Aksi Ambil Untung Berlanjut, IHSG Dalam Tekanan

NERACA

Jakarta – Aksi ambil untung terhadap saham-saham komoditas memaksa indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu terkoreksi 32,686 poin (0,75%) ke level 4.304,823. Sementara Indeks LQ45 jatuh 6,934 poin (0,93%) ke level 735,876.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, secara teknikal indeks BEI terbuka peluang bergerak melemah setelah mencapai poin tertinggi dipicu aksi ambil untung pelaku pasar, “Sentimen yang ada tidak cukup kuat menahan penurunan yang terjadi. Laju bursa saham regional yang tertekan juga menambah sentimen negatif bagi IHSG," katanya di Jakarta, Rabu (28/11).

Berikutnya, indeks BEI diproyeksikan masih terkoreksi karena aksi ambil untung masih berlanjut. Pergerakan indeks BEI sendiri diproyeksikan bakal berada di level 4.300-4.310. Asal tahu saja, pada perdagangan kemarin aksi beli di saham-saham bank bluechip berhasil mengurangi koreksi indeks dan mengembalikan posisi ke level 4.300. Saham-saham konsumer juga menopang jatuhnya bursa atas aksi beli selektif yang dilakukan investor.

Volume dan nilai transaksi perdagangan kali ini sedikit meningkat akibat transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Tower Bersama Tbk (TBIG) senilai Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi oleh broker CLSA Indonesia. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 167.648 kali pada volume 5,168 miliar lembar saham senilai Rp 6,962 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 185 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan kompak melemah di zona merah. Sentimen negatif dari pasar global membuat pasar saham Asia tak mampu mencicipi teritori positif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 26.300, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 500 ke Rp 715.000, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 250 ke Rp 4.250, dan Centris (CMPP) naik Rp 220 ke Rp 1.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 1.100 ke Rp 17.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 950 ke Rp 15.050, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 18.550, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 56.500.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI jatuh 52,982 poin (1,22%) ke level 4.284,527. Sementara Indeks LQ45 ambles 11,024 poin (731,786. Sektor konsumer masih 'bandel' menjadi satu-satunya indeks yang berhasil bertahan di teritori positif. Sedangkan sembilan sektor lainnya terkena aksi ambil untung, terutama saham-saham komoditas.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 91.174 kali pada volume 2,76 miliar lembar saham senilai Rp 4,102 triliun. Sebanyak 44 saham naik, sisanya 201 saham turun, dan 63 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 26.300, Sarana Menara (TBIG) naik Rp 250 ke Rp 6.050, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 250 ke Rp 4.250, dan Panasia Indo (HDTX) naik Rp 180 ke Rp 910.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 50.900, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.100 ke Rp 14.900, United Tractor (UNTR) turun Rp 950 ke Rp 17.650, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 18.400.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 24,13 poin atau 0,56% ke posisi 4.313,38. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 5,74 poin (0,77%) ke level 737,07, “Seiring dengan bursa AS, mayoritas bursa Asia termasuk indeks BEI dibuka melemah dan memfaktorkan resiko 'fiscal cliff' dan pernyataan OECD bahwa ekonomi AS dan global akan kembali memasuki resesi jika 'fiscal cliff' tidak segera ditangani," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, saham-saham sektor konsumer dan perbankan akan kembali bergerak melemah hari Rabu, sementara sektor crude palm oil (CPO) akan terimbas sentimen positif dari penguatan harga CPO Rotterdam Selasa tadi.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, IHSG melemah didorong oleh pelaku pasar yang kembali mengambil posisi ambil untung. Disisi lain, pergerakan indeks BEI dibatasi oleh kekhawatiran akan masalah "fiscal cliff".

Oleh karena itu, Purwoko Sartono sempat memproyeksikan, indeks BEI akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.320-4.350 poin pada Rabu. Beberapa saham pilihan yang dapat diperhatikan diantaranya, Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Ciputra Surya (CTRS), Lippo Karawaci (LPKR), Multipolar (MLPL).

Sementara bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Rabu dibuka melemah 144,37 poin (0,66%) ke level 21.699,66, indeks Nikkei-225 turun 79,37 poin (0,84%) ke level 9.343,93, dan Straits Times melemah 8,89 poin (0,30%) ke level 3.003,02. (bani)

BERITA TERKAIT

NERACA PERDAGANGAN DEFISIT US$1,16 MILIAR DI JANUARI 2019 - CORE: Defisit NPI Diprediksi Masih Berlanjut

Jakarta-Ekonom CORE memprediksi neraca perdagangan Indonesia (NPI) diperkirakan masih terus defisit hingga sepanjang tahun ini, karena kondisi ekspor impor Indonesia…

Optimalkan Program CSR - Holcim Libatkan Masyarakat Dalam Rumuskan Program

Sejatinya progam tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) harus berjalan berkesinambungan dan berkelanjutan dalam membangun dan memberdayakan…

IHSG Akhir Pekan Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (14/2) ditutup menguat sebesar 0,9 poin atau 0,01% menjadi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…