Membuat Gazebo Bernuansa Alam

Bagi ruang yang halamannya luas, gazebo dapat menjadi pilihan untuk membangun teras rumah yang familiar. Teras model gazebo dapat dibuat menyatu dengan ruang tamu, atau sedikit terpisah. Bisa di sudut halaman, atau di tepi kolam renang keluarga. Ukurannya bervariasi. Biasanya persegi panjang sama sisi atau kotak, lazimnya 2x2 meter persegi, 2,5 X 2,5 meter persegi, 3 x 3 meter persegi, hingga 4 x 4 meter persegi.

Walaupun sudah ada teras utama yang menyatu dengan ruang tamu, tak jarang teras gazebo tetap dipajang di halaman dan dihubungkan langsung keruang tamu.Jadi, gazebo bisa menyatu dengan rumah, atau terpisah di taman atau halaman. Sama-sama apiknya.

Bahan yang dipakai untuk membuat gazebo, macam-macam. Biasanya dengan empat tiang bulat, dari kayu jati atau kayu meranti utuh, tapi ini jarang. Kebanyakan tiang yang dipilih dari kelapa atau disebut glugu. Sedangkan atapnya juga tergantung selera. Bisa sirap, daun rumbia, ijuk, genteng sokka, atau genteng keramik. Tapi yang lebih mendekati ke alam, spesialis gazebo menawari model kayu sirap. Jenis ini lebih rapik dan awet dibanding ijuk atau daun rumbia.

Sedangkan alasnya, kebanyakan lantai kayu yang disusun penjang melintang atau dibentuk seperti ubin, kotak-kotak, tapi tak bisa besar-besar. Paling banter ukuran 30 x 30 m2. Selain kayu, juga bisa diganti dengan kayu lapis atau multiplek yang tebal.Tergantung di mana tempat dan fungsinya.

Jika untuk tempat duduk lesehan, kayu lapis atau kayu jati belanda yang kelihatan genit karena sengaja kelihatan serat-seratnya. Tentu harus di tempat yang kering. Untuk model lesehan, biasanya di empat sisinya dipasang dinding rendah dari bambu dan tiang dinding dari bambu petung yang besar-besar. Jarang, dinding gazebo dibuat dari anyaman rotan, kebanyakan dari bambu. Tapi modifikasi demikian boleh dicoba. Gazebo lesehan tak jarang dipakai untuk olah raga pernafasan. Banyak matras dan bantal agar betah di sana.

Gazebo kering dan sebagai ruang tamu biasa ditempatkan sejumlah kursi dan meja. Teras gazebo tentu juga harus dilengkapi lampu agar bisa ‘dihuni’ siang dan malam. Agar menyatu, seharusnya memakai lampu hias dari kromblong kuningan yang khas.

Jika di tempat basah seperti di pinggir kolam renang, alas gazebo biasanya dari bahan kayu besi atau jenis kruing yang tahan lama dan sangat keras. Kayu itu biasanya dipakai untuk dermaga pelabuhan.

Karena bahannya full dari kayu, tentu harganya tak murah. Kita bisa memilih modelnya di showroom. Bisanya bangunan mungil itu dibuat secara knock down agar bisa dibongkar pasang dan dipindah ke tempat pembelinya. Dari sejumlah showroom atau pusat jual beli online, satu bentuk gazebo minimal dijual sekitar Rp7 jutaan. Makin luas, tentu makin mahal harganya, bisa lebih dari Rp10 jutaan. Ada beberapa macam model gazebo. Gaya limasan, joglo, rumah gadang, atau rumah orang Papua. (saksono)

BERITA TERKAIT

Menyusuri Alam Tambrauw Papua Barat

Sebagai sebuah provinsi Papua Barat terbilang muda, namun bentang dan guratan alam di sini sudah sama tuanya dengan daerah-daerah eksotis…

Pengamat: Pemkot Sukabumi Perlu Membuat Perda Perkoperasian

Pengamat: Pemkot Sukabumi Perlu Membuat Perda Perkoperasian NERACA Sukabumi - Iklim perkoperasian di Kota Sukabumi belum menunjukan grafik mengembirakan, hal…

PEMERINTAH MEREVISI PP NO. 30/2015 - Kenaikan Gaji PNS Rentan Bernuansa Politis

Jakarta-Peraturan Pemerintah (PP) untuk mengakomodasi kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2019 diperkirakan akan rampung bulan ini. PP tersebut…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

BTN Tingkatkan Literasi Properti Generasi Milenial Kota Malang

BTN Tingkatkan Literasi Properti Generasi Milenial Kota Malang NERACA Malang - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk berupaya untuk meningkatkan…

Pengurusan Sertifikat Apartemen di DKI Semakin Mudah

Pengurusan Sertifikat Apartemen di DKI Semakin Mudah NERACA Jakarta - CEO Kemang Village Reza Chatab menilai pengurusan sertifikat kepemilikan apartemen…

Pergub Pembinaan Pengelolaan Rusun Menimbulkan Keresahan

Pergub Pembinaan Pengelolaan Rusun Menimbulkan Keresahan NERACA Jakarta - Ahli hukum, Razman Arif Nasution menilai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta…