Memilih Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

Instruksi pemerintah terhadap beberapa sekolah untuk membuat kelas inklusi yang menggabungkan anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat mengikuti pelajaran bersama teman-tema sebayanya ditanggapi positif oleh banyak orangtua. Mereka tak lagi merasa kesulitan untuk mencari tempat sekolah yang tepat untuk anaknya yang berkebutuhan khusus.

Namun beberapa masalah yang muncul adalah beberapa sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi ini ternyata kurang siap. Belum maksimalnya sekolah inklusi menerima anak berkebutuhan khusus (ABK) membuat orang tua perlu selektif memilih sekolah.

Mencari sekolah yang tepat untuk anak berkebutuhan khusus bisa dibilang susah-susah gampang. Untuk itu, ketika hendak mencari sekolah yang tepat, akan lebih baik jika menanyakan rekomendasi dari beberapa orangtua yang juga memilik anak berkemampuan khusus.

Sekolah yang bagus biasanya meminta orangtua membawa anaknya untuk dilakukan penilaian dan memberilan try out, baru kemudian diberi keputusan bagus tidaknya masuk sekolah. Pihak sekolah kemudian akan meminta anak datang untuk dievaluasi. Jika anak tersebut dinilai mampu, maka anak diperbolehkan mengikuti kelas.

Ketersediaan tenaga pendidik juga harus di perhatikan. Biasanya, ada sekolah-sekolah yang menyediakan asisten guru atau shadow teacher. Bisa juga pihak sekolah membolehkan orangtua menyertakan shadow teacher untuk membantu anaknya di kelas. Shadow teacherbertugas khusus mendampingi anak autis untuk membantu proses belajarnya. Misalnya, guru meminta membuka buku halaman sekian.

Selanjutnya, jika telah memiliki daftar sekolah yang dianggap baik, orangtua kemudian mengunjungi sekolah bersama anaknya. Tujuannya agar pihak sekolah bisa melihat keadaan anaknya seperti apa. Pada tahap ini, orangtua jangan menyembunyikan jika anaknya memiliki autis, sebab bisa menjadi masalah di kemudian hari. Hal paling urgent untuk diperhatikan dalam kunjungan tersebut adalah lakukan observasi pada sekolah mengenai kurikulum, kebijakan mengenai anak berkebutuhan khusus, juga lingkungan belajarnya untuk menghindari risiko bullying.

BERITA TERKAIT

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Tunjang Bisnis Tangki Terminal - AKR Corporindo Pertebal Modal Anak Usaha

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melakukan peningkatan modal pada entitas anak perseroan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Peran Ibu Tak Akan Tergantikan dengan Teknologi

    Peranan ibu dalam mendidik anak tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi seperti pada era digital saat ini, kata…

Pendidikan untuk Si Kecil di Era Teknologi

      Pada era millenial seperti saat ini, teknologi digital menjadi realitas zaman yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan…

Mengapa Anak Usia 7 Tahun Ideal Masuk SD

    Selain kemampuan intelektual, kesiapan mental anak juga harus dipertimbangkan dalam aktivitas kegiatan belajar di jenjang pendidikan Sekolah Dasar…