarsa, Jakarta Selatan viral…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Kemendag Tingkatkan Kelancaran Ekspor-Impor Lewat Laut

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kelancaran kegiatan lalu…

Proyeksi Kemenperin - Berorientasi Ekspor, Industri Perhiasan Dibidik Tumbuh 5 Persen

NERACA Jakarta – Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam menopang peningkatan nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, Kementerian…

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…