Ciptadana Catatkan Oversubscribed 1,4 Kali Produk DIRE

NERACA

Jakarta – Dalam dua pekan sejak dilucurkannya, produk DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia sudah mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) dari investor. Tercatat total unit penyertaan yang diterbitkan senilai Rp400 miliar, sedangkan total pemesanan yang masuk mencapai Rp565 miliar, atau sebesar 1,4 kali dari yang diterbitkan.

Direktur Utama Ciptadana Aset Managemet, Ma Wei Tong mengatakan, dengan kelebihannya permintaan menggambarkan bila produk REIT pertama di Indonesia ini mendapatkan tanggapan positif dari investor, “Kami menyambut positif terhadap respon yang baik dari para investor terhadap DIRE Ciptadana ini. Meskipun ini adalah produk DIRE pertama di Indonesia, ternyata minat dari investor institusi dan individu cukup tinggi, “katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (29/11).

Menurutnya, dengan disambut positifnya produk ini akan membuat Ciptadana Aset Management (CAM) lebih positif dalam menyiapkan rencana akuisisi properti berikutnya untuk DIRE Ciptadana.

Sementara Direktur Pemasaran CAM, Paula Rianty Komarudin mengatakan, tingginya respons investor terhadap DIRE Ciptadana mengindikasikan kuatnya kepercayaan investor terhadap industri ritel di Indonesia, yang merupakan salah satu industri yang berkembang pesat dibandingkan dengan industri lainnya.

Dia juga menambahkan, kondisi ini tidak lepas didorong oleh pertumbuhan perekonomian Indonesia yang baik secara langsung maupun tidak langsung dan meningkatkan daya beli dan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi, DIRE merupakan alternatif investasi bagi investor untuk mendapatkan kesempatan menikmati hasil dari pendapatan aset properti melalui kerangka Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Alternatif investasi pada DIRE pada dasarnya adalah berinvestasi pada suatu aset properti sebagai underlying yang telah dievaluasi dan dipilih kelayakannya secara komersial maupun non-komersial sehingga diharapkan memperoleh suatu imbal hasil dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

Karena investasi tersebut dilakukan melalui kerangka KIK, para investor dapat menikmati keuntungan-keuntungan dari suatu KIK. Aset properti pertama yang akan dimiliki oleh para investor melalui penyertaan di DIRE Ciptadana ini adalah Solo Grand Mall, suatu pusat perbelanjaan ternama di jantung kota Solo, Jawa Tengah.

Investasi pada aset properti biasanya dilakukan oleh investor baik dengan melakukan pembelian langsung aset properti seperti gedung kantor, apartemen, pusat perbelanjaan, ruko, tanah dll, maupun produk investasi turunannya. Ada 2 (dua) keuntungan yang diharapkan investor dari pembelian aset properti, yaitu potensi kenaikan harga dari nilai properti dan aset tersebut dapat disewakan sehingga menghasilkan pendapatan rutin berkelanjutan. (bani)

BERITA TERKAIT

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar  NERACA Jakarta, - Stanley Black & Decker (SBD), perusahaan perkakas…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…

Ditopang Milenial Melek Investasi - Investor Sumsel Meningkat Empat Kali Lipat

NERACA Palembang –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan, jumlah investor pasar modal asal Sumatera Selatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Genjot Pertumbuhan KPR, BTN Gandeng TNI

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperluas kerjasamanya. Setelah awal…

Perluas Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Layanan Kekinian

Istilah fintech (Financial Technology)  kini bukan hal yang asing didengar seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri digital saat ini. Bergerak dinamis perubahan industri…

Bantah Kendalikan Harga Saham - Bliss Properti Siap Tempuh Jalur Hukum

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) angkat bicara soal tuduhan soal mengendalikan harga saham yang…