Pengusaha Terapi Pijat Sasar Pelanggan Kantoran

Kesibukan masyarakat kota besar seperti Jakarta semakin tinggi, mobilitas yang tinggi ditambah tuntutan kerja yang kadang tak masuk akal dan kondisi lalu lintas yang carut marut, membuat Banyak karyawan kelelahan, dan akhirnya tak mampu bekerja dengan maksimal.

Hal itulah yang mendasari banyaknya gerai pemijatan yang kini menjamur di setiap sudut kota Jakarta. Ya, kebutuhan masyarakatnya kota besar seperti Jakarta memang menyatakan demikian. Tak heran jika kebutuhan akan kesehatan pun semakin tinggi.

Sementara itu sebagian masyarakatnya juga kini lebih megutamakan menggunakan obat-obat tradisional, ketimbang berobat ke dokter dan meminum obat yang terbuat dari bahan kimia yang justru tak baik untuk tubuh jika di konsumsi dalam jangka waktu lama.

Nah, belakangan ini, tren melepas lelah dengan pijatan rasanya tak lekang dimakan usia. Apalagi bagi para pekerja kantor, yang sehari-harinya selalu disibukkan dengan tumpukan kegiatan yang cukup melelahkan. Membuat, pijat tak hanya lagi menjadi alternatif pengobatan bagi mereka, tetapi juga menjadi gaya hidup unuk sehat.

Akibatnya, itu turut membuat citra terapi pijat semkin baik di mata banyak kalangan. Maka, dari itu jangan heran kalau pertumbuhan terapi pijat ini begitu positif. Di Kelapa Gading saja misalnya, pada awalnya, terapi jenis ini dapat dihitung dengan jari. Tetapi kini, jari kita terlalu sedikit untuk menghitungnya.

Intinya, pertumbuhan bisnis ini tak main-main, belum lagi di lokasi lainnya seperti Pluit, Bintaro, Kemang, pertumbuhannya juga cukup signifikan. “Bisnis ini tidak akan pernah mati, bahkan saya optimistis kalau bisnis ini malah akan semikin pesat perkembangannya,” ujar Ahian salah satu pemilik gerai pemijatan di bilangan Utara Jakarta.

Nah, sebagai kunci bisnis pelayanan jasa kesehatan, tentunya terletak pada pelayanan yang diberikan. Biasanya, pelanggan yang datang untuk di pijat tentu mengharapkan tubuhnya kembali bugar.

Untuk itu, dalam memnuhi harapan konsumennya, pengelola gerai pemijatan pasti memperhatikan kualitas para terapisnya dan juga teknologi pemijatan yang dipercaya tidak akan membuat kecewa para pekanggannya.

Maka dari itu, tenaga terapis yang diambil sebagai SDM harus memiliki standar kerja yang baik. Bukan sekedar bisa memberikan pijatan saja. Tetapi juga menguasai teknologi pemijatan yang kini juga tengah marak.

Ya, karena beberapa gerai peijatan modern kini mulai menampilkan beberapa teknologi terbaru demi memuaskan pelanggannya. Sementara itu, SDM yang hanya mampu melmberikan pemijatan tanpa tahu teknologi juga akan mengalami kesulita. Meski demikian, asalkan terbiasa hal tersebut bukanlah soal lagi.

Terakhir, untuk menghilangkan imege buruk terapi peijatan. Babrapa gerai menerapkan aturan-aturan, baik untuk karyawan, ataupun pada pelanggannya. Sehingga, image buruk gerai pemijatan tak lagi lekat dengan pelayanan “plus-plus”. Nah, soal ini beberapa gerai pemijatan menghusukan terapis pria hanya melayani pelanggan pria. Sementara terapis wanita juga hanya melayani pelanggan dari kaum hawa saja.

BERITA TERKAIT

PENGUSAHA RUGI RUPIAH AKIBAT BLACKOUT - Pemerintah Kaji Regulasi Baru Kompensasi

Jakarta-Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, regulasi baru besaran kompensasi pemadaman listrik masih dikaji,…

Jaga Pasokan Gas Ke Pelanggan - PGN Operasikan LNG di Teluk Lamong, Jawa Timur

NERACA Jakarta – Besarnya kebutuhan gas bumi guna menunjang operasional beberapa pelaku industri dan termasuk jaringan gas rumah tangga, memacu…

BPJS Ketenagakerjaan Banten Sasar Pekerja Informal

BPJS Ketenagakerjaan Banten Sasar Pekerja Informal   NERACA Tangerang - Deputy Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Provinsi Banten Eko Nugriyanto mengatakan, sasaran…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Waralaba Diklaim Gerbang Generasi Muda Mulai Usaha

Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan, sekarang ini banyak anak muda yang ingin mandari secara ekonomi. Salah…

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…