Autis Center Siap Dibangun - Dapat Kucuran Rp106 Miliar

Pemerintah siapkan dana Rp106 miliar untuk membangun pusat pendidikan Autis Center sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan anak autis.Pasalnya, dari tahun ke tahun jumlah penyandang autisme terus meningkat seolah-olah tak terbendung.

Berdasarkan hasil penelitian, pada 1990-an, jumlah penyandang autisme diperkirakan mencapai 4-6 orang dalam setiap 10 ribu kelahiran. Sedangkan pada 2000-an jumlah ini meningkat menjadi 15-10 dalam setiap 10 ribu kelahiran.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, jumlah penderita autisme di Indonesia pada 2010 diperkirakan mencapai 2,4 juta orang. Pada tahun tersebut jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,5 juta orang dengan laju pertumbuhan 1,14%. Jumlah penderita autisme di Indonesia diperkirakan mengalami penambahan sekitar 500 orang setiap tahun.

Meningkatnya jumlah anak autis di Indonesia, disebabkan makin banyaknya anak-anak lahir di daerah yang stressornya banyak yang disebabkan kerusakan lingkungan makin parah. Meski anak autis memiliki IQ yang tinggi, mereka harus ditolong agar lebih berkembang dan mampu bersosialisasi di masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan rencananya akan membangun gedung autis Center sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan anak autis. Saat ini telah dibangun empat autis center, yaitu di Bali, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jakarta. Rencana awal Autis Center ini akan dibangun di lima lokasi, namun hingga saat ini baru terealisasi di empat lokasi. Masih ada 24 lokasi lagi yang akan dibangun oleh Kemdikbud pada 2013 mendatang.

Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Mudjito mengatakan, berdasarkan perencanaan yang dilakukan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara perubahan (APBN-P), untuk mendirikan 24 Autis Center tersebut telah disiapkan dana Rp106 miliar. Masing-masing Autis Center dialokasikan sebesar Rp5-6 miliar.

Di Autis center ini, tidak hanya anak autis saja yang diberi pendidikan. Orang tua anak-anak tersebut juga perlu mendapat pendidikan yang layak. Anak-anak autis di sekolah umum memiliki kendala penerimaan dengan orang tua anak-anak yang normal. Ada kekhawatiran anak-anak mereka lebih akan mengalami kemunduran jika bergaul dengan anak-anak autis.

Untuk pemenuhan sumber daya pendidik anak autis, Kemdikbud akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Penyediaan sumber daya manusia Autis Center, seperti tenaga pengajar maupun pembimbing dan terapi wicara maupun terapi okupasi, psikolog, dokter dan lain sebagainya menjadi tanggung jawab Pemerintah daerah.

BERITA TERKAIT

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0 NERACA Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian…

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

Hanya 46% Perusahaan Pembiayaan Yang Dapat Manfaatkan DP0%

NERACA Jakarta - Sebanyak 102 perusahaan pembiayaan (multifinance) dinyatakan tidak dapat memanfaatkan pelonggaran uang muka (down payment/DP) menjadi nol persen…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Peran Ibu Tak Akan Tergantikan dengan Teknologi

    Peranan ibu dalam mendidik anak tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi seperti pada era digital saat ini, kata…

Pendidikan untuk Si Kecil di Era Teknologi

      Pada era millenial seperti saat ini, teknologi digital menjadi realitas zaman yang tidak dapat dihindari. Seiring perkembangan…

Mengapa Anak Usia 7 Tahun Ideal Masuk SD

    Selain kemampuan intelektual, kesiapan mental anak juga harus dipertimbangkan dalam aktivitas kegiatan belajar di jenjang pendidikan Sekolah Dasar…