Indofood Perkuat Bisnis Dari Hulu Sampai Hilir - Investasikan US$ 250 Juta

NERACA

Jakarta – Ambisi menjadi leader market di sektor consumer goods, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) terus melakukan ekspansi bisnisnya. Langkah ini dilakukan untuk menguasai pasar mulai dari hulu sampai hilirnya. Salah satunya, perseroan bakal mengembangkan bisnis perkebunan sawit baru dan bangun pabrik susu.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Werianty Setiawan mengatakan, untuk pengembangan kebun sawit baru dibutuhkan dana investasi sebesar US$ 250 juta dan US$ 130 juta untuk bangun pabrik susu, “Kebutuhan investasi tahun depan, untuk agro US$ 250 juta,”katanya di Jakarta, Rabu (28/11).

Dia menjelaskan, kebutuhan dana usaha agrobisnis dijalankan oleh anak usaha perseroan, PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. Pengembangan usaha berupa pembibitan kelapa sawit, pemuliaan, penyulingan, branding, dan shorting. Selain sawit perseroan juga mengembangkan perkebunan karet, tebu, kakao dan teh.

Sementara untuk pembangunan pabrik susu di Lampung juga terus dikembangkan. Selain itu, perseroan juga akan memperbesar kapasitas pabrik makanan ringan dan sambal di Semarang. Masing-masing membutuhkan dana US$ 30 juta dan kurang dari US$ 30 juta.

Realisasi Belanja Modal

Sampai dengan September 2012, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp3,2 triliun. Jumlah tersebut baru mencapai 50% dari target belanja modal tahun ini yang dipatok sekitar Rp6,4 triliun.

Kata Werianty, dengan masih banyaknya sisa dana belanja modal tahun ini, kemungkinan belanja modal itu akan di-carry over pada 2013, “Belanja modal kami sekitar Rp6,4 triliun pada 2012. Namun, karena yang direalisasikan baru Rp3,2 triliun, kemungkinan belanja modal itu akan di-carry over pada 2013,”ungkapnya.

Dia menuturkan, belanja modal itu sendiri telah digunakan untuk agribisnis, penanaman baru dan pembangunan infrastrktur. Perseroan juga baru menyelesaikan pabrik susu di Purwosari, Jawa Timur. Sementara beberapa aksi korporasi yang tertunda pada tahun ini seperti pabrik mie instan dan tepung terigu.

Salah satu hal yang menjadi kendala proyek itu tertunda, lanjut Werianty adalah keterbatasan lahan dan lokasi. Hal itu dikarenakan harga cukup tinggi. Perseroan masih mencari lokasi yang tepat dan besar .

Sekedar informasi, sampai dengan September 2012, penjualan perseroan tercatat mencapai Rp37,26 triliun atau naik 10,3%. Laba periode berjalan perseroan naik 9,7% menjadi Rp2,55 triliun hingga September 2012.

Dampak UMP

Kemudian perseroan, kata Werianty masih memperhitungkan rencana kenaikan upah minimum provisinsi (UMP), “Kenaikan itu masih akan diperhitungkan. Kami sendiri masih mempelajari sampai di mana posisi kami dalam pembuatan budget. Masih terlalu pagi mengenai hal itu,”jelasnya.

Menurutnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk memiliki pabrik di beberapa provinsi sehingga dampak upah minimumnya berbeda-beda.

Sedangkan mengenai perkembangan ekspansi usaha minuman non alkohol, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Werianty Setiawan mengatakan, pihaknya baru menyelesaikan organisasi untuk minuman non alkohol dan beverage beberapa waktu lalu.

Namun, perseroan belum dapat menjelaskan lebih detil untuk ekspansi usaha minuman non alkohol itu. Tetapi Werianti mengatakan, produksi minuman non alcohol itu dapat dilakukan dalam waktu 1-2 tahun mendatang.

Sebelumnya, perseroan bersama Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd asal Jepang membentuk dua perusahaan patungan yang bergerak di bidang pemasaran minuman non alkohol dengan modal disetor Rp15 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Vivendi Investasi US$ 500 Juta - Global Mediacom Rencanakan IPO Anak Usaha

NERACA Jakarta – Teka teki siapa yang berniat invetasi MNC Group, akhirnya terbuka juga informasi. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)…

Target Kapasitas 7,2 Juta Ton - MARK Bidik Pendapatan Tumbuh Dua Digit

NERACA Jakarta - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) optimistis dapat meraih pertumbuhan pendapatan dan laba bersih  dua digit pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…