BKPM: Investasi 2012 Bisa Lampaui Rp300 T

NERACA

Jakarta (28/11) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri menyatakan, investasi hingga akhir 2012 kemungkinan bisa berada di atas angka Rp300 triliun.

Menurut dia, hingga triwulan III 2012, pertumbuhan investasi mencapai sekitar Rp229,9 trilliun, atau tumbuh 27% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp181 triliun.

Meski optimistis pada pencapaian 2012, Chatib menilai infrastruktur masih menjadi kendala terbesar pada 2013 nanti. "Kalau soal hambatan di 2013 sama saja, soal infrastruktur dan kerja sama daerah," ujar dia seperti dikutip Antara.

Maka yang perlu dilakukan, menurut Chatib, adalah memperbaiki iklim investasi, kerja sama dengan daerah, menyederhanakan aturan dan izin serta memperkenalkan sistem "online tracking".

Dengan upaya seperti itu, investor bisa memberanikan diri untuk menanam modal di Indonesia.

"Kami berharap mudah-mudahan bisa terus kami coba perbaiki. Mudah-mudahan bisa lebih kondusif," kata dia.

Chatib juga mengatakan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan investasi dengan mengincar perusahaan yang memiliki rantai pasok yang besar.

"Kita kejar beberapa perusahaan, sekitar satu atau dua perusahaan yang 'suplly chain'-nya besar. Dengan begitu kita bisa dapat investasi yang banyak," kata Chatib.

Menurut Chatib, perusahaan yang memiliki rantai pasok yang besar bisa mendorong investasi di bidang lain karena cakupan bisnis yang juga besar. Toyota, misalnya, adalah salah satu perusahaan yang memiliki rantai pasok yang besar. Jika perusahaan Jepang itu masuk ke Indonesia, menurut Chatib, perusahaan lain seperti Denso dan Daihatsu juga bisa ikut masuk dan menanamkan modal.

"Dengan sendirinya kita dapat, istilahnya, seperti 'buy one get seven'," ujar dia.

Meski demikian, Chatib berpendapat Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan investasi yang masuk. Terlebih untuk bisa mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% pada 2014 berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional/RPJMN.

"Sejauh ini kami mulai mengupayakan agar ada banyak investasi masuk dengan melakukan 'tracking', telepon, sehingga si investor melihat bahwa ini ada pihak yang serius mau ngurusin mereka," kata dia.

Dengan demikian, investor tahu bahwa pemerintah ingin membantu mereka dan akhirnya mereka berani berinvestasi di sini.

Sesuai dengan RPJMN, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7% pada 2014. Untuk bisa mencapai target tersebut, capaian investasi harus bisa meningkat hingga 40%.

Sebelumnya, BKPM menyatakan jumlah permintaan atas investasi pada 2012 sudah mencapai Rp670 triliun. Pada 2013, pencapaian investasi diharapkan bisa menembus angka Rp390 triliun. (doko)

BERITA TERKAIT

Meskipun Kecil, Kota Sukabumi Menjadi Primadona Investasi

Meskipun Kecil, Kota Sukabumi Menjadi Primadona Investasi   NERACA Sukabumi - Kota Sukabumi mempunyai peluang besar dalam dunia investasi. Hal itu…

Olahraga Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah

Olahraga penting untuk kesehatan tubuh. Salah satu yang bisa jadi pilihan adalah olahraga kardio. Olahraga satu ini dikenal efektif untuk…

Maskapai Asing, Investasi yang Buruk bagi Ekonomi Nasional

Oleh: Prof. Dr. Didik J. Rachbini, Ekonom Senior Indef Transportasi penerbangan adalah urat nadi ekonomi nasional dan penting bagi dunia…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Dominasi Impor Barang China Penuhi Pasar Domestik

      NERACA   Jakarta – Ketergantungan akan barang China tak bisa dianggap enteng. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat…

GrabFood Bagikan Paket Ke 500 Pasukan Oranye - Ikut Rayakan HUT Jakarta

      NERACA   Jakarta - GrabFood ikut merayakan hari ulang tahun DKI Jakarta ke-492 bersama petugas Pemeliharaan Prasana…

Amran Sulaiman Dianggap Sukses Duduki Kursi Menteri Pertanian

NERACA   Jakarta – Jika tak ada aral melintang, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) akan kembali memimpin Indonesia. Jokowi…