PGN Targetkan Akuisisi Blok Gas Rampung di Akhir Tahun - Nilai Akuisisi Capai Rp 5 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana untuk menyelesaikan proyek akuisisi satu blok gas baru akhir tahun 2012 yang diperkirakan menelan dana sekitar Rp5 triliun, “Proses pengambilalihan blok gas tersebut sudah semakin dekat, bisa closing secepatnya. Dari sebelumnya yang ditargetkan bisa selesai di bulan November, tetapi karena harus tertunda sehingga kemungkinan pada Desember.”kata Direktur Keuangan PGN, Riza Pahlevi di Jakarta, Rabu (28/11).

Riza mengatakan, pihaknya tidak dapat mengungkapkan secara detail terkait rencana akuisisi, dan cadangan gas dari blok tersebut karena masih dalam proses uji tuntas (due diligence). Selain itu, PGN memiliki komitmen kerahasian sampai proses pengambilalihan blok gas tersebut selesai. “Kami belum bisa share saat ini karena kami memiliki komitmen kerahasiaan,” ujarnya.

Sementara Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PGN, Wahid Sutopo mengatakan dana investasi sebesar Rp5 triliun untuk mengakuisisi blok gas tersebut masih dapat berubah, mengingat sampai saat ini proses akuisis yang masih berjalan.

Proses akuisisi blok tersebut, kata Wahid akan berjalan dalam waktu 6-9 bulan, dan sejauh ini PGN akan memprioritaskan untuk mengakuisisi blok gas yang sudah berproduksi. “Maunya yang dekat dengan jaringan kita. Itu yang jadi prioritas,” ujarnya.

Kinerja Perseroan

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, lanjut Wahid, PGN merealisasikan beberapa rencana kerja yang diagendakan pada tahun 2012. Salah satunya yaitu mengoperasikan floating storage and regasification unit (FSRU) di Jawa Barat melalui perusahaan patungan dengan Pertamina. Saat ini, kata dia perusahaan sedang memulai pembangunan kapal FSRF (Floating Storage and Regasification Facilities) di daerah Labuhan Maringgai, Lampung yang ditargetkan selesai di tahun 2014.

“FSRU Lampung akan diarahkan untuk memasok kebutuhan PLN dan juga sektor industri Lampung dan Jawa Barat dengan kapasitas pengeluaran sebanyak 240 MMCFD selama 20 tahun.” jelasnya.

Sejak September 2012, pihaknya mencatat telah mendapatkan alokasi gas dari hasil regasifikasi LNG terminal FSRU Jawa Barat untuk dialirkan ke pelangga selain PLN. Sementara untuk meningkatkan kualitas jaringan distribusi gas untuk wilayah Sumatera Utara, perseroan telah memulai pembangunan pipa sepanjang 33 km dari Belawan hingga Pangkalan Brandan. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan selesai di tahun 2013 dan dapat menyalurkan gas dari Arun Lhokseumawe ke Medan.

Dari sisi operasional, hingga kuartal ketiga 2012, volume gas yang didistribusikan PGN sebanyak 801 Mmscfd gas per hari, naik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 785 Mmscd. Volume gas transmisi juga meningkat dari 844 Mmscd menjadi 878 Mmscd. Pada kuartal kuartal ketiga 2012, perseroan mencatat, pertumbuhan laba bersih mengalami peningkatan sekitar 16,3% atau menjadi Rp621,28 miliar dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp533,77 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan pendapatan pokok perseroan yang mengalami peningkatan dari Rp1,63 triliun pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi Rp1,83 triliun di tahun ini.

Sementara untuk beban pokok perseroan, pihaknya mencatat mengalami kenaikan dari Rp619,01 miliar menjadi Rp746,99 miliar, dan beban operasional perseroan mengalami penurunan dari Rp318,27 miliar menjadi Rp312 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Pabrik Baru Beroperasi - Tahun Depan, PBID Bidik Penjualan Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Seiring beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…