Mengintip Prospek Bisnis Terapi Pijat

Bisnis ini tak hanya nikmat bagi konsumen dan investor, tetapi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja potensial, dan secara keseluruhan itu menjadi kombinasi ideal dalam perputaran roda bisnis.

NERACA

Perkembangan teknologi serta ilmu kedokteran boleh saja semakin maju setiap harinya. Tetapi, minat masyarakat kan pengobatan tradisional seperti pijat pada kenyataannya tak pernah surut dimakan waktu.

Kelebihan yang ditawarkan beberapa terapi pijat, diantaranya praktis, mudah dan tentunya relatif aman karena tidak ada unsur memasukkan bahan kimia ke dalam tubuh. menjadikan pijat sebagai jalan keluar pavorit jika menui masalah kesehatan. Mulai dari sekedar menghilangkan lelah dan mengembalikan kebugaran tubuh. Hingga penyembuhan penyakit kronis bisa dilakukan melalui terapi ini.

Terapi pijat ternyata juga turut mengikuti perkembangan zaman, ragam, funsi, hingga teknologiyang semakin canggih. Mulai pijat tradisional ala Sunda, Madura, dan lain sebaginya. Hingga kepada jenis pijat tradisional khas Jepang semisal Shiatshu dan Thailand dengan Kenzo-nya.

Tidak mengherankan, jika pijat kini banyak dilirik sebagi lahan bisnis yang menjanjikan keuntungan luar biasa. Dalam 10 tahun belakangan ini pertumbuhan bisnis terapi pijat ini kian pesat. Coba tengok beberapa kawasan di Jakarta. Hampir disetiap sudutnya, terdapat gerai yang melayani terapi pijat.

Sayangnya, keinginan memberikan jasa pelayanan yang ingin dibangun pengusaha bisnis ini, kerap kali bersinggungan dengan pelayanan tambahan di luar pemijatan yang sebenarnya. Atau lebih dikenal dengan pijat “plus-plus”.

Hal ini tentu saja sangat mencoreng citra bisnis pijat ketika mulai berkembang. Meski tidak hilang namun, perlahan citra tersebut terus berkurang. “Kita berupaya menghilangkan citra negatif atas terapi pijat ini, baik konsumen ataupun karyawan kita larang untuk itu,” tegas Nana, Manager Beijing Reflexology di gerainya di bilangan Kelapa Gading.

Soal investasi usaha, tidak perlu khawatir bisnis terapi piajt ini tak mengharuskan sang investor untuk investasi gila-gilaan. Dengan hanya mengeluarkan biaya investasi yang sederhana, usaha terapi pijat ini sudah dapat berlangsung.

Buktinya, kini Beijing Reflexology telah memiliki bebrapa cabang yang tentunya tak pernah sepi peminatnya. Dikatakan Nana, hampir setiap harinya, kalau dirata-ratakan, paling sedikit sekitar 30 pengunjung yang meminta pelayanan dari gerai yang ia kelola. “Soal peminat sih tak bisa diprediksi, ya kalau dirata-ratakan sih bisa mencapai 20 pelanggan paling sedikitnya,” tegas Nana.

Ya, berdasarkan pengakuan Nana, peminat terapi ini terus membludak seiring tumbuhnya pemikiran masyarakat untuk mengurangi konsumsi zat kimia melalui obat. Sehingga, terapi ini menjadi alternatif untuk meraih kesehatan tanpa obat.

Menyediakan Lapangan Kerja

Seperti diutarakan di atas tadi, bisnis terapi pijat ini memang tak hanya menguntungkan investor dan konsumennya saja. Tetapi juga turut membantu program pemerintah untuk mengurangi tingginya angka pengangguran. Maklum, dengan banyaknya gerai jenis ini, maka penyerapan tenaga kerja pun akan semakin banyak.

Umpamanya, jika sebuah gerai pemijatan sederhana bisa mempekerjakan 5 orang terpis, maka dapat disimpulkan jika total gerai berjumlah 40 sudah dapat menyerap sekitar 200 tenaga kerja. “Dari segi bisnis cukup bagus, dan minatnya juga bagus,” ujar Nana.

Namun, meski demikian, tetap saja pemilik gerai harus menuruti aturan-aturan yang diterapkan penmerintah. Beberapa tahun lalu, Kementerian Kesehatan meminta agar semua pelaku bisnis terapi pijat ini untuk memperhatikan koridor serta batas-batas yang ada.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta selektif memilih pelayanan kesehatan yang ditawarkan. Tentunya dengan melihat izin usaha sebuah gerai terlebih dahulu. Agar tidak merugikan dan tak menyalahgunakan izin yang diberikan.

BERITA TERKAIT

Kembangkan Bisnis Alat Kesehatan - Indofarma Gandeng Kerjasama Fors Fortis Medika

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis sebagai produsen alat-alat kesehatan, PT Indofarma Tbk (INAF) menggandeng kerjasama Fors Fortis Merdeka (FF…

Menjaga Pertumbuhan Bisnis - Setelah Gojek, BIRD Terbuka Berkolaborasi

NERACA Jakarta –Menjaga eksistensi PT Blue Bird Tbk (BIRD) ditengah ketatnya persaingan bisnis transportasi onlinel, maka kolaborsai menjadi pilihan yang…

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…