Jumlah Emiten Masih Jauh Dari Ideal - Perlu Terobosan Baru

NERACA

Jakarta- Pertumbuhan emiten di pasar modal Indonesia masih jauh dari ideal dibandingkan potensinya, yaitu hanya mencatatkan pertumbuhan sekitar 20-25 emiten per tahun. Karena itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana untuk mengupayakan terobosan dan regulasi untuk menjadikan pasar modal Indonesia sebagai sumber pendanaan ekonomi Indonesi, "Jumlah emiten kita paling sedikit, Malaysia 924 emiten, kita hanya 10% dari India. Harus ada terobosan dan reformasi pengawasan lebih baik lagi.” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida di Jakarta, Rabu (28/11).

Terobosan yang dilakukan, menurut Nurhaida, diharapkan dapat menarik minat emiten melakukan pencatatan penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO) seperti registrasi berbasis elektronik. Sementara untuk regulasinya, lanjut dia, meskipun bertujuan agar memudahkan emiten melakukan IPO, tetapi pihaknya tetap akan melepaskan prinsip kehati-hatian sehingga diharapkan akan lebih banyak lagi perusahaan domestik yang masuk ke pasar modal.

Menurut Nurhaida, pihaknya juga tengah mendorong perusahaan Badan Usaha Milik Negara untuk melakukan IPO dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah. “BUMN ini menarik bagi investor, namun di 2012 ini saja hanya satu yang bisa IPO.” ujarnya.

Selain BUMN, kata dia, beberapa perusahaan-perusahaan perbankan diharapkan juga dapat melakukan pencatatan saham, terlebih dengan kondisi perbankan yang saat ini cukup bagus seiring pertumbuhan ekonomi yang berjalan positif. Sementara Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengupayakan untuk mendorong perusahaan-perusahaan domestik melakukan pencatatan saham.

Salah satunya adalah dengan melakukan pendekatan-pendekatan kepada perusahaan tersebut. Akan tetapi, dalam proses IPO tersebut, pihaknya akan menilai sejauh mana kelayakan perusahaan sebagai perusahaan publik,"“Sebelum bisa melaksanakan IPO, kita tentu akan lihat kinerja keuangannya dan bagaimana pengembangan yang dilakukan perusahaan.” ujarnya.

Dalam upaya mendorong perusahaan untuk IPO, kata dia, pihaknya tidak serta merta sekadar menambah jumlah emiten tetapi juga bagaimana mendapatkan emiten yang berkualitas.

Iuran

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengatakan, rencana iuran atau pungutan yang akan dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap bursa efek, pelaku pasar modal dan aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten. Hal itu, menurut dia, tidak akan memberatkan industri pasar modal, terutama karena pungutan itu dinilai akan kembali ke industri.“Levy itu diterjemahkan berdasarkan pungutan tidak memberatkan industri. Levy yang dikumpulkan tadi diberikan ke industri juga,” ujarnya.

Pungutan OJK tersebut, lanjut Ngalim akan digunakan untuk industri. Adapun besaran pungutan dimaksud OJK, antara lain mencakup biaya pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penelitian dalam satu tahun. (lia)

BERITA TERKAIT

Ada Itikad Baik dari Bara Jaya Internasional - Sampaikan Rencana Bisnis

NERACA Jakarta – Tidak mau bernasib yang sama dengan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) yang efektif didelisting oleh…

Masalah Ekonomi Masih Menjadi Salah Satu Yang Dominan Pasangan Menikah Bercerai

Masalah Ekonomi Masih Menjadi Salah Satu Yang Dominan Pasangan Menikah Bercerai NERACA Jakarta - Mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang…

BI Masih Intervensi Pasar untuk Kuatkan Rupiah

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia masih melangsungkan kombinasi kebijakan moneter termasuk intervensi pasar agar nilai tukar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

The Duck King Patok IPO Rp 505 Per Saham

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI). menetapkan harga saham dalam…

BEI Suspensi Saham PT Mahaka Media Tbk

Selang setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk UMA, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akhirnya…

Lunasi Obligasi Jatuh Tempo - Pefindo Naikkan Peringkat Antam Jadi A-

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan peringkat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi I (2011) menjadi…