BCA Keukeh Garap Pasar Lokal

NERACA

Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk menegaskan akan tetap akan mendalami pasar keuangan di Indonesia. Pasalnya, pasar Indonesia memiliki potensi sangat luar biasa, khususnya bagi industri perbankan. Hal ini dilihat senada dengan keinginan Bank Indonesia (BI) yang menginginkan persebaran jaringan kantor bank di seantero Nusantara.

“Kita lihat semua bank asing ke sini. Jadi pertumbuhan dan pasar terbaik itu, ya, di Indonesia. Kita pun akan mendalami jaringan di Indonesia, tentunya,” tukas Wakil Direktur Utama BCA, Eugene Keith Galbraith di Jakarta, Rabu (28/11).

Bank sentral, lanjut dia, berencana mendorong bank-bank besar di Indonesia, terutama, yang memiliki modal inti di atas Rp30 triliun. Sebagai pemain utama dalam pemberlakuan integrasi sistem keuangan pada 2020, menyusul diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015 mendatang.

Terkait hal itu, Eugene mengaku, BCA belum menyiapkan strategi khusus dan tetap fokus di pasar Indonesia. “Ini sedang kita pertimbangkan. Masih belum ada keputusan strategi kami bagaimana,” terangnya.

Sedangkan untuk pengaturan pembukaan jaringan kantor sesuai dengan tingkat permodalan dalam aturan multiple license (izin berjenjang), yang didorong BI untuk lebih banyak ke wilayah Indonesia Timur lewat penerapan koefisien berdasarkan zona, BCA melihat hal tersebut cukup baik untuk membuka akses keuangan sebagaimana dicita-citakan dalam financial inclusion.

“Kita sambut baik peraturan ini karena terkait financial inclusion dan peningkatan akses jasa keuangan. Ini kan belum ada juklak (petunjuk pelaksana), jadi belum bisa lihat implikasinya,” papar Eugene.

Sebelumnya, BCA mengaku belum tertarik untuk melakukan ekspansi bisnis secara regionak di kawasan ASEAN, dan tetap akan fokus memperbesar bisnis di sini, yang dinilai memiliki pasar sangat besar dan belum sepenuhnya digarap.

“Kita sementara belum ada rencana ekspansi regional. Sekarang ini, data riset kita menunjukkan 38% pasar Asean itu ada di Indonesia. Untuk 15 tahun ke depan bisa sampai 50%. Kalau itu terjadi buat apa sibuk yang lain (ekspansi,” ujar Direktur Consumer BCA, Henry Koenaifi, belum lama ini.

Selain itu, kata Henry, perseroan akan mengikuti dan mendukung bisnis dari para nasabah, ke mana mereka masuk. Untuk saat ini, dirinya melihat para nasabah masih fokus di pasar dalam negeri.

“Kalau nasabah itu sudah mulai ke mana-mana, itu saatnya kita ikut. Jadi jangan cuma ikut-ikutan bank lain. Untuk saat ini kita kolaborasi dengan bank-bank di luar seperi Taiwan dan Thailan untuk bantu kalau ada nasabah kita atau nasabah mereka,” tukasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Harkopnas 2019 Akan Bernuansa Milenial dan Budaya Lokal

Harkopnas 2019 Akan Bernuansa Milenial dan Budaya Lokal NERACA Jakarta - Untuk pertama kali, puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas)…

Dominasi Impor Barang China Penuhi Pasar Domestik

      NERACA   Jakarta – Ketergantungan akan barang China tak bisa dianggap enteng. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat…

Peluang Mata Uang Digital Libra Di Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta - Ketua Indonesia Blockchain Society, Ery Punta H, menjelaskan mata uang digital (cryptocurrency) "Libra" besutan Facebook memiliki peluang untuk digunakan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pangkas Biaya Transfer Kliring Jadi Rp3.500/Transaksi

NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memangkas biaya transfer yang dibebankan perbankan kepada nasabah melalui sistem kliring nasional menjadi…

Tantangan Pengelolaan Keuangan Negara Di Era Digital

      NERACA   Jakarta - Disrupsi teknologi di era digital telah memorak-porandakan tatanan dan model bisnis konvensional yang…

BNI Salurkan KUR Rp245 Miliar di Empat Provinsi

  NERACA   Manado - Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Negara Indonesia (BNI) Manado mencapai Rp 245,42 miliar…